Thailand Disebut Gunakan Senjata Buatan Israel Saat Perang di Kamboja

Silakan Share

Isu penggunaan senjata buatan Israel oleh Thailand dalam konflik bersenjata dengan Kamboja kembali mencuat dan menjadi sorotan publik internasional.

Thailand Disebut Gunakan Senjata Buatan Israel Saat Perang di Kamboja

Kabar tersebut beredar melalui laporan sejumlah pengamat pertahanan dan media asing yang menyoroti jenis persenjataan yang digunakan dalam operasi militer Thailand.

Meski belum sepenuhnya dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah terkait, isu ini memicu diskusi luas mengenai dinamika perdagangan senjata global dan dampaknya terhadap konflik kawasan.

Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Berita Indonesia Kamboja.

Klaim Tentang Senjata Buatan Israel

Dalam laporan-laporan media internasional muncul klaim bahwa Thailand menggunakan senjata buatan Israel dalam konflik melawan Kamboja.

Video dan foto yang dibagikan di media sosial militer Thailand menunjukkan pasukan mereka dilengkapi dengan sejumlah senjata kecil dan berat dari produsen pertahanan Israel.

Ini termasuk senapan serbu Tavor TAR-21, Galil ACE, dan senapan mesin ringan IMI NG-5 yang diproduksi oleh perusahaan seperti Israel Weapon Industries (IWI).

Selain senjata ringan, beberapa analisis menunjukkan bahwa Thailand juga memiliki sistem artileri dan perlengkapan militer berat yang melibatkan kolaborasi antara produsen Israel dan pihak lain. Termasuk platform artileri truck-mounted modern serta sistem pertahanan udara seperti Barak MX.

Penggunaan ini memicu diskusi di kalangan pengamat internasional tentang sejauh mana industri pertahanan Israel memperluas jangkauannya ke Asia Tenggara. Serta peran Bangkok dalam menjahit rangkaian persenjataan lintas benua.

Respons Resmi Pemerintah Thailand

Pemerintah Thailand secara resmi tidak mengonfirmasi klaim penggunaan senjata tertentu dalam setiap tindakan militer spesifik.

Tetapi juga tidak menolak secara keseluruhan bahwa angkatan daratnya mengoperasikan peralatan militer impor. Termasuk dari negara-negara seperti Israel, AS, dan Eropa.

Militer Thailand menegaskan bahwa segala penggunaan senjata dilakukan sesuai hukum internasional.

Mengenai tuduhan penggunaan amunisi beracun atau sarana yang melanggar batasan hukum kemanusiaan internasional. Bangkok secara tegas menolak narasi tersebut.

Mereka menyatakan bahwa klaim seperti itu khususnya seputar bahan berbahaya seperti fosfor putih adalah contoh disinformasi yang dapat memperburuk konflik dan situasi kemanusiaan di garis depan.

Pernyataan resmi militer Thailand menegaskan kewenangannya untuk menggunakan alat peperangan standar dalam operasi militer defensif.

Termasuk munitisi yang diklasifikasikan sebagai sah menurut Konvensi Senjata Internasional. Sekalipun berpotensi menyebabkan dampak berbahaya bagi personel yang terkena efek asap atau panasnya.

Baca Juga: Konflik Perbatasan Kamboja-Thailand Kini China Ikut Turun Tangan Tengahi Perang

Hubungan Militer Thailand dan Israel

Hubungan Militer Thailand dan Israel
Thailand dan Israel telah menjalin hubungan kerja sama pertahanan sejak dekade 1960-an. Israel dikenal sebagai salah satu produsen senjata dan teknologi militer yang aktif mengekspor persenjataan ke berbagai negara, termasuk di Asia.

Thailand disebut-sebut menjadi salah satu pembeli senjata buatan Israel untuk memperkuat kemampuan militernya. Terutama dalam menghadapi ancaman keamanan di perbatasan.

Kerja sama ini mencakup pengadaan senjata ringan, sistem artileri, serta pelatihan militer, yang pada saat itu dianggap sejalan dengan kepentingan strategis Thailand.

Dampak Terhadap Stabilitas Kawasan

Penggunaan senjata dari produsen global seperti Israel memperlihatkan bagaimana konflik regional kecil dapat menjadi ajang “uji coba” atau penggunaan peralatan dari pasar persenjataan internasional yang luas.

Senjata ringan dan berat buatan Israel yang dipakai oleh pasukan Thailand menunjukkan bahwa persenjataan modern kini tidak lagi eksklusif pada pertarungan besar antara kekuatan besar. Tetapi juga masuk ke arena konflik lokal yang mendapat perhatian luas.

Hal ini menimbulkan pertanyaan kritis di tingkat diplomatik dan kemanusiaan terkait tanggung jawab pemasok senjata terhadap potensi dampaknya terhadap konflik serta korban sipil.

Banyak organisasi internasional mendesak agar negara-negara pemasok senjata memperhitungkan secara hati-hati konsekuensi penggunaan teknologinya di tengah konflik bersenjata.

Buat kalian yang ingin mendapatkan berita terbaru dan terupdate setiap hari. Kalian bisa kunjungi Indonesia Kamboja, yang dimana Akan selalu memberikan informasi menarik lainnya.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari news.detik.com