Geger! Kabar Warga Kuningan Terjebak di Kamboja, Bupati Siap Turun Tangan

Silakan Share

Warga Kabupaten Kuningan kembali menjadi sorotan setelah kabar seorang warga Kelurahan Cipari diduga terjebak penipuan kerja di Kamboja.

Terjebak di Kamboja, Bupati Siap Turun Tangan

Kasus ini mengingatkan publik pada insiden serupa sebelumnya yang viral. Bupati Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar, menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Disnakertrans untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya dan tempat wisata hanya ada di Berita Indonesia Kamboja.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Kuningan Waspada, Korban Penipuan Kerja Luar Negeri

Kasus penipuan kerja kembali menimpa warga Kabupaten Kuningan. Setelah sebelumnya viral kasus warga yang terjebak di Kamboja, kini muncul laporan baru dari warga Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, yang diduga mengalami nasib serupa. Korban dilaporkan berangkat bekerja ke luar negeri namun mengalami dugaan eksploitasi tenaga kerja.

Kabar ini awalnya belum sampai ke Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. Saat dikonfirmasi pada Sabtu (28/3/2026) siang, Bupati mengaku terkejut dan menyatakan, “Belum,” singkat mengenai informasi tersebut.

Bupati menambahkan bahwa kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam menerima tawaran kerja di luar negeri. Ia menekankan bahwa sebelumnya telah menghimbau warga bersama Kapolri agar berhati-hati dengan modus penipuan serupa.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Bupati Kuningan Ingatkan Warga Hati-Hati Tawaran Kerja

Menanggapi kabar warga Cipari, Bupati Dian kembali menegaskan imbauannya agar masyarakat berhati-hati. Ia mengingatkan pengalaman sebelumnya ketika pemerintah memulangkan warga Kuningan yang menjadi korban penipuan kerja dan perdagangan orang (TPPO) di Kamboja.

“Makanya saya dulu menghimbau bersama Kapolri, hati-hati menerima tawaran (kerja) di luar negeri,” jelas Bupati. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah daerah menyadari risiko yang sering terjadi pada warga yang tergiur tawaran kerja luar negeri tanpa prosedur resmi.

Bupati menyebutkan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan KBRI untuk mencegah kasus serupa. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama, termasuk memastikan prosedur legal dan keamanan sebelum berangkat bekerja ke luar negeri.

Baca Juga: Krisis Energi Hebat Melanda Kamboja! Dampak Perang Iran Bikin BBM Langka dan Harga Meledak

Korban AS Mengadu ke KBRI Setelah Terisolasi di Kamboja

Korban AS Mengadu ke KBRI Setelah Terisolasi di Kamboja

Kasus terbaru melibatkan seorang warga Kelurahan Cipari bernama AS. Ia dilaporkan menjadi korban penipuan dan eksploitasi tenaga kerja di luar negeri. Meski sempat terisolasi, AS berhasil melarikan diri dan mengadu ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di luar negeri.

Kronologi bermula ketika AS mengenal seorang agen melalui Facebook pada pertengahan Desember 2024. Agen tersebut menjanjikan pekerjaan di restoran Padang di luar negeri. Karena percaya, AS mengikuti instruksi agen, termasuk melakukan perjalanan ke Jakarta untuk mengurus paspor dan mengikuti semua prosedur yang dijanjikan.

Namun nasib malang menimpa AS saat check-in di Bandara Soekarno-Hatta. Petugas menilai tujuan perjalanannya ke Malaysia bukan untuk bekerja, melainkan berlibur. AS pun sempat ditolak dan diarahkan kembali ke hotel oleh agen. Setelah menunggu beberapa jam, ia akhirnya diizinkan berangkat ke Malaysia dan dilanjutkan ke Kamboja dalam perjalanan yang penuh risiko.

Pemkab Kuningan Segera Koordinasi Disnakertrans

Menanggapi kasus AS, Bupati Kuningan segera berencana mengambil langkah konkret. Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat untuk menindaklanjuti laporan ini dan memberikan perlindungan kepada korban.

“Nanti saya koordinasi dengan Kadisnaker, Pak Toto,” ujar Bupati. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penanganan korban serta mencegah kasus serupa terjadi di masa mendatang.

Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang modus-modus penipuan kerja di luar negeri.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari kuninganmass.com
  • Gambar Kedua dari kuninganmass.com