Memanas! Kamboja Klaim Thailand Tembak Mati 1 Warga Sipil di Perbatasan
Ketegangan di perbatasan antara Banteay Meanchey Province (Kamboja) dan Sa Kaeo Province (Thailand) kembali mengemuka setelah klaim dari pihak Kamboja bahwa seorang warga sipil tewas akibat tembakan dari pasukan Thailand.

Insiden yang terjadi di desa Prey Chan Village tersebut memicu kekhawatiran bahwa gencatan senjata yang sebelumnya disepakati mulai rapuh.
Dibawah ini Berita Indonesia Kamboja Akan menguraikan kejadian, reaksi kedua pihak, sejarah konflik perbatasan, serta implikasi insiden bagi stabilitas kawasan.
Kronologi Insiden
Menurut pernyataan resmi dari pihak Kamboja, tembakan terjadi sekitar pukul 15.50 waktu setempat (08.50 GMT) di wilayah Prey Chan, ketika seorang warga yang diidentifikasi sebagai Dy Nai meninggal dunia dan tiga lainnya terluka.
Pihak militer Thailand membantah bahwa mereka melakukan “tembakan membabi buta”, dan menyatakan bahwa pasukannya hanya melakukan “tembakan peringatan” setelah diduga ditembaki terlebih dahulu oleh pasukan Kamboja.
Keterlibatan ranjau darat menjadi pemicu langsung eskalasi. Beberapa hari sebelum insiden ini, militer Thailand melaporkan bahwa seorang prajuritnya kehilangan kaki akibat ledakan ranjau di provinsi Sisaket yang kemudian mereka tuding sebagai aksi dari Kamboja.
Situasi ini membuat Bangkok menangguhkan implementasi perjanjian gencatan senjata yang diteken baru‑baru ini.
Perebutan Narasi dan Pengaruh Diplomasi
Keduanya segera saling lempar tuduhan. Pemerintah Kamboja menyatakan bahwa tindakan pasukan Thailand adalah pelanggaran kedaulatan serta hukum humaniter internasional.
Sebaliknya, Thailand menyebut bahwa pihak Kamboja terlebih dahulu melakukan provokasi dengan menembaki wilayah militer Thailand. Sehingga pasukan mereka hanya menanggapi secara sah.
Dalam menghadapi ketegangan ini. Organisasi regional seperti Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dan pihak donor internasional menyoroti pentingnya langkah diplomasi.
China sebagai negara tetangga bahkan menyerukan agar kedua pihak menahan diri dan menempuh dialog konstruktif.
Baca Juga:
Upaya Evakuasi Warga

Akibat insiden tersebut, pemerintah Kamboja mengevakuasi sekitar 250 keluarga dari desa Prey Chan menuju lokasi lebih aman di kuil Buddha sekitar 30 km dari garis perbatasan.
Warga yang diwawancara menyebut bahwa suara tembakan terdengar mendadak. Membuat mereka panik dan segera berlindung.
Situasi ini memperkuat kekhawatiran bahwa perjanjian gencatan senjata yang disepakati pada akhir Juli dan diperkuat Oktober lalu mulai retak.
Setelah lima hari bentrokan hebat pada Juli mengakibatkan puluhan tewas dan ratusan ribu mengungsi, kesepakatan damai menjadi fondasi tenteram yang kini diuji kembali.
Titik Perselisihan yang Belum Terselesaikan
Akar konflik antara Kamboja dan Thailand terutama terkait klaim wilayah yang belum tuntas sejak era kolonial.
Peta buatan Prancis tahun 1907 dan putusan Mahkamah Internasional tahun 1962 soal wilayah kuil Preah Vihear Temple menjadi bagian dari konteks panjang.
Meskipun telah terjadi beberapa kesepakatan, mekanisme implementasi di lapangan seperti penarikan senjata berat, demiliterisasi perbatasan, dan pemantauan masih belum berjalan secara efektif.
Dalam konteks ini, insiden terbaru menjadi semacam alarm bahwa satu tembakan tunggal bisa memicu spiralisasi konflik lebih besar jika tak direspons dengan cepat dan tepat secara diplomatik.
Reaksi Internasional di Kawasan
Pernyataan keras dari pemerintah Kamboja, yang menuntut penyelidikan independen dan meminta pertanggungjawaban Thailand. Memperkuat gambaran bahwa insiden ini bisa memiliki implikasi serius bagi stabilitas regional.
Di sisi Thailand, reaksi bahwa pihak Kamboja memulai provokasi menambah dimensi propagandistik konflik, di mana masing‑masing negara mengklaim pertahanan diri.
Bagi blok regional seperti ASEAN dan negara‑negara tetangga. Konflik yang berkepanjangan ini memicu kekhawatiran akan dampak kemanusiaan serta potensi penyebaran instabilitas lintas batas. Termasuk pengungsi, ranjau darat, dan pelanggaran kedaulatan yang bisa memicu respons multinasional.
Buat kalian yang ingin mendapatkan berita terbaru dan terupdate setiap hari. Kalian bisa kunjungi Indonesia Kamboja, yang dimana Akan selalu memberikan informasi menarik lainnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari www.theguardian.com