Hubungan Thailand–Kamboja Memanas, Perjanjian Damai Ditangguhkan
Thailand dan Kamboja kembali memanas setelah pemerintah Thailand secara resmi menangguhkan perjanjian damai yang baru saja diteken dua minggu sebelumnya.

Langkah ini mengejutkan banyak pihak karena sebelumnya upaya meredakan konflik perbatasan dianggap sebagai titik balik positif dalam hubungan kedua negara.
Dibawah ini Berita Indonesia Kamboja Akan menguraikan latar belakang, poin utama kesepakatan, alasan penangguhan, reaksi dari kedua belah pihak serta dampak yang mungkin muncul akibat keputusan tersebut.
Latar Belakang Konflik
Konflik antara Thailand dan Kamboja terkait wilayah perbatasan bukanlah isu baru. Keduanya telah lama bersengketa atas batas wilayah yang warisan dari masa kolonial, dan pertempuran yang cukup serius terjadi pada bulan Juli 2025 yang menewaskan puluhan orang dan memaksa ratusan ribu mengungsi.
Setelah lima hari pertempuran, kedua negara menyepakati gencatan senjata darurat. Baru kemudian pada 26 Oktober 2025, di Kuala Lumpur, Malaysia, diteken sebuah deklarasi perdamaian yang oleh sejumlah pihak disebut sebagai “Kuala Lumpur Peace Accord”.
Deklarasi itu menyertakan serangkaian komitmen bersama untuk menarik senjata berat, membersihkan ranjau darat, dan meningkatkan kerjasama lintas batas.
Isi Kesepakatan Thailand–Kamboja
Dalam kesepakatan yang diteken, kedua negara setuju untuk menarik senjata berat di zona perbatasan, melakukan pembersihan ranjau/peluruhan bekas konflik.
Melepaskan tahanan perang, serta memperkuat mekanisme pengawasan dan kerjasama lintas sektor keamanan.
Momen penandatanganan disaksikan oleh Donald Trump mewakili Amerika Serikat dan PM Malaysia Anwar Ibrahim, yang menambah bobot diplomatik perjanjian.
Publik dan komunitas internasional menyambut baik langkah ini sebagai langkah penting menuju stabilitas regional.
Harapan tumbuh bahwa kehadiran pengamat, adanya rencana de-mining, dan komitmen politik akan menahan eskalasi.
Pihak Thailand dan Kamboja sama-sama menyepakati kerangka kerja yang bisa menjadi landasan normalisasi hubungan dan pembangunan kawasan perbatasan yang aman. Namun, harapan ini ternyata belum berlangsung lama.
Baca Juga: Thailand dan Kamboja Batal Berdamai Setelah Ledakan Ranjau di Perbatasan
Alasan Penangguhan Oleh Thailand

Hanya belum genap dua minggu sejak kesepakatan diteken, pihak Thailand memilih menangguhkan seluruh implementasi perjanjian.
Alasannya adalah insiden ledakan ranjau di provinsi Sisaket, dekat wilayah perbatasan, yang melukai dua hingga empat tentara Thailand.
Thailand menduga bahwa ranjau tersebut baru ditanam, dan menuduh Kamboja sebagai pihak yang menempatkan ranjau-ranjau baru, meskipun Kamboja membantah tudingan tersebut dan menyatakan bahwa ranjau berasal dari konflik masa lalu yang belum dinetralisir.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyatakan bahwa situasi keamanan belum membaik seperti yang diharapkan sehingga pihaknya tidak dapat melanjutkan proses implementasi.
Salah satu langkah yang langsung tertunda adalah pembebasan 18 tahanan perang dari Kamboja yang seharusnya dilakukan sebagai bagian dari kesepakatan.
Reaksi Dari Kamboja
Kamboja menanggapi keputusan Thailand dengan keprihatinan, dan menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen pada deklarasi perdamaian yang disepakati.
Pernyataan resmi menyebut bahwa tuduhan penanaman ranjau baru oleh Thailand tidak berdasar dan menunjukkan bahwa masih banyak ranjau lama yang belum dibersihkan di wilayah perbatasan yang sulit dan belum terdemarkasi.
Penangguhan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa seluruh proses perdamaian dan de-eskalasi bisa kembali ke titik nol, mengingat tingginya tingkat ketidakpercayaan antara kedua negara dan kompleksitas masalah perbatasan mereka.
Dampaknya tidak hanya lokal namun juga regional. Stabilitas di kawasan ASEAN bisa terganggu jika satu perjanjian mediasi internasional seperti ini gagal.
Karena bisa menginspirasi aktor konflik lain bahwa kesepakatan bisa dibatalkan cepat-cepat jika ada satu insiden.
Selain itu, keamanan warga sipil di wilayah perbatasan yang sudah lama terdampak konflik pun kembali dalam kondisi rentan.
Buat kalian yang ingin mendapatkan berita terbaru dan terupdate setiap hari. Kalian bisa kunjungi Indonesia Kamboja, yang dimana Akan selalu memberikan informasi menarik lainnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari waspada.co.id
- Gambar Kedua dari www.bola.com