Terbongkar! Sindikat Penipuan Online Kamboja Tak Hanya Sasar Indonesia, Korea Hingga Turki Jadi Korban!
Sindikat penipuan online berbasis Kamboja terbongkar setelah diketahui menjerat korban lintas negara, termasuk Indonesia, Korea, hingga Turki lain.
Modus penipuan daring yang beroperasi dari Kamboja ternyata menjangkau lebih luas dari dugaan. Tidak hanya warga Indonesia, korban sindikat penipuan online ini berasal dari berbagai negara, dari Asia Timur hingga Eropa. Fakta mengejutkan ini diungkap Duta Besar RI di Kamboja, Santo Darmosumarto, dalam jumpa pers virtual.
Temukan beragam informasi seru dan update paling hangat seputar Situasi Terkini Kamboja di bawah ini!
Jangkauan Internasional Sindikat Penipuan Online Kamboja
Santo Darmosumarto menjelaskan bahwa korban penipuan online scam di Kamboja tidak hanya terbatas pada warga negara Indonesia. Variasi kebangsaan korban sangat beragam, mencakup Tiongkok, Vietnam, Filipina, Myanmar, Pakistan, India, bahkan Jepang dan Korea Selatan.
Lebih mengejutkan lagi, Santo juga menyebutkan adanya korban dari negara-negara yang mungkin tidak diprediksi sebelumnya, seperti Turki. Hal ini mengindikasikan bahwa sindikat ini memiliki jaringan yang sangat luas dan mampu menarik korban dari berbagai belahan dunia.
Dengan demikian, Santo menegaskan bahwa kaburnya sejumlah warga negara asing (WNA) dari markas penipuan daring ini bukan hanya persoalan Indonesia. Ini merupakan masalah global yang melibatkan banyak negara yang warganya turut menjadi korban.
Tantangan Kamboja Dalam Menangani Sindikat
Mengingat luasnya cakupan korban, Santo menilai otoritas Kamboja menghadapi kesulitan signifikan dalam menanggulangi persoalan penipuan online ini. Kompleksitas kasus ini membutuhkan kerja sama internasional yang erat dan koordinasi yang kuat.
Meski demikian, pemerintah Kamboja disebut tetap menyampaikan komitmennya untuk menangani masalah tersebut. Mereka terus bekerja sama dengan Indonesia untuk mengatasi berbagai permasalahan yang timbul akibat banyaknya warga negara asing, termasuk WNI, yang terlibat atau menjadi korban sindikat.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat upaya penegakan hukum dan perlindungan terhadap korban. Penanganan lintas negara menjadi kunci untuk membongkar jaringan sindikat yang semakin canggih ini.
Baca Juga: Terjerat Penipuan Online, WNI di Kamboja Serbu KBRI Phnom Penh
Sebaran Lokasi Sindikat Dan Perkembangan Terkini
Santo menjelaskan bahwa lokasi sindikat penipuan daring di Kamboja tersebar di berbagai wilayah, tidak hanya terpusat di Phnom Penh. Markas penipuan online scam juga ditemukan di sejumlah provinsi sekitar ibu kota.
Provinsi Kandal, yang posisinya kurang lebih setara dengan kawasan Jabodetabek di Indonesia, menjadi salah satu lokasi sebaran. Selain itu, sindikat penipuan daring juga ditemukan di Kampot, Kampong Speu, Sihanoukville, Banteay Meanchey, serta Mondulkiri.
Dalam kurun tiga hari, KBRI Phnom Penh menerima lonjakan laporan dari 911 WNI yang berhasil keluar dari sindikat. Lonjakan ini terjadi setelah Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, menginstruksikan pemberantasan sindikat penipuan daring, yang diikuti dengan penangkapan “mastermind” dan pembubaran sebagian sindikat.
Upaya KBRI Dalam Pemulangan WNI Korban
KBRI Phnom Penh mengonfirmasi bahwa berdasarkan asesmen awal, para WNI yang berhasil keluar berada dalam kondisi aman dan sehat. Banyak di antara mereka melakukan perjalanan jauh dari provinsi terpencil menuju ibu kota.
KBRI menemukan berbagai persoalan yang dihadapi ratusan WNI tersebut, mulai dari tidak punya paspor hingga visa kedaluwarsa. Mayoritas WNI menyatakan keinginan untuk segera kembali ke Indonesia, meskipun sebagian kecil ingin menetap di Kamboja mencari pekerjaan lain.
Untuk memfasilitasi pemulangan, KBRI menyarankan WNI yang masih memiliki paspor untuk kembali secara mandiri. Bagi yang tidak memiliki paspor, KBRI akan menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dan menyarankan mereka mencari penginapan sementara dekat KBRI sambil menunggu proses keimigrasian.
Sebagai penutup, tetap ikuti Situasi Terkini Kamboja untuk update terbaru, fakta mengejutkan, dan informasi paling menarik setiap harinya!
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari atjehwatch.com
- Gambar Kedua dari antaranews.com