Kisah Pilu IRT Binjai: Suami Pergi Cari Kerja ke Kamboja, Pulang Tinggal Nama

Silakan Share

Kisah pilu datang dari seorang ibu rumah tangga asal Binjai, Sumatera Utara, yang harus kehilangan suaminya saat bekerja di Kamboja.

Kisah Pilu IRT Binjai: Suami Pergi Cari Kerja ke Kamboja, Pulang Tinggal Nama

Sang suami, Rasdy Fauzi (39), meninggal dunia dalam kondisi yang penuh tanda tanya setelah berjuang mencari penghidupan di luar negeri.

Kabar duka itu tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, tetapi juga membuka cerita tentang beratnya tekanan ekonomi yang mendorong banyak orang nekat bekerja jauh dari tanah air. Simak ulasan lengkap dari Berita Terkini Indonesia Kamboja.

Dari Harapan Kerja, Berujung Kabar Duka dari Kamboja

Kiki Tresia masih mengingat jelas momen saat kabar kematian suaminya datang pada Minggu dini hari (3/5/2026). Keluarga menerima informasi itu dari rekan kerja Rasdy di Kamboja. Dengan suara bergetar, Kiki berkata, “Kata temannya, suami stres karena bonusnya dilarikan orang. Tiga hari dia tidak makan, hanya minum kopi dan merokok.”

Kiki juga menyebut kondisi suaminya memburuk sebelum meninggal. Ia menduga Rasdy mengalami gangguan kesehatan karena tekanan fisik dan mental yang berat selama bekerja di luar negeri.

Sulit Kerja di Indonesia, Rasdy Ambil Jalan Berat

Sebelum berangkat ke luar negeri, Rasdy sempat bekerja sebagai sales di PT Mayora. Namun kontraknya berakhir pada akhir 2024. Setelah itu, ia berusaha mencari pekerjaan baru di dalam negeri.

Kiki menceritakan, “Setelah kontrak putus, dia cari kerja. Tapi tiga bulan lebih dia tidak dapat kerja.” Kondisi itu membuat ekonomi keluarga semakin tertekan, apalagi Kiki juga menderita diabetes dan membutuhkan biaya pengobatan rutin.

Baca Juga: Viral! Warga Tasikmalaya Nyaris Dijual ke Kamboja, Modus Lowongan Telegram Terbongkar

Gaji 5 Juta Jadi Harapan, Kamboja Jadi Pilihan

Kisah Pilu IRT Binjai: Suami Pergi Cari Kerja ke Kamboja, Pulang Tinggal Nama

Di tengah kesulitan, Rasdy menerima tawaran kerja di Kamboja dengan gaji sekitar 300 dolar AS atau sekitar Rp 5 juta per bulan. Meski keluarga sempat menolak karena khawatir dengan risiko kerja di luar negeri, Rasdy tetap mengambil keputusan berangkat.

Ia berangkat melalui Bandara Kualanamu pada 28 Februari 2025. Ia berharap pekerjaan itu bisa memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya dan membantu biaya pengobatan istrinya.

Bonus Rp 30 Juta Jadi Harapan Terakhir

Di Kamboja, Rasdy tinggal di mess perusahaan di wilayah Poipet, perbatasan Thailand. Ia rutin mengirimkan sebagian gajinya untuk keluarga di Binjai. Namun situasi berubah ketika perusahaan tempatnya bekerja dirazia pada pertengahan April 2026.

Pihak perusahaan kemudian menghentikan kontraknya dan meminta Rasdy pulang ke Indonesia. Namun ia memilih bertahan karena masih menunggu bonus sekitar Rp 20 juta hingga Rp 30 juta yang dijanjikan cair pada Mei.

Kiki mengatakan, “Saya sudah bilang pulang saja, tapi dia tunggu bonus itu karena jumlahnya cukup besar.”

Jenazah Masih di Kamboja, Keluarga Menunggu Kepulangan

Hingga kini, jenazah Rasdy masih berada di Kamboja di lokasi tempat ia tinggal. Kabar dari teman-temannya menyebut proses pemulangan belum berjalan lancar.

Kiki mengungkapkan, “Katanya jenazah masih di mess, padahal sudah beberapa hari.” Kondisi ini membuat keluarga semakin terpukul karena mereka belum bisa membawa pulang Rasdy ke tanah air.

Kiki bersama keluarga sudah menghubungi pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk meminta bantuan pemulangan jenazah. Namun mereka masih menunggu koordinasi dengan pihak kepolisian setempat.

Harapan Terakhir: Pulangkan Suami ke Tanah Air

Kini Kiki hanya memiliki satu harapan sederhana, yaitu bisa memakamkan suaminya di kampung halaman. Ia ingin melihat untuk terakhir kalinya sosok yang selama ini berjuang keras demi keluarga.

Dengan suara lirih, ia berkata, “Saya hanya ingin dia pulang supaya bisa kami makamkan di Binjai.”

Kisah ini menjadi potret nyata betapa kerasnya tekanan ekonomi yang mendorong seseorang mengambil risiko besar, hingga berujung pada tragedi yang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Untuk informasi terbaru mengenai seputran kamboja anda bisa mengunjungi Berita Terkini Indonesia Kamboja yang pastinya kami berikan berita-berita terupdate.