Koh Ker, Wisata Budaya dan Sejarah yang Menakjubkan di Kamboja

Silakan Share

Koh Ker adalah situs arkeologi terpencil di Kamboja utara, yang pernah menjadi ibu kota Kekaisaran Khmer sekitar 120 kilometer dari Siem Reap.

Koh-Ker,-Wisata-Budaya-dan-Sejarah-yang-Menakjubkan-di-Kamboja

Dikenal sebagai Lingapura Kuno atau Chok Gargyar, Koh Ker resmi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 17 September 2023.

Berikut ini Berita Indonesia Kamboja akan memberikan informasi tentang Koh Ker, situs arkeologi terpencil di Kamboja yang menyimpan sejarah Kekaisaran Khmer.

Lokasi dan Latar Belakang Sejarah

Koh Ker terletak di antara lereng selatan Pegunungan Dangrek, Pegunungan Kulen di barat daya, dan Pegunungan Tbeng di timur Kamboja. Situs ini dulunya merupakan ibu kota Kerajaan Khmer pada abad ke-10, berfungsi sebagai pusat kekuasaan dari tahun 928 hingga 944 Masehi di bawah Raja Jayavarman IV dan Harshavarman II.

Selama masa pemerintahannya, lebih dari 180 kuil dibangun di area seluas 81 kilometer persegi. Kota ini dikenal dengan beberapa nama, termasuk Lingapura yang berarti “kota lingam” dan Chok Gargyar yang diterjemahkan sebagai “kota pandangan” atau “hutan pohon besi”.

Raja Jayavarman IV melaksanakan proyek pembangunan ambisius, termasuk pembuatan tangki air besar dan pembangunan sekitar empat puluh kuil. Koh Ker menjadi simbol kekuasaan dan seni yang berkembang pesat pada masa singkatnya sebagai ibu kota.

Arsitektur dan Gaya Koh Ker yang Unik

Gaya arsitektur Koh Ker berkembang di bawah pemerintahan Jayavarman IV, dengan seni patung mencapai puncaknya. Patung dan relief menampilkan bentuk ekspresif, gerakan dinamis, serta simbolisme agama yang memadukan seni India dan konsep lokal.

Salah satu kuil paling menonjol adalah Prasat Thom atau Prang, sebuah piramida bertingkat tujuh setinggi 36 meter. Kuil ini mengikuti rencana linier, berbeda dari sebagian besar candi raja Khmer yang bersifat konsentris, dan diduga sebagai kuil negara untuk Jayavarman IV.

Prang ini dulunya menampung lingam besar setinggi lebih dari 4 meter dan berat beberapa ton. Bahan konstruksi yang digunakan termasuk laterit, batu pasir, dan bata, tersedia melimpah di wilayah tersebut, menjadikan Koh Ker unik dalam teknik pembangunan kunonya.

Baca Juga: Kepala Polisi Korea Ditunjuk Sebagai Duta Besar di Kamboja

Patung dan Artefak yang Hilang

Patung-dan-Artefak-yang-Hilang

Meski seni patung di Koh Ker sangat maju, lokasi terpencil membuat situs ini menjadi sasaran penjarahan berulang kali. Banyak patung dan relief penting dicuri dan kini tersimpan di museum atau koleksi pribadi di luar negeri.

Contohnya, fragmen Patung Penari Siwa dengan lima kepala dan sepuluh lengan, yang dulunya setinggi 3,5 meter, kini disimpan di Museum Nasional Phnom Penh. Kasus penjualan patung prajurit mitos oleh Sotheby’s pada 2011 juga menyorot risiko penjarahan seni budaya.

Beberapa artefak akhirnya disita oleh pemerintah Kamboja dan Amerika Serikat karena dugaan keluarnya secara ilegal dari situs. Hal ini menunjukkan pentingnya pelestarian dan pengawasan terhadap warisan budaya Koh Ker.

Pengalaman Budaya dan Pariwisata

Koh Ker menawarkan pengalaman budaya yang unik meski sebagian situs tersembunyi di hutan dan masih ada ranjau sisa konflik. Sekitar dua lusin monumen dapat dikunjungi wisatawan, dengan desa Seyiong sebagai tempat penginapan terdekat.

Alternatif lain adalah Koh Ker Jungle Lodge Homestay, proyek pariwisata berkelanjutan sejak 2009. Wisatawan dapat berinteraksi dengan penduduk lokal dan mendukung ekonomi desa melalui pembelian kerajinan tangan serta mencicipi masakan khas Khmer seperti samlor korko, trey chha, dan prahok ktiss.

Waktu terbaik berkunjung adalah antara November hingga Maret selama musim kemarau. Cuaca yang lebih sejuk memudahkan eksplorasi, dan suasana hutan yang rimbun. Memberikan pengalaman petualangan yang berbeda dari situs-situs Angkor yang lebih ramai.

Buat kalian yang ingin mendapatkan berita terbaru dan terupdate yang tentunya terpercaya hanya di Berita Indonesia Kamboja.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari siemreaptaxidrivertours.com
  2. Gambar Kedua dari fodors.com