Kuil Singa Kampong Thom Kembali Mengaum Setelah Ribuan Tahun!
Setelah ribuan tahun tersembunyi, Kuil Singa di Kampong Thom kembali ditemukan, memamerkan kemegahan dan misterinya.
Selama berabad-abad, hutan Kampong Thom telah mendekap erat Kuil Singa, sebuah permata arsitektur yang terlupakan. Akar-akar pohon merayap membelah bata, sulur-sulur tanaman melilit ambang pintu, dan lapisan tanah perlahan menelan dasarnya. Kini, kuil yang berusia berabad-abad itu bangkit kembali, setelah restorasi cermat yang mengungkap keindahan dan sejarahnya.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Situasi Terkini Kamboja.
Menguak Sejarah Yang Terlupakan
Kuil Singa, juga dikenal sebagai Kuil Tao (Tao berarti “singa” dalam bahasa Khmer), merupakan bagian kota kuno Isanapura, kini Sambor Prei Kuk. Situs ini adalah kompleks luas kuil bata pra-Angkorian abad ke-7 dan ke-8, sekitar 200 kilometer utara Phnom Penh. Pada 2017, Sambor Prei Kuk diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, menegaskan pentingnya sejarahnya.
Kuil ini memiliki ciri arsitektur Chenla, didominasi bata dengan detail batu pasir. Keindahan Kuil Singa terlihat pada pahatan ambang pintu yang halus, motif bunga rumit, dan patung singa perkasa di pintu masuk. Patung-patung singa ini, salah satu contoh paling awal patung singa Khmer, menjadi standar bagi gaya-gaya berikutnya.
Restorasi Kuil Singa dimulai pada tahun 2021 dan selesai pada akhir tahun 2025. Proses ini dipimpin oleh arsitek Kamboja, Chan Vitharong, dari Otoritas Nasional Sambor Prei Kuk, yang memastikan keaslian kuil tetap terjaga. Proyek ini memakan waktu lebih lama dari perkiraan karena kerusakan pondasi yang ternyata jauh lebih parah dari dugaan awal.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Tantangan Dan Metode Restorasi
Kerusakan pondasi Kuil Tao jauh lebih parah dibanding kuil lain di Sambor Prei Kuk, seperti Yeay Poan dan Sambor. Pondasi setinggi 1,6 meter yang terkubur sedimen, bata runtuh, vegetasi membusuk, dan reruntuhan masonry memerlukan perhatian. Pembersihan mengungkap lapisan lantai batu pasir dan lapisan laterit lebih tua di bawahnya.
Intervensi restorasi dilakukan secara minimal, hanya sekitar 30 persen dari struktur yang diintervensi, dengan tujuan utama melestarikan material asli sebanyak mungkin. Stabilisasi dan penguatan sudut-sudut pondasi menjadi prioritas. Kini, pengunjung dapat berjalan di sekitar platform yang ditinggikan tanpa perlu tangga kayu sementara yang mengganggu pemandangan.
Salah satu tantangan terbesar adalah vegetasi yang lebat, yang telah menyatu dengan struktur kuil. Akar-akar pohon yang menembus pondasi dapat memisahkan bata dan menyebabkan kerusakan parah. Dalam pekerjaan konservasi, prinsip utama adalah menggunakan kembali bata asli sebanyak mungkin, dan bata baru hanya digunakan jika sangat diperlukan.
Baca Juga: Heboh! Mayoritas Admin Judi Online Indonesia Bekerja Dari Kamboja!
Mengintip Detail Artistik Dan Arsitektur
Jika diperhatikan, bata baru ditandai secara halus untuk membedakannya dari bata asli. Selain itu, bata baru tidak memiliki motif pahatan seperti yang terlihat pada bata asli, meskipun seiring waktu pelapukan mungkin akan membuat keduanya terlihat serupa. Dokumen restorasi menjadi rujukan utama untuk mengetahui detail restorasi yang dilakukan.
Di bagian atas kuil, pekerjaan difokuskan pada konsolidasi. Bata asli diperkuat dengan resin epoksi, fiberglass, dan terkadang penyangga baja nirkarat. Ukiran “istana terapung” pada dinding dibiarkan tidak tersentuh. Sebuah penutup tembus cahaya dipasang di bagian atas untuk mencegah air hujan masuk, sambil tetap memungkinkan cahaya alami menerangi interior.
Kuil Tao memiliki keunikan berupa pintu palsu yang terlihat halus dan tanpa dekorasi, menimbulkan spekulasi bahwa pembangunnya mungkin sedang bereksperimen. Secara artistik, Kuil Tao memadukan gaya Prei Khmeng dan Kampong Preah, terlihat jelas pada ambang pintu batu pasir pahatan halus dengan motif bunga yang rumit, yang terbuat dari balok batu pasir monolitik tunggal.
Menggali Makna Dan Signifikansi
Awalnya, dewa yang diabadikan di Kuil Tao tidak diketahui karena tidak adanya prasasti. Namun, selama penggalian, fragmen alas ditemukan di sebuah ruangan bawah tanah sedalam delapan meter. Dengan mempelajari fragmen-fragmen ini, para arkeolog menyimpulkan bahwa kuil tersebut didedikasikan untuk Dewa Shiva.
Jejak 14 struktur satelit di sekitar kuil juga ditemukan, meskipun semuanya telah runtuh. Sebuah kolam buatan manusia yang besar, dibangun dengan lapisan batu bertingkat, terletak di timur laut. Sambor Prei Kuk, sebagai salah satu kota kuno Kamboja yang pertama kali direncanakan secara geometris, memiliki pengaruh besar pada kota-kota Khmer berikutnya.
Kuil Tao, dengan tinggi sekitar 22 meter, merupakan salah satu dari tiga kuil utama Sambor Prei Kuk. Kompleks kuil ini dikelilingi oleh dua dinding persegi, dengan dinding bagian dalam berukuran sekitar 145 x 135 meter dan dinding luar 280 x 270 meter. Baik dinding dalam maupun luar memiliki gerbang di sisi timur dan barat.
Jangan lewatkan Situasi Terkini Kamboja beserta informasi inspiratif lain untuk menambah wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari cambodianess.com
- Gambar Kedua dari cambodianess.com