WNI di Kamboja Antara Pelaku Scam dan Korban, Fakta yang Perlu Diketahui!
Ribuan WNI di Kamboja menjadi sorotan setelah pemerintah setempat menindak puat penipuan daring tidak semua WNI bisa disamaratakan.
Fakta ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai status mereka saat pulang ke Indonesia. Simak penjelasan OJK dan Kemenlu tentang perbedaan antara WNI pelaku kejahatan dan korban, serta upaya pemerintah dalam penanganan dan reintegrasi warga negara yang terdampak.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Berita Indonesia Kamboja.
Nasib WNI di Kamboja Jadi Sorotan Pemerintah
Ribuan warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Kamboja tengah menjadi sorotan publik terkait nasib mereka pulang ke tanah air. Gelombang kepulangan ini muncul setelah pemerintah Kamboja melakukan operasi besar terhadap pusat penipuan daring (online scam) yang melibatkan pekerja asing.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, apakah para WNI. Tersebut termasuk korban perdagangan manusia atau justru bagian dari sistem kriminal digital yang dijalankan oleh sindikat internasional. Publik pun terbagi dalam menilai status mereka.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menegaskan bahwa WNI yang bekerja di industri scam daring tidak dapat sepenuhnya dikategorikan sebagai korban. “Mereka ini scammer, jadi mereka ini kriminal,” ujarnya dalam rapat Komisi XI DPR, Kamis (22/1/2026).
Status Kriminal WNI Pelaku Scam
Mahendra menjelaskan bahwa para WNI menjadi bagian dari operasi penipuan digital yang dijalankan oleh sindikat lintas negara. Aktivitas mereka termasuk dalam sistem kriminal yang menghasilkan keuntungan secara ilegal.
Menurut Mahendra, hanya pekerja migran yang terbukti ditipu atau dipaksa sejak awal keberangkatan yang dapat dikategorikan sebagai korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). “Status korban tidak dapat disematkan jika mereka secara sadar terlibat dalam operasi scamming,” tegasnya.
Selain itu, Mahendra menyoroti kesalahan persepsi publik yang kerap menyamakan para scammer dengan pekerja migran legal. Ia menegaskan perlunya proporsi tepat dalam menilai fenomena ini, agar WNI pelaku scam tidak diperlakukan seperti pahlawan atau korban.
Baca Juga: 2.493 WNI Lapor ke KBRI Phnom Penh, Pemulangan Dari Kamboja Dikebut
Kepulangan WNI dari Luar Negeri Meningkat
Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menjelaskan bahwa kepulangan WNI terjadi setelah penangkapan sejumlah pengelola utama sindikat oleh pemerintah Kamboja. Penutupan mendadak pusat operasi membuat ribuan pekerja, termasuk WNI, berupaya mencari cara pulang ke negara masing-masing.
“Kemudian banyak di antara mereka tentunya berhamburan untuk mencari mekanisme pulang ke negaranya masing-masing. Termasuk WNI,” kata Santo dalam konferensi pers Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (22/1/2026).
Fenomena kepulangan ini bersifat masif dan lintas negara, tidak hanya melibatkan WNI, tetapi juga warga negara lain seperti China, Vietnam, Filipina, Myanmar, Pakistan, India, Jepang, Korea Selatan, dan Turki. Hal ini menunjukkan skala sindikat yang luas dan terorganisir secara internasional.
Hambatan Penanganan Kasus dan Persepsi Masyarakat
Kepulangan WNI pelaku scam daring menjadi tantangan bagi pemerintah Indonesia dalam menegakkan hukum dan menyeimbangkan persepsi publik. Di satu sisi, mereka adalah warga negara yang kembali ke tanah air; di sisi lain, mereka terlibat dalam aktivitas kriminal lintas negara.
Kemenlu dan OJK menekankan pentingnya edukasi publik agar masyarakat memahami perbedaan antara pekerja migran legal dengan WNI yang terlibat dalam scam daring. Hal ini juga menjadi acuan dalam pengambilan keputusan terkait rehabilitasi, reintegrasi, atau penegakan hukum.
Santo Darmosumarto menambahkan bahwa koordinasi lintas negara sangat penting untuk menangani fenomena ini, baik dari sisi hukum maupun perlindungan warga negara. Pemerintah Indonesia akan terus memantau dan memastikan WNI yang pulang diproses sesuai aturan hukum dan prosedur internasional.
Dapatkan informasi paling lengkap dan terbaru hanya di Indonesia Kamboja, yang dimana akan selalu memberikan informasi menarik lainnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari arahkita.com
- Gambar Kedua dari niaga.asia