Hun Manet Soroti Pusat Scam, Ekonomi Dan Reputasi Kamboja Terancam!

Silakan Share

Hun Manet menyoroti pusat scam di Kamboja yang mengancam ekonomi negara dan reputasi internasional, memicu kekhawatiran serius publik.

Hun Manet menyoroti pusat scam di Kamboja

Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, mengakui dampak merusak pusat penipuan daring di negaranya. Di Belgia, ia menegaskan aktivitas kriminal ini merugikan ekonomi sah dan mencoreng citra Kamboja secara internasional. Pernyataan ini menandai langkah penting pemerintah untuk menanggulangi masalah yang telah lama menjadi sorotan global.

Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Situasi Terkini Kamboja.

Pernyataan Tegas Hun Manet

Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, mengeluarkan pernyataan keras mengenai maraknya pusat penipuan daring di negaranya. Dalam kunjungannya ke Belgia pada 25 Februari 2026, ia menyatakan bahwa jaringan kriminal ini telah merusak perekonomian dan mencoreng reputasi Kamboja. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menanggapi isu tersebut.

Manet menegaskan kepada AFP pada Kamis (26/2/2026) bahwa jaringan penipuan, yang disebutnya sebagai “ekonomi gelap”, menghancurkan ekonomi sah Kamboja. Hal ini telah menciptakan dampak negatif jangka panjang, terutama pada sektor pariwisata dan investasi asing. Pemerintah berkomitmen penuh untuk mengatasi masalah ini demi mengembalikan kepercayaan internasional.

Kamboja telah menjadi sorotan sebagai pusat organisasi kriminal yang menjalankan jaringan penipuan bernilai miliaran dolar. Modus operandinya beragam, mulai dari jebakan asmara (romance scam) hingga skema investasi kripto palsu yang menargetkan pengguna internet secara global.

Bantahan Ketergantungan Ekonomi

Meskipun aktivitas ilegal ini secara tidak langsung menyumbang pada sektor properti dan konstruksi lokal, Hun Manet membantah bahwa pemerintah memperoleh keuntungan darinya. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar keuntungan dari pusat-pusat penipuan ini tidak masuk ke pemerintah Kamboja. Pernyataan ini menepis tuduhan bahwa pemerintah diuntungkan dari kegiatan tersebut.

Data dari US Institute of Peace tahun 2024 memperkirakan keuntungan dari penipuan daring di Kamboja mencapai lebih dari US$ 12,5 miliar per tahun, setara dengan 50% dari PDB negara tersebut. Namun, Hun Manet membantah ketergantungan tersebut, menegaskan bahwa Kamboja bergantung pada sektor ekonomi yang transparan.

Banyak orang percaya bahwa PDB Kamboja bergantung pada kecurangan. Namun, Perdana Menteri Hun Manet dengan tegas menyatakan bahwa hal tersebut tidak benar. Ia menekankan bahwa ekonomi Kamboja didasarkan pada sektor-sektor yang transparan dan legal, bukan pada kegiatan ilegal tersebut.

Baca Juga: Heboh! Pemprov Jambi Tanggung Biaya Pulang Dua Korban Penipuan di Kamboja

Penangkapan Pemimpin Jaringan

 Penangkapan Pemimpin Jaringan

Salah satu titik balik dalam perang melawan penipuan ini adalah penangkapan Chen Zhi, yang sebelumnya dikenal sebagai pengusaha terkemuka. Perusahaannya, Prince Group, dituduh oleh otoritas Amerika Serikat sebagai kedok bagi kerajaan penipuan lintas negara yang beroperasi di lebih dari 30 negara. Penangkapan ini menjadi langkah besar dalam memerangi kejahatan siber.

Terkait keterlibatan Chen Zhi, Hun Manet mengeklaim bahwa pihak berwenang awalnya tidak mencium adanya aktivitas mencurigakan. Ia menambahkan bahwa sebelum tuduhan resmi muncul, Chen dipandang sebagai pengusaha yang berkontribusi pada ekonomi nasional. Ini menunjukkan bahwa aktivitas ilegal tersebut cukup tersembunyi.

Sejak 2015, Prince Group diduga menjalankan bisnis properti dan jasa keuangan sebagai kamuflase aktivitas ilegal. Hun Manet memastikan bahwa pihak berwenang Kamboja segera bertindak setelah menerima bukti pelanggaran hukum tersebut, termasuk operasi penyelamatan ribuan korban perdagangan manusia yang dipaksa bekerja di pusat-pusat penipuan.

Komitmen Pemberantasan Dan Pemulihan

Pemerintah Kamboja di bawah kepemimpinan Hun Manet menunjukkan komitmen kuat untuk memberantas pusat-pusat penipuan daring. Langkah-langkah tegas telah diambil untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku, serta menyelamatkan korban perdagangan manusia yang terjebak dalam jaringan ini.

Upaya ini juga bertujuan untuk memulihkan citra Kamboja di mata internasional dan membangun kembali kepercayaan investor serta wisatawan. Dengan membersihkan diri dari aktivitas ilegal ini, Kamboja berharap dapat menarik investasi yang lebih sehat dan mempromosikan pariwisata berkelanjutan.

Pernyataan dan tindakan Hun Manet menjadi sinyal penting bagi dunia bahwa Kamboja tidak akan mentolerir kejahatan siber yang merusak. ​Ini adalah langkah maju yang krusial dalam memerangi penipuan daring global dan melindungi integritas ekonomi serta reputasi negara.​

Jangan lewatkan Situasi Terkini Kamboja beserta informasi inspiratif lain untuk menambah wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari scmp.com
  • Gambar Kedua dari kompas.id