Thailand Desak Kamboja Minta Maaf Atas Ledakan Ranjau di Perbatasan
Insiden ledakan ranjau di perbatasan Thailand–Kamboja menunjukkan betapa sensitif dan kompleksnya konflik wilayah di kawasan tersebut.

Peristiwa ini melukai empat prajurit Thailand, salah satunya kehilangan kaki kanannya setelah menginjak ranjau tersebut.
Dibawah ini Berita Indonesia Kamboja Akan menguraikan kejadian, reaksi kedua pihak, sejarah konflik perbatasan, serta implikasi insiden bagi stabilitas kawasan.
Latar Belakang Insiden
Pada hari Senin, patroli militer Thailand di wilayah perbatasan di provinsi Sisaket dilaporkan mengalami ledakan sebuah ranjau yang menyebabkan seorang tentara Thailand kehilangan kaki kanan dan beberapa lainnya mengalami cedera ringan.
Thailand secara resmi menuduh bahwa ranjau tersebut dipasang oleh pihak Kamboja sebuah klaim yang langsung dibantah oleh pemerintah Kamboja.
Menurut juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, ledakan berasal dari “sisa konflik lama” dan bukan merupakan pemasangan baru.
Insiden ini menjadi pemicu bagi Thailand untuk menghentikan sementara pelaksanaan perjanjian gencatan senjata yang sebelumnya diteken bersama Kamboja dengan mediasi internasional.
Dampaknya langsung terasa dalam hubungan bilateral kedua negara yang sudah sejak lama rawan konflik perbatasan.
Tindakan Diplomatik Thailand
Menanggapi insiden tersebut, Ministry of Foreign Affairs of Thailand menyatakan bahwa mereka menuntut permintaan maaf resmi dari pihak Kamboja. Sekaligus meminta penyelidikan tuntas terkait siapa yang menanggung tanggung jawab atas pemasangan ranjau tersebut.
Juru bicara kementerian menyebut bahwa penundaan penuh terhadap implementasi gencatan senjata akan dilakukan hingga tuntutan itu terpenuhi.
Thailand segera menangguhkan kesepakatan yang ditengahi oleh Donald Trump dan mitra pihak ketiga, yang sebelumnya bertujuan meredakan konflik perbatasan antara kedua negara.
Penjelasan Dari Pihak Kamboja
Sementara itu, pihak Cambodia melalui kementerian terkait menyanggah tuduhan bahwa mereka sengaja menanam ranjau baru.
Mereka menyatakan bahwa ranjau tersebut kemungkinan adalah sisa konflik lama yang belum sempat dibersihkan, dan meminta agar pasukan Thailand menghindari zona yang diketahui masih berbahaya.
Pernyataan ini menegaskan komitmen Cambodia dalam menjaga perdamaian bersama, namun sekaligus mempertahankan posisi bahwa mereka tidak bisa bertanggung jawab atas instalasi ranjau baru sebagaimana dituduhkan.
Baca Juga: Hubungan Thailand–Kamboja Memanas, Perjanjian Damai Ditangguhkan
Konteks Konflik Perbatasan yang Lebih Luas

Ketegangan yang muncul saat ini tidak terlepas dari akar sejarah panjang perselisihan wilayah yang belum sepenuhnya dipetakan antara Thailand dan Cambodia.
Garis perbatasan sepanjang sekitar 817 km ini banyak mengalami titik-titik yang masih diperdebatkan sejak masa kolonial, termasuk bagian yang memunculkan perselingkuhan wilayah dan pembangunan ranjau lama.
Konflik bersenjata singkat namun mematikan pernah terjadi beberapa bulan lalu, dengan sedikitnya 48 korban jiwa dan ratusan ribu orang mengungsi akibat bentrokan selama lima hari di musim panas lalu.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun telah ada upaya penahanan senjata dan perjanjian gencatan senjata, kepercayaan antar pihak masih sangat rapuh.
Potensi Eskalasi Masa Depan
Insiden ranjau ini memiliki potensi untuk mengguncang kembali kedamaian yang sempat dicapai. Dengan Thailand menunda implementasi gencatan senjata.
Proses penarikan senjata berat dan pembersihan ranjau yang dijanjikan dalam perjanjian sebelumnya bisa tertunda. Bahkan terancam batal.
Bagi penduduk perbatasan, kondisi ini sangat mengkhawatirkan: kegiatan patroli yang meningkat, ancaman ranjau yang belum diketahui jumlahnya, dan potensi pertikaian lebih lanjut dapat memicu kerusakan infrastruktur, pengungsian, dan meningkatnya kerentanan keamanan.
Dunia internasional, termasuk United States. Telah menyerukan agar kedua negara mempertahankan komitmen penanganan dan menganalisis fakta sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Buat kalian yang ingin mendapatkan berita terbaru dan terupdate setiap hari. Kalian bisa kunjungi Indonesia Kamboja, yang dimana Akan selalu memberikan informasi menarik lainnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari jabarekspres.com