Kamboja Tarik 8 Cabor, Indonesia Puji Tindakan Sportif Untuk SEA Games
Kamboja memutuskan untuk menarik delapan cabang olahraga (cabor) dari SEA Games 2025 yang digelar di Phnom Penh.

Keputusan ini mencakup cabang-cabang yang biasanya menjadi unggulan bagi beberapa negara peserta, termasuk Indonesia.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Berita Indonesia Kamboja.
Latar Belakang Keputusan Kamboja
Indonesia menunjukkan sikap dewasa dan sportif dalam merespons keputusan Kamboja yang menarik delapan cabang olahraga (cabor) dari perhelatan SEA Games 2025.
Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh Komite Olimpiade Kamboja beberapa minggu sebelum pembukaan SEA Games di Phnom Penh.
Penarikan cabor ini mencakup cabang-cabang yang sebelumnya menjadi unggulan bagi beberapa negara peserta, termasuk Indonesia.
Langkah ini dianggap Indonesia sebagai bagian dari dinamika olahraga internasional yang kadang diwarnai pertimbangan teknis, logistik, maupun regulasi olahraga di negara penyelenggara.
Keputusan Kamboja tersebut mengundang berbagai spekulasi, termasuk tantangan anggaran, keterbatasan fasilitas, dan kesiapan infrastruktur yang terbatas untuk beberapa cabor.
Namun, Indonesia memilih untuk tidak menanggapi secara berlebihan. Melalui pernyataan resmi, Ketua Kontingen Indonesia di SEA Games menekankan bahwa keputusan tersebut harus dihormati karena setiap negara memiliki hak penuh dalam mengatur penyelenggaraan cabang olahraga di ajang internasional.
Dampak Terhadap Kontingen Indonesia
Meskipun delapan cabor yang ditarik Kamboja termasuk beberapa favorit Indonesia, pihak kontingen menegaskan bahwa hal ini tidak akan mengurangi semangat para atlet dan pelatih.
Indonesia tetap mengirimkan delegasi yang lengkap untuk cabang-cabang lain yang tetap dipertandingkan.
Kesiapan atlet Indonesia di cabang-cabang prioritas seperti atletik, renang, bulu tangkis, dan sepak bola tetap menjadi fokus utama.
Para pelatih juga menyesuaikan strategi, memusatkan perhatian pada cabor yang tetap berlangsung. “Kami menghargai keputusan penyelenggara, dan itu tidak mengurangi fokus kami untuk meraih prestasi,” ujar salah satu pelatih senior.
Langkah ini menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi dinamika olahraga internasional, di mana perubahan format atau cabang pertandingan kadang tidak bisa dihindari.
Baca Juga: Menelusuri Pesona Warisan Budaya di Museum Nasional Kamboja
Perspektif Diplomasi Olahraga

Sikap Indonesia dalam merespons keputusan Kamboja mencerminkan diplomasi olahraga yang matang.
Penarikan cabor oleh tuan rumah bisa menimbulkan friksi antarnegara, tetapi Indonesia memilih jalur diplomatis dan menekankan nilai sportifitas.
Melalui komunikasi resmi dengan Komite Olimpiade Asia Tenggara (SEAGOC) dan Kamboja, Indonesia menekankan pentingnya transparansi dan pengertian bersama dalam menentukan cabang olahraga yang dipertandingkan.
Hal ini juga menjadi pelajaran bagi negara-negara peserta lainnya untuk mengedepankan etika olahraga dan kerja sama, meski terdapat perbedaan kepentingan.
Indonesia tetap menekankan bahwa keberhasilan SEA Games tidak semata diukur dari jumlah medali, tetapi juga dari interaksi, persahabatan, dan penguatan hubungan antarnegara anggota ASEAN.
Reaksi Publik dan Media
Keputusan Kamboja menarik cabor menuai perhatian media dan masyarakat Indonesia. Beberapa media mengangkat isu ini dengan nuansa kritis, mempertanyakan alasan teknis di balik penarikan cabor.
Namun, mayoritas masyarakat menyambut baik sikap Indonesia yang tetap sportif dan menghormati keputusan penyelenggara.
Atlet dan penggemar olahraga di media sosial juga menyoroti bahwa fokus sebaiknya tetap pada dukungan terhadap atlet yang bertanding.
Diskusi publik lebih banyak diarahkan pada strategi dan peluang Indonesia meraih medali di cabor-cabor yang tetap dipertandingkan, serta upaya meningkatkan persiapan atlet untuk ajang berikutnya.
Buat kalian yang ingin mendapatkan berita terbaru dan terupdate setiap hari. Kalian bisa kunjungi Indonesia Kamboja, yang dimana Akan selalu memberikan informasi menarik lainnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari rri.co.id
- Gambar Kedua dari www.tempo.co