Razia Online Scam Menggila! Lebih Dari 3.000 WNI Membludak ke KBRI Phnom Penh
Gelombang razia besar-besaran memicu ribuan WNI keluar dari sindikat penipuan daring dan mencari perlindungan KBRI Phnom Penh.
Lonjakan kedatangan Warga Negara Indonesia (WNI) ke KBRI Phnom Penh kembali terjadi seiring meningkatnya operasi penindakan terhadap sindikat penipuan daring di Kamboja. Situasi ini menuntut respons cepat dan terkoordinasi dari perwakilan pemerintah Indonesia untuk memastikan perlindungan serta fasilitasi kepulangan para WNI ke Tanah Air.
Temukan beragam informasi seru dan update paling hangat seputar Situasi Terkini Kamboja di bawah ini!
Razia Besar-Besaran Picu Gelombang Laporan WNI
Akhir pekan lalu, media lokal memberitakan tentang razia besar-besaran terhadap sindikat penipuan daring di Provinsi Svay Rieng, menyusul upaya serupa di provinsi-provinsi lain. Operasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kamboja dalam memberantas kejahatan lintas negara.
Seperti diprediksi, dampak dari kegiatan tersebut langsung terlihat dari meningkatnya kembali jumlah WNI yang datang ke KBRI. Banyak dari mereka keluar dari lokasi sindikat dan segera mencari perlindungan serta bantuan kekonsuleran.
Sebagian besar WNI yang melapor mengaku terlibat atau terjebak dalam aktivitas penipuan daring, baik karena bujuk rayu pekerjaan maupun paksaan. Kondisi ini memperlihatkan kompleksitas persoalan yang dihadapi para korban.
Ribuan WNI Melapor Sejak Pertengahan Januari
Saat ini, dihitung sejak 16 Januari 2026, tercatat 3.167 WNI telah melapor langsung ke KBRI Phnom Penh setelah keluar dari sindikat penipuan daring dan meminta fasilitasi kepulangan ke Indonesia. Angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah.
Dari total laporan tersebut, sudah dilakukan asesmen terhadap 2100-an laporan untuk memetakan kondisi, status keimigrasian, serta kebutuhan masing-masing WNI. Proses ini menjadi dasar penanganan lanjutan.
Pendataan intensif dilakukan guna memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran, termasuk bagi WNI yang kehilangan dokumen perjalanan atau menghadapi masalah hukum keimigrasian.
Baca Juga: Markas Scam di Kamboja Ciptakan Kantor Polisi Palsu Untuk Tipu Korban
Langkah KBRI Dan Dukungan Antarinstansi
Didukung tim perbantuan dari Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, KBRI Phnom Penh terus melakukan pendataan, verifikasi, asesmen kasus, serta menerbitkan dokumen perjalanan sementara bagi WNI yang membutuhkan. Langkah ini dilakukan bertahap agar setiap kasus tertangani dengan tepat.
Selain itu, KBRI juga aktif berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memperoleh kemudahan dalam penanganan berbagai kasus WNI. Kerja sama yang intensif ini dinilai krusial untuk mempercepat proses deportasi dan meminimalkan kendala administratif di lapangan.
Hingga 2 Februari 2026, KBRI Phnom Penh telah menerbitkan lebih dari 800 Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang tidak memiliki paspor. Pada saat yang sama, KBRI juga berhasil menegosiasikan keringanan denda keimigrasian bagi hampir 800 WNI, sementara proses serupa bagi WNI lainnya masih terus berjalan.
Penampungan, Kepulangan, Dan Imbauan Kewaspadaan
Di antara para WNI yang telah difasilitasi KBRI, sejak 30 Januari 2026 tercatat 45 orang telah kembali ke Indonesia secara mandiri. Selain itu, sekitar 130 WNI lainnya telah mempersiapkan tiket kepulangan setelah memperoleh dokumen perjalanan sementara maupun keringanan denda keimigrasian. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah.
Namun demikian, lonjakan signifikan harga tiket penerbangan komersial akibat tingginya permintaan membuat banyak WNI belum dapat memastikan jadwal kepulangan mereka. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya jumlah WNI yang harus tinggal sementara di fasilitas penampungan.
Akibatnya, terjadi penumpukan di penampungan sementara yang dikelola KBRI bersama otoritas setempat, yang kini dihuni lebih dari 1.200 WNI. “KBRI akan terus menjaga kondisi penampungan tetap kondusif,” ujar Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto. Ia mengingatkan WNI agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan KBRI Phnom Penh.
Sebagai penutup, tetap ikuti Situasi Terkini Kamboja untuk update terbaru, fakta mengejutkan, dan informasi paling menarik setiap harinya!
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari kemlu.go.id
- Gambar Kedua dari kemlu.go.id