Hampir 5.000 WNI Terjebak di Kamboja! Banyak Yang Akui Jadi Korban Scam

Silakan Share

Hampir 5.000 WNI kini terjebak di Kamboja, banyak di antaranya mengaku bekerja profesional tapi justru menjadi korban penipuan online.

Banyak Yang Akui Jadi Korban Scam

Mereka melapor ke KBRI dan meminta pulang, menyoroti praktik scam internasional yang menjerat warga negara. Kisah ini membuka tabir bahaya pekerjaan daring ilegal yang menjanjikan keuntungan besar tapi berakhir rugi.

Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya hanya ada di Berita Indonesia Kamboja.

Lonjakan WNI Minta Pulang dari Kamboja

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melaporkan lonjakan permohonan kepulangan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Kamboja dalam sebulan terakhir. Berdasarkan data terbaru, hampir 5.000 WNI telah melapor ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh untuk mendapatkan bantuan kembali ke tanah air.

Plt Dirjen Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, menyebut bahwa sebagian besar WNI yang melapor tidak terindikasi sebagai korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Pemeriksaan awal dilakukan melalui asesmen yang sistematis untuk memastikan kondisi setiap WNI sebelum proses kepulangan dilakukan.

Sejak 16 Januari hingga 25 Februari 2026, tercatat sebanyak 4.882 WNI melapor langsung ke KBRI Phnom Penh. Permintaan bantuan ini dilakukan untuk mempermudah proses kepulangan, baik secara mandiri maupun melalui bantuan pemerintah, terutama bagi mereka yang masih membutuhkan fasilitas tempat tinggal sementara.

Temuan Asesmen WNI di Kamboja

Dari total 4.882 WNI yang melapor, sebanyak 4.680 orang telah menjalani asesmen awal oleh pihak KBRI Phnom Penh. Hasilnya menunjukkan tidak ditemukan WNI yang terindikasi menjadi korban TPPO. Temuan ini membantu pemerintah menentukan langkah prioritas dalam membantu WNI kembali ke Indonesia dengan aman.

Heni Hamidah menambahkan, sebagian besar WNI mengaku bekerja secara profesional di sektor online scam atau penipuan daring. Meskipun pekerjaan ini ilegal, hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar WNI bukan korban eksploitasi manusia. Pemerintah tetap memantau kondisi mereka untuk memastikan keselamatan dan hak-hak dasar terpenuhi.

Proses asesmen yang cepat dan sistematis ini membantu pemerintah memetakan kebutuhan WNI, mulai dari kepulangan mandiri hingga bantuan logistik, sehingga setiap warga mendapatkan perlindungan yang sesuai kondisi dan statusnya.

Baca Juga: Warga Asing Panik, Kamboja Deportasi 30 Ribu Orang Terkait Online Scam!

Proses Kepulangan dan Pilihan Mandiri

Proses Kepulangan dan Pilihan Mandiri=

Hingga saat ini, proses kepulangan ribuan WNI terus berlangsung. Sebagian besar memilih kembali ke Indonesia dengan biaya sendiri setelah menyelesaikan urusan mereka di Kamboja. Opsi mandiri ini menjadi alternatif bagi WNI yang tidak memerlukan bantuan logistik penuh dari pemerintah.

Sampai 25 Februari 2026, sekitar 926 WNI telah pulang secara mandiri. Data terbaru menambahkan 111 WNI yang kembali, sehingga totalnya kini lebih dari 1.000 orang yang kembali ke tanah air tanpa bantuan penuh pemerintah. Langkah ini menunjukkan kemampuan warga untuk mengatur perjalanan mereka secara mandiri, sekaligus menurunkan beban logistik pemerintah.

Meski begitu, KBRI tetap menyediakan pendampingan bagi mereka yang membutuhkan, termasuk informasi perjalanan, dokumen resmi, dan koordinasi transportasi. Hal ini memastikan setiap WNI kembali dengan aman dan tertib.

Fasilitas Penampungan Sementara

Bagi WNI yang masih menunggu proses kepulangan atau membutuhkan tempat tinggal sementara, KBRI Phnom Penh menyediakan fasilitas penampungan. Hingga kini, tercatat sekitar 900 WNI tinggal di penampungan yang dikoordinasikan KBRI bersama otoritas setempat.

Fasilitas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari tempat tidur, makan, hingga layanan kesehatan. Pemerintah memastikan WNI tetap mendapat perlindungan selama menunggu kepulangan, sehingga keamanan dan kesejahteraan mereka tetap terjaga.

Heni Hamidah menegaskan, pemerintah akan terus memantau kondisi WNI di Kamboja hingga seluruh warga kembali ke Indonesia. Upaya ini menunjukkan komitmen Kemlu dalam melindungi warga negara di luar negeri, sekaligus memastikan proses kepulangan berlangsung aman dan tertib.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari tribunnews.com
  • Gambar Kedua dari towa.co.id