PANAS! Kamboja Tekan Thailand Soal Batas Wilayah, Ketegangan Meledak
Ketegangan memuncak ketika Kamboja menekan Thailand terkait sengketa batas wilayah, memicu konflik terbuka dan kekhawatiran akan stabilitas kawasan.
Ketegangan di perbatasan Kamboja–Thailand memanas setelah bentrokan bersenjata yang menewaskan puluhan prajurit dan mengungsikan ribuan warga. Perdana Menteri Hun Manet mendesak demarkasi batas secara damai melalui mekanisme bersama. Konflik ini dinilai mengancam stabilitas kawasan dengan saling tuding pelanggaran wilayah.
Berikut ini Situasi Terkini Kamboja–Thailand akan mengulas perkembangan sengketa batas wilayah, eskalasi ketegangan, serta upaya penyelesaian yang dilakukan kedua pihak.
Latar Belakang Sengketa
Sengketa perbatasan Kamboja-Thailand berakar sejak satu abad lalu, terutama di sekitar kuil-kuil kuno seperti Prasat Ta Muen Thom. Insiden kecil seperti pencegahan nyanyian lagu kebangsaan Kamboja oleh tentara Thailand memicu ketegangan awal pada Februari 2025. Baku tembak pertama pecah pada 24 Juli 2025, menewaskan 12 orang dan meluas ke provinsi Ubon Ratchathani serta Surin.
Bentrokan eskalasi pada Desember 2025, dengan Kamboja dituduh menyerang pos Thailand, merenggut satu nyawa prajurit dan melukai empat lainnya. Ribuan warga Thailand dievakuasi, sementara Kamboja menyangkal keterlibatan. Gencatan senjata sementara ditengahi Presiden AS Donald Trump pada Juli dan Oktober 2025, tapi rapuh.
Situasi memburuk Februari 2026, saat baku tembak lagi terjadi. Thailand tuduh Kamboja langgar kesepakatan, Phnom Penh bantah. Lebih dari satu juta orang mengungsi sepanjang 800 km perbatasan, merugikan ekonomi lokal parah.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Posisi Keras Kamboja
PM Hun Manet tegas minta Thailand patuhi mekanisme Joint Boundary Commission (JBC) untuk demarkasi damai. Ia sebut Thailand pasang kontainer dan kawat berduri di wilayah Kamboja, halangi warga pulang. “Ini fakta lapangan, bukan tuduhan,” ujarnya dalam wawancara internasional.
Kamboja tekankan cinta damai dan hormati wilayah, tuntut militer Thailand ikut proses sepakat. Hun Manet tolak pelanggaran kedaulatan, ancam respons jika diteruskan. Pernyataan tersebut disampaikan pada 11 April 2026 dan kembali menegaskan sikap konsisten Kamboja dalam menjunjung hukum internasional serta perjanjian bilateral.
Phnom Penh tolak negosiasi di bawah tekanan, tapi siap dialog multilateral. Mereka soroti sejarah kolonial Prancis yang kabur batas, desak peta asli 1907. Ketegangan ini ganggu hubungan ASEAN.
Baca Juga: Terbongkar! Sindikat Penipuan CS Blibli di Riau, Eks Pekerja Kamboja Ditangkap
Respons Thailand dan Eskalasi
Perdana Menteri Anutin Charnvirakul menolak negosiasi dan menuntut Kamboja mengikuti langkah Thailand. Militer Thailand dilaporkan merebut wilayah sengketa di Trat pada Desember 2025 dengan dukungan F-16 Fighting Falcon dan artileri, serta membangun pangkalan permanen. Pertempuran sengit tersebut menyebabkan lima prajurit mengalami luka.
Pada Februari 2026, Thailand kembali menuduh Kamboja melanggar kesepakatan gencatan senjata. Pasukan marinir di Trat disebut mengusir pasukan Kamboja dari Ban Nong Ri dalam operasi lanjutan. Situasi dinilai tetap rapuh dan berpotensi memicu bentrokan baru meskipun telah ada upaya mediasi oleh Donald Trump.
Pemerintah Bangkok memperkuat pos penjagaan dan menutup sejumlah perlintasan perbatasan. Dampaknya, masyarakat mengalami kerugian besar akibat terhentinya aktivitas perdagangan. Thailand tetap mengklaim wilayah tersebut berdasarkan peta modern dan menolak mekanisme Joint Boundary Commission secara penuh.
Dampak dan Upaya Perdamaian
Konflik menyebabkan puluhan korban jiwa, jutaan orang mengungsi, dan kondisi ekonomi memburuk. Warga di wilayah perbatasan kesulitan melintas, aktivitas perdagangan terhenti, dan sektor pariwisata mengalami penurunan tajam. Situasi politik di kedua negara turut terguncang dengan meningkatnya kritik dari pihak oposisi.
Upaya damai termasuk KTT ASEAN Kuala Lumpur Oktobr 2025, disaksikan Trump. JBC dibentuk, tapi mandek karena tuduhan okupasi. Komunitas internasional desak dialog, khawatir perang regional.
Masa depan konflik ini sangat bergantung pada komitmen kedua pihak untuk menahan diri. Penyelesaian melalui demarkasi wilayah yang adil, termasuk opsi melalui Mahkamah Internasional, dinilai dapat menjadi jalan keluar. Hubungan Kamboja dan Thailand memerlukan langkah de-eskalasi demi menjaga stabilitas kawasan ASEAN.
Ikuti terus perkembangan terbaru dan jangan sampai terlewatkan informasi penting seputar Situasi Terkini Kamboja–Thailand setiap harinya.
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari: asatunews.co.id
Gambar Kedua dari: nationthailand.com