Terungkap! Warga Serang Disiksa Perusahaan Scam di Kamboja, Akhirnya Kabur
Sejumlah warga Serang menjadi korban penyiksaan setelah bekerja di perusahaan scam di Kamboja korban mengalami perlakuan kasar, intimidasi, dan ancaman.
Kejadian ini memicu perhatian pemerintah dan konsulat Indonesia untuk memberikan bantuan, evakuasi, dan perlindungan. Kasus ini menjadi peringatan bagi pekerja Indonesia di luar negeri agar selalu waspada terhadap perusahaan ilegal.
Jangan lewatkan fakta mengejutkan yang sedang ramai diperbincangkan dan viral cuman ada di Berita Indonesia Kamboja.
Warga Serang Kabur Usai Disiksa Perusahaan Scam di Kamboja
Sejumlah warga asal Serang, Banten, dilaporkan menjadi korban penyiksaan setelah bekerja di sebuah perusahaan yang diduga melakukan praktik penipuan (scam) di Kamboja. Para korban mengaku mengalami perlakuan kasar, intimidasi, hingga ancaman fisik dari pihak perusahaan.
Korban menceritakan bahwa mereka awalnya tergiur oleh tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi dan fasilitas lengkap. Namun, setelah tiba di Kamboja, kenyataan yang mereka hadapi sangat berbeda. Banyak janji yang tidak ditepati, sementara tekanan kerja dan perlakuan kasar kerap dialami.
Kejadian ini mendapat perhatian serius dari Kementerian Luar Negeri dan pihak konsulat Indonesia di Kamboja. Pemerintah memastikan akan melakukan evakuasi dan perlindungan bagi warga yang menjadi korban, sekaligus menindak tegas perusahaan yang terbukti melakukan penipuan dan penyiksaan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Trik Perusahaan Scam di Luar Negeri
Berdasarkan keterangan korban, perusahaan scam ini menggunakan modus rekrutmen online dengan janji gaji besar dan fasilitas mewah. Mereka menjanjikan kontrak resmi, asuransi, dan akomodasi layak, sehingga banyak warga tertarik untuk mendaftar.
Namun, sesampainya di lokasi, para pekerja dihadapkan pada kondisi kerja yang tidak manusiawi. Jam kerja dipaksakan hingga larut malam, upah tidak dibayarkan sesuai janji, dan ancaman fisik menjadi cara untuk menekan pekerja agar tidak melapor. Beberapa korban bahkan mengalami penyiksaan langsung, termasuk dipukul dan dikurung di ruang sempit.
“Awalnya kami percaya pada janji mereka. Tapi begitu di sana, kami dipaksa bekerja terus-menerus, dilarang keluar, dan ada ancaman jika berani melapor,” ungkap salah satu korban yang berhasil melarikan diri. Kasus ini menunjukkan bahwa modus perusahaan scam bisa sangat berbahaya dan menimpa pekerja Indonesia di luar negeri.
Baca Juga: Heboh! Dari 10.000 Pecahan, Patung Siwa Menari Kuno Kamboja Hidup Lagi!
Upaya Kabur dan Bantuan Pemerintah
Beberapa korban akhirnya memberanikan diri kabur dari perusahaan tersebut. Mereka berjalan berhari-hari untuk mencapai tempat aman, berkomunikasi dengan keluarga, dan melapor ke pihak konsulat Indonesia. Usaha ini sangat berisiko karena perusahaan kerap memantau pergerakan pekerja dengan ketat.
Konsulat Indonesia di Kamboja segera menyalurkan bantuan, termasuk penginapan sementara, makanan, dan pendampingan hukum. Pemerintah juga bekerja sama dengan pihak kepolisian setempat untuk memastikan keselamatan para korban dan menindak perusahaan yang terbukti melakukan penipuan.
Selain itu, Kementerian Luar Negeri terus melakukan komunikasi intensif dengan keluarga di Indonesia, memberikan arahan, serta memastikan proses pemulangan korban berjalan lancar. Pendampingan psikologis juga disiapkan untuk membantu korban pulih dari trauma fisik maupun mental.
Imbauan Untuk Pekerja Indonesia di Luar Negeri
Kasus ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat Indonesia yang berniat bekerja di luar negeri. Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Luar Negeri menekankan pentingnya memastikan legalitas perusahaan, kontrak resmi, dan mekanisme pelaporan yang jelas sebelum berangkat.
Selain itu, pemerintah mendorong calon pekerja untuk memanfaatkan program pelatihan dan sertifikasi resmi yang disediakan agar lebih siap menghadapi risiko pekerjaan di luar negeri. Pengawasan ketat juga diharapkan mampu mencegah perusahaan ilegal dan scam merugikan pekerja.
“Kasus di Kamboja ini menjadi contoh nyata bahaya perusahaan ilegal. Kami mengimbau masyarakat untuk waspada dan selalu memeriksa legalitas perusahaan sebelum menandatangani kontrak,” jelas pejabat kementerian terkait.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari beritasatu.com
- Gambar Kedua dari beritasatu.com