Mengejutkan! Kemlu Ungkap 4.882 WNI Di Kamboja Minta Dipulangkan Sejak Januari

Silakan Share

Mengejutkan! 4.882 WNI di Kamboja minta dipulangkan sejak Januari, kemlu mulai koordinasi untuk pemulangan warga.

Mengejutkan! Kemlu Ungkap 4.882 WNI Di Kamboja Minta Dipulangkan Sejak Januari

Ribuan warga negara Indonesia (WNI) di Kamboja dilaporkan ingin dipulangkan sejak Januari 2026. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) kini tengah menyiapkan langkah koordinasi untuk memfasilitasi pemulangan mereka.

Situasi ini menarik perhatian publik karena jumlahnya yang sangat besar dan dinilai mendesak. Tetap simak informasi terbaru mengenai .

Ribuan WNI Minta Kepulangan Dari Kamboja

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkap tingginya jumlah WNI yang meminta bantuan kepulangan dari Kamboja. Data menunjukkan lebih dari 4 ribu orang mengajukan permintaan sejak Januari 2026.

Permintaan ini tercatat melalui pengaduan langsung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh. WNI yang melapor datang dari berbagai latar belakang pekerjaan dan wilayah di Kamboja.

Fenomena ini menjadi perhatian publik karena jumlahnya cukup besar. Kemlu terus memantau situasi dan memastikan proses pemulangan dilakukan secara aman dan tertib.

Heni Hamidah Ungkap Data Terbaru

Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menjelaskan pada Jumat (27/2/2026) bahwa sejak 16 Januari hingga 25 Februari, sebanyak 4.882 WNI melapor ke KBRI Phnom Penh. Mereka meminta bantuan agar bisa kembali ke Indonesia.

Menurut Heni, proses asesmen telah dilakukan terhadap 4.680 WNI. Hasil awal menunjukkan sebagian besar bekerja secara profesional di kantor online scam, dan tidak ditemukan indikasi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Situasi ini menunjukkan bahwa sebagian besar WNI memang ingin pulang atas alasan pekerjaan atau kondisi pribadi. Kemlu menekankan bahwa asesmen dilakukan untuk memastikan keselamatan dan legalitas setiap pemulangan.

Baca Juga: Imam Prancis Turun Tangan! Ini Aksi Nyata Membantu Korban ‘Badai Penipuan’ di Kamboja

Sebagian WNI Pulang Secara Mandiri

 Sebagian WNI Pulang Secara Mandiri 700

Dari total WNI yang melapor, lebih dari 1.000 orang sudah pulang secara mandiri ke Indonesia. Hingga 25 Februari, tercatat sekitar 926 WNI kembali, dan tambahan 111 orang pulang malam sebelumnya.

Pihak Kemlu memantau pemulangan ini untuk memastikan keamanan. Bagi WNI yang pulang mandiri, KBRI tetap memberikan arahan dan koordinasi agar perjalanan mereka berlangsung lancar.

Fenomena ini menunjukkan bahwa banyak WNI memilih cara mandiri sebelum bantuan resmi diterapkan. Hal ini menjadi catatan penting bagi Kemlu untuk memprioritaskan penanganan mereka yang membutuhkan fasilitas pemerintah.

WNI Yang Masih Ditampung Sementara

Saat ini, sekitar 900 WNI masih berada di penampungan sementara yang difasilitasi KBRI dan otoritas setempat. Tempat penampungan ini dilengkapi kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tidur, dan perlengkapan kesehatan.

KBRI berkoordinasi dengan pihak lokal untuk memastikan WNI tetap aman hingga proses kepulangan resmi dilakukan. Pendampingan ini termasuk memberikan informasi dan arahan terkait prosedur transportasi dan dokumen perjalanan.

Situasi ini menegaskan kesiapan Kemlu dalam menangani jumlah WNI yang tinggi. Prioritas utama adalah keselamatan, kenyamanan, dan kepastian prosedur bagi setiap WNI yang ingin kembali ke Indonesia.

Upaya Kemlu Memastikan Proses Aman Dan Tertib

Kemlu terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk otoritas setempat, maskapai penerbangan, dan lembaga keamanan di Kamboja. Semua prosedur dirancang agar pemulangan WNI berjalan lancar.

Selain itu, asesmen awal yang dilakukan oleh KBRI Phnom Penh menjadi langkah penting untuk memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban TPPO atau masalah hukum lain. Pendataan juga mempermudah prioritas penanganan bagi yang membutuhkan bantuan lebih cepat.

Heni Hamidah menekankan bahwa Kemlu tetap memantau seluruh proses hingga semua WNI kembali ke Indonesia. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk melindungi WNI di luar negeri secara profesional dan aman.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari merdeka.com