12 Ribu Lebih Penerima Bansos Terdeteksi Transaksi Judi Online

Silakan Share

Lonjakan besar terjadi di Tasikmalaya setelah pemerintah pusat memblokir lebih dari 12 ribu rekening penerima bansos yang terdeteksi transaksi judi online.

Temuan dari sistem PPATK ini memicu kegelisahan warga, termasuk KPM yang mengaku tidak pernah berjudi tetapi terdampak karena satu KK. Berikut ini Berita Indonesia Kamboja akan memberikan informasi mengenai temuan mengejutkan terkait lebih dari 12 ribu penerima bansos di Tasikmalaya yang terdeteksi terlibat transaksi judi online.

Lonjakan Pemblokiran Rekening Bansos

Pemkot Tasikmalaya menghadapi lonjakan besar setelah lebih dari 12.000 rekening KPM diblokir pemerintah pusat. Angka ini meningkat drastis dibanding laporan sebelumnya yang hanya ratusan. Sistem PPATK mendeteksi adanya pola transaksi yang mengarah pada judi online.

Lonjakan tersebut terjadi hanya dalam waktu dua bulan, membuat pemerintah daerah terkejut. Tasikmalaya yang dikenal sebagai Kota Santri pun tak luput dari tingginya kasus penyalahgunaan dana bantuan. Pemerintah menilai masalah ini sudah masuk kategori serius dan harus ditangani cepat.

Kepala Dinas Sosial, Budi Rachman, menyebut fenomena ini sangat memprihatinkan. Ia menegaskan bahwa PPATK bekerja otomatis berdasarkan data NIK dan rekening. Setiap aktivitas mencurigakan langsung memicu pemblokiran otomatis tanpa perlu laporan tambahan.

Langkah Sosialisasi dan Edukasi Pemerintah Daerah

Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, pemerintah daerah melakukan sosialisasi melalui camat dan lurah. Cara ini dipilih karena jumlah KPM yang diblokir sangat besar sehingga tidak memungkinkan dilakukan pemanggilan massal. Informasi disebarkan hingga tingkat paling bawah.

Sosialisasi berfokus pada pemahaman mengenai bahaya judi online dan konsekuensi penyalahgunaan bansos. Pemerintah ingin memastikan bahwa semua KPM mengetahui aturan baru serta mekanisme pendeteksian transaksi oleh PPATK. Hal ini dianggap penting agar kejadian serupa tidak terulang.

Selain edukasi, pemerintah daerah juga memberikan arahan terkait manajemen rekening keluarga. Banyak KPM yang tidak menyadari bahwa aktivitas anggota keluarga satu KK dapat berdampak pada kelayakan bansos. Pemerintah mengingatkan agar keluarga lebih berhati-hati dalam menjaga data dan akses rekening.

Baca Juga: Dewi Astutik Akhirnya Tiba di Tanah Air Usai Buron 2 Ton Sabu

Kebingungan dan Protes Warga

Kebingungan-dan-Protes-Warga

Pemblokiran masif memicu gejolak di kalangan KPM. Banyak warga yang mengaku tidak pernah bermain judi online namun tetap terimbas pemblokiran. Sebagian besar merasa kebingungan karena tidak mendapatkan penjelasan rinci mengenai pelanggaran yang dituduhkan.

Salah satu warga terdampak, Atik Suryani, mengaku kehilangan hak BLT Kesra tanpa mengetahui alasan pastinya.

Ia menegaskan tidak paham sama sekali mengenai aplikasi atau situs judi online. Situasi ini membuatnya curiga terhadap anggota keluarga yang mungkin menggunakan data tanpa sepengetahuannya.

Kondisi serupa dialami banyak warga lainnya. Mereka berharap pemerintah memberikan detail yang lebih transparan mengenai hasil deteksi PPATK. Tanpa penjelasan, masyarakat takut terjadi kesalahpahaman atau konflik dalam rumah tangga akibat saling curiga.

Upaya Reaktivasi dan Sikap Pemerintah Pusat

Pemerintah Kota Tasikmalaya telah mengajukan permohonan reaktivasi bagi KPM yang dianggap layak. Namun keputusan final tetap berada di tangan Kementerian Sosial. Proses verifikasi dilakukan ketat untuk memastikan bansos tidak jatuh pada penerima yang menyalahgunakan.

Wakil Wali Kota Diky Candra menilai pemblokiran adalah langkah disipliner yang perlu dilakukan. Ia mengakui bahwa pemblokiran bukan solusi jangka panjang, namun perlu untuk menegakkan aturan. Kementerian membuka peluang reaktivasi asalkan ada jaminan dari daerah bahwa pelanggaran tidak berulang.

Pemerintah pusat ingin memastikan bansos digunakan sepenuhnya untuk kebutuhan dasar. Mereka berharap ketegasan ini membuat masyarakat jera dan lebih disiplin. KPM juga diimbau menjaga akun rekening agar tidak disalahgunakan oleh anggota keluarga.

Buat kalian yang ingin mendapatkan berita terbaru dan terupdate yang tentunya terpercaya hanya di Berita Indonesia Kamboja.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari tajuknasional.com
  2. Gambar Kedua dari banyumasekspres.id