Terungkap! Kasino Perbatasan Kamboja Ternyata Sarang Penipuan Online

Silakan Share

Terungkap Kasino di perbatasan Kamboja ternyata menjadi sarang penipuan online besar-besaran, Militer Thailand menemukan pusat penipuan lengkap.

Kamboja Ternyata Sarang Penipuan Online

Sekitar 20.000 terduga penipu melarikan diri sebelum serangan, sementara ribuan korban perdagangan manusia diduga terlibat. Operasi ini menyoroti ancaman kejahatan siber transnasional dan perdagangan manusia, serta pentingnya koordinasi internasional.

Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Berita Indonesia Kamboja.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Thailand Kuasai O’Smach Pasca Bentrokan

Pada Kamis (12 Maret), AFP diundang dalam tur yang diselenggarakan militer Thailand ke daerah O’Smach di Kamboja, wilayah yang direbut pasukan Thailand selama bentrokan perbatasan tahun lalu. Wilayah ini menjadi sorotan setelah konflik mematikan di sepanjang perbatasan yang berlangsung selama tiga minggu pada Desember.

Thailand menyatakan bahwa daerah O’Smach telah digunakan sebagai basis operasi oleh militer Kamboja dan sejumlah jaringan penipuan transnasional. Mereka menegaskan bahwa tindakan militer bulan Desember menargetkan fasilitas yang digunakan untuk aktivitas ilegal tersebut.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant Kongsiri, menekankan bahwa serangan terhadap fasilitas ini dilakukan karena lokasi tersebut digunakan sebagai pangkalan militer Kamboja, sekaligus menjadi pusat penipuan yang merugikan korban di berbagai negara.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!

GIF PIALA DUNIA 2026

Kasino dan Pusat Penipuan Disasar Thailand

Pasukan Thailand menyerang beberapa kasino di perbatasan. Dengan dugaan bahwa lokasi tersebut dijadikan sebagai fasilitas penyimpanan senjata dan posisi tembak Kamboja. Pemeriksa lapangan menemukan bahwa di balik kasino-kasino itu terdapat pusat penipuan besar, lengkap dengan skrip panggilan, nomor target, dan kantor penegak hukum palsu dari berbagai negara.

Militer Thailand mengatakan sekitar 20.000 terduga penipu melarikan diri tepat sebelum serangan rudal. Banyak korban perdagangan manusia diperkirakan pernah bekerja di pusat-pusat penipuan daring tersebut, menjadikan operasi ini sebagai bagian dari upaya internasional melawan kejahatan siber dan eksploitasi manusia.

Reruntuhan dan puing-puing yang tersisa menunjukkan evakuasi yang tergesa-gesa oleh ribuan orang. Para jurnalis melihat sendiri latar belakang kantor palsu dari Australia, Kanada, Singapura, dan India, serta tumpukan dokumen yang menunjukkan skala operasi penipuan global.

Baca Juga: Wat Nokor, Keajaiban Abadi Kamboja Yang Memikat Dan Penuh Misteri!

Kamboja Tuduh Thailand Aneksasi O’Smach

Kamboja Tuduh Thailand Aneksasi O’Smach

Sejak gencatan senjata rapuh di akhir Desember, Thailand tetap mempertahankan kehadirannya di O’Smach. Kamboja berulang kali meminta pasukan Thailand untuk menarik diri, menuduh bahwa operasi anti-penipuan dijadikan dalih untuk mengambil alih wilayah secara de facto.

Menteri Informasi Kamboja, Neth Pheaktra, menegaskan bahwa narasi penegakan hukum disalahgunakan untuk membenarkan intervensi militer. Pernyataan ini mencerminkan ketegangan diplomatik yang masih membayangi hubungan kedua negara meski konflik bersenjata telah mereda.

Sementara itu, pihak militer Thailand berargumen bahwa tindakan mereka didasarkan pada keamanan dan perlindungan dari ancaman militer Kamboja. Serta menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi penipuan transnasional.

Kordinasi Internasional Lawan Penipuan

Prapas Sornchaidee dari Angkatan Udara Thailand menekankan pentingnya pengakuan Kamboja atas proliferasi operasi penipuan. Ia menyatakan bahwa koordinasi antara Thailand, Kamboja, dan negara lain akan lebih efektif untuk mengatasi masalah penipuan daring dan perdagangan manusia.

Beberapa individu terkait pusat penipuan di O’Smach telah dikenai sanksi oleh Washington pada 2024 atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk perlakuan terhadap pekerja yang dipaksa bekerja di fasilitas ilegal. Meski ada penolakan dari pihak yang dituduh, langkah ini menunjukkan perhatian internasional terhadap kasus tersebut.

Thailand menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap jaringan penipuan daring tidak hanya penting untuk keamanan regional. Tetapi juga untuk melindungi ribuan korban dari perdagangan manusia dan kejahatan siber global. Dengan pemantauan dan koordinasi internasional, diharapkan operasi serupa dapat dicegah di masa depan.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari cnbcindonesia.com
  • Gambar Kedua dari cnbcindonesia.com