Harga Tiket Melonjak! Pemulangan WNI Korban Scam Dari Kamboja Tersendat!
Pemulangan WNI korban scam dari Kamboja tersendat karena harga tiket pesawat melonjak, membuat banyak korban menunggu lebih lama.
Proses pemulangan WNI korban penipuan lowongan kerja di Kamboja menghadapi hambatan serius. Tingginya harga tiket pesawat menjadi faktor utama yang memperlambat repatriasi. Akibatnya, banyak korban harus menunggu lebih lama di penampungan atau menanggung biaya kepulangan sendiri.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Situasi Terkini Kamboja.
Kendala Pemulangan Akibat Harga Tiket Tinggi
Tingginya harga tiket pesawat rute Kamboja-Indonesia menjadi kendala utama dalam proses pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) korban penipuan berkedok lowongan kerja (job scam). Situasi ini menyebabkan kepulangan ratusan korban menjadi tersendat, menunda harapan mereka untuk kembali ke tanah air. Banyak dari mereka masih tertahan di penampungan tanpa kepastian.
Pada hari Minggu (2/3/2026), tidak ada korban loker scam yang dapat dipulangkan ke Indonesia. Hal ini dikonfirmasi oleh Andri Budi Sanjaya, salah satu korban asal Jambi yang masih berada di penampungan. Kondisi ini mencerminkan dampak langsung dari melonjaknya biaya perjalanan udara yang tidak terduga.
Andri Budi Sanjaya menjelaskan bahwa sebagian besar korban terpaksa membiayai kepulangan mereka dengan uang pribadi. “Hari ini tiket mahal, gak semuanya mampu beli sendiri,” ujarnya, menggambarkan kesulitan finansial yang dihadapi para korban. Situasi ini menunjukkan bahwa biaya menjadi faktor krusial yang menentukan kecepatan proses pemulangan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Bantuan Terbatas Dan Perbedaan Perlakuan
Di tengah kesulitan finansial yang dihadapi para korban, bantuan biaya kepulangan ternyata tidak merata. Hanya korban asal Bengkulu yang dilaporkan mendapatkan bantuan biaya dari pemerintah daerahnya. “Yang diongkosi gubernur baru korban asal Bengkulu,” terang Andri, menyoroti adanya perbedaan perlakuan dalam penyediaan bantuan.
Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi dukungan pemerintah daerah terhadap warganya yang menjadi korban di luar negeri. Harapan akan adanya bantuan serupa dari pemerintah daerah lainnya, termasuk Provinsi Jambi, masih terus dinantikan oleh para korban yang belum dipulangkan.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa mekanisme pemulangan WNI yang terjebak dalam kasus job scam masih memerlukan perbaikan. Diperlukan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan semua korban mendapatkan hak dan bantuan yang setara, tanpa memandang asal daerah mereka.
Baca Juga: 120 Korban Loker Scam Kamboja Dipulangkan, Tak Ada Warga Jambi!
Penurunan Jumlah Penghuni Penampungan
Meskipun proses pemulangan tersendat, jumlah korban loker scam asal Indonesia yang masih berada di penampungan Imigrasi Indonesia-Tiongkok dilaporkan semakin berkurang. Andri Budi Sanjaya menyampaikan bahwa dari sekitar 1.200 orang penghuni sebelumnya, kini tersisa sekitar 400 orang. “Jumlah orang di penampungan sini kurang lebih sekarang hanya 400 orang,” tuturnya.
Penurunan jumlah penghuni ini mengindikasikan adanya upaya pemulangan yang terus berjalan, meski terkendala biaya tiket. Sebagian korban mungkin telah berhasil pulang dengan biaya pribadi atau mendapatkan bantuan dari sumber lain, sehingga mengurangi kepadatan di penampungan.
Namun, keberadaan 400 orang yang masih tertahan menunjukkan bahwa masalah ini belum sepenuhnya tuntas. Mereka yang tersisa kemungkinan besar adalah mereka yang paling rentan, yang tidak mampu menanggung biaya kepulangan sendiri dan sangat bergantung pada bantuan pemerintah atau pihak lain.
Gambaran Kondisi di Penampungan
Andri Budi Sanjaya juga membagikan kondisi terkini di lokasi penampungan. Melalui foto yang diambil pada Minggu (2/3/2026), terlihat suasana pembagian makan sore, di mana puluhan pengungsi mengantre dan mengerumuni makanan yang telah disiapkan. Makanan disajikan dalam wadah sekali pakai dan dibungkus dalam kantong plastik.
Selain foto, Andri juga mengirimkan rekaman video yang memperlihatkan situasi malam hari di tempat penampungan. Video tersebut menunjukkan para pengungsi beristirahat dengan beralaskan karpet di lantai gedung, sementara sebagian lainnya duduk sambil menyalakan kipas angin. Pakaian dan handuk digantung menggunakan tali sebagai jemuran sementara di dalam gedung.
Gambaran ini memberikan wawasan langsung mengenai kondisi kehidupan para korban di penampungan. Meskipun fasilitas dasar seperti makanan dan tempat istirahat tersedia, situasi ini jauh dari ideal. Para korban hidup dalam ketidakpastian, jauh dari keluarga, menanti kesempatan untuk kembali ke tanah air.
Jangan lewatkan Situasi Terkini Kamboja beserta informasi inspiratif lain untuk menambah wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jambi.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari antaranews.com