Tertipu Kerja di Kamboja! Pemkab Aceh Barat Bergerak Pulangkan Warganya
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat membantu proses pemulangan SH, warga Desa Pasi Pinang, Kecamatan Meureubo, yang menjadi korban penipuan tawaran pekerjaan hingga akhirnya dibawa ke Kamboja.
SH sebelumnya menerima tawaran bekerja di sebuah restoran di Malaysia dengan iming-iming gaji besar. Namun, perjalanan tersebut justru membawa dirinya ke Kamboja dan membuatnya menghadapi kondisi yang jauh berbeda dari janji awal. Simak ulasan lengkapnya dari Berita Terkini Indonesia Kamboja.
Berawal dari Tawaran Kerja di Malaysia
Kasus yang dialami SH bermula ketika ia mendapat tawaran pekerjaan di Malaysia. Tawaran tersebut menarik perhatian karena menjanjikan pekerjaan di restoran dengan gaji yang cukup besar.
SH kemudian mengikuti proses keberangkatan karena berharap bisa memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang lebih baik. Namun, situasi berubah setelah ia tiba di luar negeri.
Alih-alih bekerja di Malaysia sesuai kesepakatan awal, SH justru dibawa menuju Kamboja. Perubahan tujuan tersebut membuat rencana yang sebelumnya ia bayangkan berubah total.
Kondisi itu juga membuat SH menghadapi persoalan lain. Ia tidak bekerja sesuai bidang yang dijanjikan dan tidak menerima gaji seperti yang sebelumnya ditawarkan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Sampai di Kamboja, Pekerjaan Tak Sesuai Janji
Setelah tiba di Kamboja, SH mengetahui bahwa pekerjaan yang menantinya berbeda dari informasi yang ia terima sebelumnya. Ia harus menjalani pekerjaan yang tidak sesuai dengan tawaran awal.
Persoalan semakin berat karena SH tidak mendapatkan gaji. Kondisi tersebut membuatnya berada dalam situasi sulit dan membutuhkan bantuan untuk kembali ke Indonesia.
Kasus seperti ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri, terutama jika perekrut menjanjikan penghasilan besar tanpa memberikan informasi pekerjaan secara jelas.
Calon pekerja juga perlu memeriksa perusahaan, lokasi pekerjaan, jenis tugas, kontrak, hingga jalur keberangkatan sebelum menerima tawaran. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko menjadi korban penipuan.
Baca Juga:Â Indonesia Desk Resmi Beroperasi di Kamboja, Ini yang Perlu Diketahui WNI
Pemkab Aceh Barat Turun Tangan Bantu Pemulangan
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kemudian membantu proses kepulangan SH ke daerah asalnya. Pemerintah daerah berkoordinasi agar warga tersebut dapat kembali berkumpul dengan keluarganya.
Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM mengatakan SH telah tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh pada Sabtu (16/8/2026). Setelah tiba di Aceh, pemerintah daerah membantu proses pemulangan SH menuju Aceh Barat.
Kepulangan tersebut menjadi kabar penting bagi keluarga yang sebelumnya menunggu kepastian kondisi SH. Pemerintah daerah berharap warga tersebut dapat segera kembali ke rumah dan bertemu dengan keluarganya.
Keluarga Akhirnya Bisa Menunggu Kepulangan SH
Kepulangan SH tentu menjadi momen yang melegakan bagi keluarganya. Setelah menghadapi situasi sulit di luar negeri, ia akhirnya memiliki kesempatan untuk kembali ke lingkungan tempat tinggalnya.
Peristiwa tersebut juga menunjukkan pentingnya dukungan pemerintah ketika warga menghadapi persoalan di luar negeri. Koordinasi antarpihak menjadi salah satu kunci agar proses pemulangan dapat berjalan dengan baik.
Pemerintah daerah juga memiliki peran dalam memastikan warga mendapat pendampingan setelah kembali. Langkah tersebut penting agar korban bisa memulihkan kondisi dan kembali menjalani aktivitas bersama keluarga.
Warga Diminta Lebih Waspada Tawaran Kerja
Kasus SH menjadi pelajaran bagi masyarakat yang ingin mencari pekerjaan di luar negeri. Tawaran gaji tinggi memang terdengar menarik, tetapi calon pekerja tetap perlu mengecek seluruh informasi sebelum berangkat.
Masyarakat sebaiknya memastikan perusahaan yang menawarkan pekerjaan memiliki identitas dan alamat yang jelas. Selain itu, calon pekerja perlu memahami isi kontrak, posisi pekerjaan, besaran gaji, serta negara tujuan sejak awal.
Jangan hanya mengandalkan komunikasi melalui pesan singkat atau media sosial. Calon pekerja juga perlu memastikan proses keberangkatan mengikuti jalur resmi dan melibatkan pihak yang memiliki kewenangan.
Pengalaman SH menunjukkan bagaimana tawaran pekerjaan yang terlihat menjanjikan dapat berubah ketika seseorang sudah berada di luar negeri. Karena itu, kewaspadaan menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kini membantu SH kembali ke daerah asalnya. Kepulangan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu lebih berhati-hati ketika menerima tawaran kerja ke luar negeri agar tidak terjebak dalam kondisi serupa.