Kabur dari Kamboja! Jaringan Scam Kini Pindah Markas ke Sri Lanka dan Armenia
Jaringan scam internasional dilaporkan kabur dari Kamboja dan kini memindahkan pusat operasinya ke Sri Lanka serta Armenia.
Meski berpindah lokasi, modus penipuan yang digunakan tetap serupa dan terus memakan korban dari berbagai negara. Perpindahan ini diduga untuk menghindari penindakan aparat setempat. Otoritas internasional kini meningkatkan koordinasi lintas negara guna membongkar jaringan dan menghentikan ekspansi kejahatan siber.
Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral tentang Kamboja yang ada di Berita Indonesia Kamboja.
Scam Kabur dari Kamboja, Kini Beroperasi di Sri Lanka dan Armenia
Fenomena kejahatan siber lintas negara kembali menjadi sorotan setelah sejumlah laporan menyebut jaringan scam internasional yang sebelumnya beroperasi di Kamboja kini berpindah ke Sri Lanka dan Armenia. Perpindahan ini diduga dilakukan untuk menghindari tekanan aparat keamanan yang semakin gencar melakukan penggerebekan di wilayah Asia Tenggara.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kamboja dikenal sebagai salah satu pusat operasi sindikat penipuan daring berskala internasional. Ribuan korban dari berbagai negara melaporkan kerugian akibat investasi palsu, penipuan asmara, hingga modus kerja online fiktif yang dikendalikan dari kawasan tersebut.
Sri Lanka dan Armenia disebut-sebut menjadi tujuan baru karena dinilai memiliki regulasi digital yang masih berkembang serta celah pengawasan yang bisa dimanfaatkan sindikat. Meski belum ada konfirmasi resmi dari otoritas setempat, pergerakan aktivitas digital mencurigakan terdeteksi meningkat di kedua negara tersebut.
Tekanan Aparat Picu Perpindahan Operasi
Langkah tegas pemerintah Kamboja dalam membongkar pusat-pusat penipuan online menjadi faktor utama hengkangnya jaringan scam. Aparat melakukan razia besar-besaran, menyelamatkan korban perdagangan manusia yang dipaksa bekerja sebagai operator penipuan, serta menangkap sejumlah pelaku utama.
Operasi tersebut tidak hanya berdampak pada pelaku lokal, tetapi juga jaringan internasional yang selama ini memanfaatkan infrastruktur di Kamboja. Ketika pengawasan diperketat dan akses logistik terganggu, sindikat mulai memindahkan basis operasinya ke wilayah yang dianggap lebih “aman” dan minim sorotan.
Pakar keamanan siber menilai pola perpindahan ini bukan hal baru. Sindikat kejahatan digital cenderung berpindah negara ketika tekanan hukum meningkat. Mereka memanfaatkan globalisasi teknologi, jaringan internet lintas batas, dan sistem pembayaran digital untuk tetap menjalankan aksinya dari lokasi baru.
Baca Juga: Kuil Preah Vihear Rusak, Kamboja Tuding Thailand Jadi Penyebab
Modus Tak Berubah, Jumlah Korban Terus Naik
Meski lokasi operasi berpindah, modus yang digunakan jaringan scam relatif tidak berubah. Penipuan investasi dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat masih menjadi andalan. Selain itu, modus love scam dan tawaran pekerjaan luar negeri palsu juga terus bermunculan.
Para pelaku biasanya menggunakan identitas palsu, memanfaatkan media sosial dan aplikasi pesan instan untuk menjaring korban. Setelah membangun kepercayaan, korban diarahkan mentransfer sejumlah uang ke rekening atau dompet digital yang sulit dilacak.
Lembaga perlindungan konsumen internasional mengingatkan bahwa korban tidak hanya berasal dari negara maju, tetapi juga dari Asia dan Afrika. Kerugian finansial yang ditimbulkan mencapai jutaan dolar setiap tahunnya, sementara proses pelacakan lintas negara masih menjadi tantangan besar bagi aparat penegak hukum.
Sinergi Antarnegara Kunci Berantas Kejahatan
Meningkatnya mobilitas jaringan scam lintas negara menuntut kerja sama internasional yang lebih solid. Otoritas keamanan siber di berbagai negara didorong untuk berbagi data, memperkuat sistem pelacakan transaksi digital, dan mempercepat proses ekstradisi pelaku.
Interpol dan lembaga keamanan regional disebut tengah memantau pergerakan jaringan yang berpindah dari Kamboja ke Sri Lanka dan Armenia. Upaya ini diharapkan dapat memutus rantai operasi sebelum jaringan tersebut semakin menguat di lokasi baru.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap tawaran investasi atau pekerjaan yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Edukasi digital dan peningkatan literasi keamanan siber dinilai menjadi benteng utama agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam jerat penipuan daring yang terus berevolusi.
Luangkan waktu kamu untuk membaca informasi terbaru yang ada di Kamboja yang akan menambah wawasan kamu hanya ada di Berita Indonesia Kamboja.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari Berita Indonesia Kamboja