Geger Bali! Modus Licik Jaringan Kamboja Terbongkar, Cara Pelaku Bikin Geleng Kepala
BNNP Bali membongkar jaringan narkotika asal Kamboja setelah menangkap GAS alias Boing di Denpasar dengan sejumlah barang bukti terlarang.
Penangkapan tersebut mengungkap cara baru pelaku menyembunyikan narkotika. Petugas menemukan berbagai jenis barang terlarang dengan metode penyelundupan yang cukup mengejutkan.
Berita Terkini Indonesia Kamboja akan mengulas pengungkapan jaringan narkotika internasional asal Kamboja yang terbongkar di Bali, termasuk modus penyelundupan dan perkembangan penyelidikan BNNP Bali.
BNNP Bali Ungkap Aksi Pelaku Saat Ambil Paket Rahasia
Kasus ini berawal dari analisis intelijen BNNP Bali bersama Kanwil DJBC Bali Nusra. Kedua instansi mencurigai adanya pengiriman paket yang membawa narkotika menuju wilayah Denpasar.
Kepala BNNP Bali Brigjen Putu Putera Sadana kemudian memerintahkan Tim Bidang Pemberantasan untuk menyelidiki informasi tersebut.
Petugas menjalankan strategi controlled delivery untuk melacak penerima paket. Strategi itu berhasil membawa petugas kepada GAS alias Boing ketika ia mengambil paket misterius tersebut.
Petugas langsung memeriksa isi paket di lokasi. Mereka menemukan sejumlah barang yang mengarah pada dugaan peredaran narkotika.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pelaku Sembunyikan Narkoba dalam Knalpot Bekas
GAS alias Boing memakai cara tidak biasa untuk menyamarkan barang terlarang. Ia memasukkan narkotika ke dalam knalpot sepeda motor bekas agar paket terlihat seperti barang biasa.
Petugas menemukan 19 paket cartridge vape berisi etomidate dan ganja dengan berat 11,12 gram neto dari dalam knalpot tersebut.
Modus ini menunjukkan bahwa jaringan pengedar terus mencari cara baru untuk menghindari pemeriksaan. Mereka memanfaatkan benda sehari-hari sebagai tempat penyimpanan narkotika.
BNNP Bali terus mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk penyelundupan yang semakin beragam.
Baca Juga:Â Viral Sam Meychou Jadi Tahanan Tercantik di Kamboja, Siapa Dia dan Kena Kasus Apa?
Barang Bukti Tambahan Muncul dari Kamar Pelaku
Setelah memeriksa paket tersebut, petugas melanjutkan penyelidikan ke tempat tinggal GAS alias Boing.
Petugas menemukan barang bukti tambahan berupa 64,5 butir ekstasi dan tiga saset cairan kental yang diduga sebagai narkotika jenis happy water.
Temuan itu membuat petugas semakin yakin bahwa tersangka memiliki hubungan dengan jaringan peredaran narkotika yang lebih besar.
Tim penyidik kemudian memeriksa komunikasi tersangka untuk mencari informasi mengenai pihak lain yang ikut terlibat.
Jejak Digital Ungkap Hubungan dengan Jaringan Kamboja
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan GAS alias Boing mengaku mendapat arahan dari pria bernama Sangap yang berada di Kamboja.
Menurut pengakuan tersangka, Sangap meminta dirinya mengambil paket yang berasal dari Medan. Pengirim paket tersebut memiliki identitas Bang Gogon.
GAS mengaku tidak mengenal langsung Bang Gogon. Petugas masih mendalami hubungan antara para pihak untuk membongkar jaringan secara menyeluruh.
BNNP Bali juga terus menelusuri komunikasi dan aliran pergerakan barang untuk mencari anggota jaringan lainnya.
BNNP Bali Perkuat Pengawasan Peredaran Narkoba
Brigjen Putu Putera Sadana menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini menunjukkan pentingnya kerja sama antarinstansi dalam menghadapi peredaran narkotika.
Menurutnya, Bali menjadi wilayah strategis yang harus mendapat perhatian karena memiliki banyak aktivitas internasional sebagai tujuan wisata dunia.
BNNP Bali akan terus meningkatkan pengawasan untuk mencegah jaringan narkoba masuk dan berkembang di wilayah tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengedar terus menciptakan berbagai cara baru untuk menyelundupkan narkotika. Masyarakat juga memiliki peran penting dengan melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.