Tragis! Suami Dianiaya Di Kamboja, 4 Istri Korban TPPO Datangi Baznas
Di tengah hiruk pikuk kehidupan, empat istri dari Bengkulu menelan pil pahit kenyataan suami mereka menjadi korban TPPO di Kamboja.
Kisah pilu ini membawa mereka ke kantor Baznas Provinsi Bengkulu, bukan untuk meminta santunan biasa, melainkan demi memohon bantuan biaya kepulangan suami tercinta yang kini terlantar dan berada di KBRI Phnom Penh.
Berikut ini, Situasi Terkini Kamboja akan menyoroti cerminan dari derita banyak keluarga lain yang terjerat jaringan scammer internasional.
Perjuangan Empat Istri Mengetuk Pintu Bantuan
Empat orang istri korban “scammer” asal Kota Bengkulu mendatangi kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu. Kedatangan mereka bukan tanpa alasan, melainkan untuk meminta bantuan dana guna pemulangan suami-suami mereka yang kini berlindung di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja.
Menurut Iman SP Noya, Ketua DPD Garda Relawan Indonesia Semesta (GARIS) Provinsi Bengkulu yang mendampingi para istri, surat permohonan bantuan tersebut telah diajukan. “Kami kemarin mengajukan surat bantuan biaya pemulangan warga Kota Bengkulu yang berada di Kamboja,” kata Iman yang dikonfirmasi pada Kamis (29/1/2026).
Pihak Baznas menyatakan akan mengajukan surat tersebut ke pimpinan mereka untuk dipertimbangkan. Selain ke Baznas, para istri korban juga mengirimkan surat tembusan permohonan bantuan ke Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu, menunjukkan upaya kolektif mereka mencari dukungan.
Respon Cepat Dari Lembaga Perwakilan Rakyat
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, membenarkan bahwa DPRD telah menerima surat dari para istri korban TPPO tersebut. “Kami sudah menerima surat tembusan itu,” jelas Usin, menandakan keseriusan dewan dalam menanggapi masalah ini.
Usin menambahkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan unsur pimpinan DPRD lainnya terkait surat permohonan tersebut. DPRD juga berencana untuk menyurati Baznas agar permohonan bantuan biaya pemulangan dapat segera dipenuhi, menunjukkan komitmen mereka untuk membantu para korban.
Selain itu, DPRD juga telah menjadwalkan rapat dengar pendapat. Rapat ini akan melibatkan unsur pimpinan DPRD, Pemerintah Provinsi Bengkulu, dan Polda Bengkulu. Tujuannya adalah untuk mengambil langkah-langkah penting dan strategis dalam penanganan kasus TPPO yang menimpa warga Bengkulu ini.
Baca Juga: OJK Tindak Tegas! WNI Pelaku Scam di Kamboja Akan Dihukum
Kisah Pilu Para Korban, Disetrum Dan Dipaksa Kerja Judi Online
Sebelumnya telah diberitakan bahwa empat warga Kota Bengkulu ini menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Mereka terlantar di Kamboja setelah dipaksa bekerja dalam kegiatan scam atau judi online, sebuah praktik ilegal yang merugikan banyak orang.
Keempat korban tersebut adalah Ardi, Deni Febriansyah, Imron, dan Engga. Mereka tak tahan dengan perlakuan yang diterima selama di Kamboja, di mana mereka dipaksa bekerja dan diancam penyiksaan, bahkan disetrum, jika tidak mematuhi perintah para pelaku.
Beruntung, keempatnya berhasil melarikan diri dari tempat kerja paksa tersebut dan mencari perlindungan di KBRI Phnom Penh, Kamboja. Kisah mereka menambah daftar panjang korban TPPO yang dieksploitasi dengan janji pekerjaan palsu di luar negeri.
Solidaritas Dan Harapan Pemulangan
Kisah para korban TPPO ini menyoroti urgensi penanganan kasus perdagangan orang yang semakin marak. Dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun lembaga sosial. Menjadi krusial untuk memastikan keselamatan dan pemulangan para korban ke tanah air.
Peran aktif dari organisasi seperti Garda Relawan Indonesia Semesta (GARIS) Provinsi Bengkulu dan respons cepat dari DPRD serta Baznas menunjukkan adanya solidaritas. Ini adalah langkah positif dalam upaya membantu keluarga korban yang tengah berjuang.
Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, pusat, dan lembaga terkait, diharapkan biaya pemulangan para suami dapat segera terkumpul. Ini bukan hanya tentang dana, melainkan tentang mengembalikan harapan dan keutuhan keluarga yang telah terkoyak oleh kejahatan perdagangan orang.
Jangan ketinggalan informasi terkini seputar Situasi Terkini Kamboja dan beragam berita menarik penambah wawasan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari banjarmasin.tribunnews.com