DPR Desak Pemerintah Tangani Ribuan WNI Korban Penipuan Online di Kamboja!
DPR mendesak pemerintah segera bertindak, menyelamatkan ribuan WNI yang menjadi korban penipuan online di Kamboja.
Kabar mengejutkan datang dari Kamboja, ribuan WNI terjebak sindikat penipuan online. Mereka kini melarikan diri ke KBRI Phnom Penh. Situasi darurat ini mendapat perhatian DPR RI, yang mendesak pemerintah segera bertindak, termasuk repatriasi massal. Kisah kelam ini menuntut respons cepat negara.
Temukan beragam informasi seru dan update paling hangat seputar Situasi Terkini Kamboja di bawah ini!
Lonjakan Drastis Korban di Kamboja
Anggota Komisi I DPR RI, Farah Puteri Nahlia, menyoroti krisis kemanusiaan yang mendesak di Kamboja. Ribuan WNI membanjiri KBRI Phnom Penh, mencari perlindungan setelah menjadi korban sindikat penipuan online. Mereka terpaksa melarikan diri menyusul penindakan tegas aparat Kamboja terhadap jaringan kejahatan tersebut.
Dalam kurun waktu singkat, yaitu lima hari antara 16 hingga 20 Januari 2026, KBRI Phnom Penh mencatat lonjakan dramatis kedatangan 1.440 WNI. Eksodus ini dipicu oleh operasi penegakan hukum Kamboja terhadap bisnis penipuan online yang marak. Banyak dari mereka adalah pekerja migran tanpa dokumen resmi.
Farah mendesak Pemerintah Indonesia untuk merespons situasi ini dengan “kehadiran negara yang totalitas.” Menurutnya, ini adalah panggilan kemanusiaan, di mana negara harus berdiri di garis depan untuk memberikan perlindungan maksimal bagi setiap warga negara yang membutuhkan.
Apresiasi Dan Desakan Dukungan Untuk KBRI Phnom Penh
Farah Puteri Nahlia memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran diplomat dan staf KBRI Phnom Penh. Mereka telah bekerja tanpa lelah dalam menghadapi beban kerja yang luar biasa berat, melayani ribuan WNI yang mencari suaka dan bantuan. Dedikasi mereka patut diacungi jempol dalam situasi darurat ini.
Namun, apresiasi saja tidak cukup. Legislator dari Fraksi PAN ini menegaskan bahwa ketangguhan di lapangan harus segera didukung dengan tindakan konkret dari Jakarta. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) pusat didesak untuk segera memperkuat dukungan, baik melalui penambahan personel teknis maupun logistik darurat.
Dukungan ini krusial agar pelayanan perlindungan bagi WNI dapat terus berjalan optimal. Beban kerja yang sangat berat menuntut alokasi sumber daya yang memadai dari pemerintah pusat untuk memastikan KBRI Phnom Penh tidak kewalahan dan mampu memberikan bantuan efektif.
Baca Juga: Kamboja Mendeportasi 164 Warga Vietnam yang Bekerja Ilegal
Hambatan Overstay Dan Desakan Amnesti Diplomatik
Selain dukungan teknis, Farah juga menyoroti pentingnya intervensi diplomatik tingkat tinggi. Ini diperlukan untuk mengatasi kendala administrasi yang dihadapi para WNI, khususnya terkait denda overstay dan masalah izin keimigrasian. Situasi ini mempersulit proses pemulangan mereka.
Farah mendukung penuh upaya diplomasi Kemlu untuk meyakinkan otoritas Kamboja. Ia berpendapat bahwa para WNI ini adalah korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), sehingga sudah sewajarnya mereka mendapatkan perlakuan khusus, termasuk amnesti atau keringanan administrasi.
Pendekatan diplomatik ini sangat penting agar proses pemulangan massal tidak terhambat oleh masalah biaya denda yang membebani para korban. Pembebasan dari denda overstay akan mempercepat proses repatriasi dan mengurangi penderitaan WNI.
Repatriasi Massal, Tanggung Jawab Negara Yang Mendesak
Sejalan dengan upaya diplomasi, Farah mendesak percepatan skema repatriasi atau pemulangan massal WNI. Langkah ini dinilai sangat krusial sebagai wujud nyata tanggung jawab negara untuk memberikan perlindungan dan kepastian bagi warga negaranya yang berada dalam situasi sulit.
Percepatan repatriasi menjadi satu-satunya opsi yang harus segera diambil. Pemerintah didorong untuk mematangkan skema pemulangan massal agar ribuan WNI ini dapat kembali ke tanah air dengan aman dan tertib, mengakhiri penderitaan mereka di Kamboja.
Pemerintah harus bertindak cepat dan komprehensif. Repatriasi massal adalah solusi mendesak untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan para korban sindikat penipuan online, menegaskan kehadiran negara dalam melindungi warga negaranya di luar negeri.
Sebagai penutup, tetap ikuti Situasi Terkini Kamboja untuk update terbaru, fakta mengejutkan, dan informasi paling menarik setiap harinya!
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari tribunnews.com
- Gambar Kedua dari kemlu.go.id