Thailand Tangkap Buron Singapura Terkait Sindikat Scam Kamboja
Seorang pria Singapura berusia 32 tahun diduga terlibat sindikat penipuan internasional di Phnom Penh, Kamboja, dan berhasil ditangkap Thailand.

Penangkapan tersebut menunjukkan kerja sama internasional yang erat antara Singapura dan Thailand dalam memberantas kejahatan siber serta penipuan terorganisir.
Berikut ini Berita Indonesia Kamboja akan memberikan informasi terkait penangkapan buronan internasional Singapura yang terlibat sindikat penipuan berbasis Kamboja.
Buron Lintas Negara Ditangkap di Thailand
Pria tersebut, bernama Sie Eng Fa Brian atau lebih dikenal sebagai “Brian”, ditangkap dalam sebuah operasi penggerebekan di Distrik Si Chomphu, Khon Kaen, Thailand, oleh petugas Technology Crime Suppression Division.
Penangkapan ini terjadi setelah otoritas Singapura mengajukan permintaan bantuan melalui Interpol Red Notice, yang menginformasikan bahwa Brian merupakan tersangka kasus kejahatan terorganisir dan penipuan lintas batas.
Menurut laporan Khaosod English, operasi penggerebekan dilakukan setelah Thailand’s Anti-Cybercrime Scam Centre menerima informasi dari Singapura bahwa Brian termasuk salah satu dari 34 tersangka yang tengah dicari kepolisian Singapura.
Investigasi awal menunjukkan bahwa Brian melarikan diri ke Thailand dan bersembunyi di kediaman istrinya, yang merupakan warga negara Thailand.
Peran Brian Dalam Sindikat Penipuan
Dalam pemeriksaan awal, Brian mengakui perannya sebagai administrator keuangan dalam sindikat penipuan tersebut. Ia juga bertugas melakukan panggilan telepon, menyamar sebagai pejabat pemerintah untuk menakut-nakuti korban agar mentransfer uang.
Menurut pengakuannya, ia menerima penghasilan sekitar 4.000 dollar AS per bulan, setara dengan sekitar Rp 66 juta.
Otoritas Thailand kemudian menjerat Brian dengan pelanggaran terkait overstay visa sebelum akhirnya mendeportasinya ke Singapura.
Sesampainya di Singapura pada 16 November, Brian langsung ditahan dan keesokan harinya, pada 17 November, ia resmi didakwa di pengadilan atas keterlibatannya dalam penipuan telepon yang dijalankan oleh sindikat berbasis Kamboja.
Baca Juga: Rizki Bantah Jadi Korban TPPO Di Kamboja, Keluarga Duga Ada Tekanan
Sindikat Berbasis Kamboja Dengan Jejak Regional

Menurut Kepolisian Singapura (SPF), Brian merupakan bagian dari kelompok kriminal terorganisir yang berbasis di Phnom Penh, Kamboja, dan melibatkan anggota dari Singapura serta Malaysia, termasuk para pemimpin sindikat.
Kelompok ini diduga bertanggung jawab atas setidaknya 438 kasus impersonation scam di Singapura dengan total kerugian mencapai 41 juta dollar AS (sekitar Rp 685 miliar).
Pihak kepolisian juga mengungkapkan bahwa sindikat tersebut menggunakan metode penipuan terstruktur, termasuk menyamar sebagai pejabat pemerintah, mengirim pesan resmi palsu, dan mengintimidasi korban melalui telepon agar mentransfer uang ke rekening sindikat.
Brian sendiri mengaku berperan di lini administrasi dan keuangan, sehingga menjadi salah satu figur penting dalam operasional sindikat.
Tindakan Singapura dan Langkah Hukum
Sebagai bagian dari penyelidikan yang masih berlangsung, kepolisian Singapura telah mengeluarkan perintah pelarangan pelepasan aset dan menyita sejumlah harta yang diduga terkait dengan sindikat ini.
Pemerintah Singapura juga memperkuat regulasi dan sanksi hukum bagi pelaku penipuan. Parlemen Singapura bahkan telah menyetujui hukuman cambuk wajib bagi pelaku scam, serta cambuk opsional bagi pelaku kejahatan terkait “begal uang”.
Upaya ini menegaskan komitmen Singapura untuk memberantas sindikat penipuan internasional dan melindungi warganya dari modus kejahatan baru yang semakin canggih.
Peningkatan kerja sama lintas negara, khususnya dengan Thailand dan Malaysia. Menjadi kunci dalam menumpas jaringan kriminal yang bersifat regional dan transnasional.
Dampak dan Upaya Pencegahan
Kasus penangkapan Brian menjadi peringatan bagi masyarakat internasional terkait risiko scam yang semakin profesional.
Modus-modus penipuan berbasis telepon dan online terus berkembang, menargetkan korban dari berbagai usia dan latar belakang.
Kepolisian Singapura mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap panggilan atau pesan yang mencurigakan dan memastikan setiap transaksi keuangan melalui jalur resmi.
Selain itu, pemerintah juga mendorong kampanye edukasi mengenai penipuan siber dan meningkatkan koordinasi antarnegara. Untuk mengidentifikasi serta menindak para pelaku penipuan lintas batas.
Penangkapan Brian di Thailand membuktikan bahwa kejahatan lintas negara tidak memiliki batas. Namun kerja sama internasional dapat mempersempit ruang gerak sindikat kriminal dan melindungi korban dari kerugian yang lebih besar.
Buat kalian yang ingin mendapatkan berita terbaru dan terupdate yang tentunya terpercaya hanya di Berita Indonesia Kamboja.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari kompas.com
- Gambar Kedua dari kompas.com