Geger! Sekali Liburan Bisa Jelajah 3 Negara, Vietnam-Laos-Kamboja Siapkan Wisata Bareng
Vietnam, Laos, dan Kamboja siapkan konsep wisata bersama yang memungkinkan wisatawan menjelajahi tiga negara dalam satu perjalanan lewat One Journey, Three Destinations.
Kesepakatan tersebut muncul dalam Konferensi Menteri Pariwisata Vietnam-Laos-Kamboja pertama di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada Rabu (26/8/2026). Ketiga negara juga menyusun rencana aksi bersama untuk periode 2026-2028 dengan fokus pada konektivitas, promosi, serta pengembangan produk wisata lintas negara.
Konsep Wisata Tiga Negara Mulai Digarap
Konsep ini menawarkan pengalaman yang cukup menarik bagi wisatawan. Mereka tidak perlu memilih satu negara saja ketika ingin menjelajahi kawasan Mekong. Dalam satu rangkaian perjalanan, wisatawan dapat menikmati karakter Vietnam, Laos, dan Kamboja yang punya budaya serta lanskap berbeda.
Melansir VN Express, program tersebut mencakup pengembangan paket wisata lintas negara, konektivitas transportasi, dan promosi bersama. Pemerintah ketiga negara ingin membuat perjalanan antarnegara terasa lebih mudah sekaligus mendorong wisatawan tinggal lebih lama di kawasan tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Vietnam, Laos, dan Kamboja Punya Daya Tarik Berbeda
Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Vietnam, Lam Thi Phuong Thanh, menilai ketiga negara memiliki potensi yang saling melengkapi. Vietnam menawarkan perpaduan kota modern, garis pantai, serta kekayaan sejarah, sementara Laos dikenal dengan suasana yang lebih tenang dan warisan budaya yang kuat.
Kamboja juga memiliki daya tarik tersendiri lewat situs bersejarah, tradisi lokal, dan destinasi wisata yang sudah dikenal wisatawan internasional. Ketiganya berada dalam kawasan Sungai Mekong sehingga kerja sama pariwisata memiliki dasar geografis yang cukup kuat.
Baca Juga:Â 7.771 WNI Tinggalkan Pusat Scam Kamboja, Kemenlu Pastikan Tak Ada Korban TPPO
Ho Chi Minh City Bisa Jadi Pintu Masuk Wisatawan
Ketua Komite Rakyat Ho Chi Minh City, Nguyen Van Duoc, menyebut konsep tersebut dapat membuka kesempatan bagi wisatawan untuk menikmati lebih banyak budaya dan lanskap dalam satu perjalanan. Kota Ho Chi Minh juga diproyeksikan menjadi salah satu penghubung perjalanan tiga negara menuju pasar internasional.
Konektivitas penerbangan menjadi salah satu modal penting dalam rencana ini. Selain itu, hubungan perdagangan dan jaringan perusahaan pariwisata juga dapat membantu membentuk paket perjalanan yang lebih terintegrasi. Jika koneksi transportasi semakin lancar, wisatawan berpotensi mengatur perjalanan lintas negara dengan waktu yang lebih efisien.
31,3 Juta Turis Jadi Modal Besar
Potensi pasar wisata tiga negara ini cukup besar. Pada 2025, Vietnam, Laos, dan Kamboja secara gabungan menerima 31,3 juta wisatawan mancanegara. Angka tersebut naik 10,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari jumlah itu, sekitar 3,2 juta wisatawan melakukan perjalanan di antara Vietnam, Laos, dan Kamboja. Data tersebut menunjukkan bahwa perjalanan lintas tiga negara sudah memiliki peminat. Pemerintah ketiganya kini ingin memperluas tren tersebut dengan menawarkan rute dan paket wisata yang lebih terkoordinasi.
Pendapatan pariwisata ketiga negara juga mendekati USD 45,6 miliar atau sekitar Rp809,74 triliun. Besarnya nilai ekonomi tersebut menjadi alasan kuat bagi ketiga pemerintah untuk memperkuat kerja sama sektor pariwisata.
Enam Fokus Kerja Sama hingga 2028
Rencana aksi 2026-2028 mencakup enam bidang utama. Ketiganya akan mengembangkan paket wisata bersama, memperkuat promosi dan pemasaran, serta meningkatkan konektivitas transportasi. Mereka juga akan mendorong pengembangan kuliner sebagai bagian dari pengalaman wisata lintas negara.
Selain itu, kerja sama mencakup wisata berkelanjutan berbasis masyarakat serta hubungan yang lebih erat dengan pelaku usaha dan mitra internasional.
Konferensi menteri berikutnya akan berlangsung di Laos pada 2027. Pertemuan tersebut akan menjadi kesempatan bagi ketiga negara untuk mengevaluasi perkembangan program sekaligus menentukan langkah berikutnya.
Jika rencana berjalan sesuai target, konsep One Journey, Three Destinations bisa menjadi pilihan baru bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Asia Tenggara dalam satu perjalanan.