Jerat Penipuan Siber Lintas Negara, 106 WNI Diselamatkan Di Kamboja
Phnom Penh, Kamboja, menjadi saksi bisu sebuah operasi penyelamatan besar-besaran yang mengungkap praktik kejahatan siber lintas negara.

Sebanyak 106 WNI berhasil diamankan dari jaringan penipuan daring di sebuah gedung sewaan Distrik Tuol Kork. Operasi ini menjadi peringatan serius terhadap kejahatan siber dan kerentanan individu terhadap tawaran pekerjaan menyesatkan di luar negeri. Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Berita Indonesia Kamboja.
Penggerebekan Besar-Besaran di Phnom Penh
Otoritas Kamboja melancarkan penggerebekan di sebuah gedung sewaan di Distrik Tuol Kork, Phnom Penh, pada Jumat (31/10/2025). Operasi ini berhasil mengamankan 106 warga negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat dalam jaringan penipuan siber lintas negara. Langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kamboja dalam memberantas kejahatan daring.
Dari total 106 WNI yang ditangkap, 36 di antaranya adalah perempuan, menunjukkan keragaman profil korban maupun pelaku yang terlibat. Penangkapan ini diumumkan oleh Komite Ad Hoc Penanggulangan Penipuan Daring Kamboja melalui siaran pers pada Sabtu (02/11/2025). Ini menandakan keseriusan pemerintah Kamboja dalam menangani kasus-kasus serupa.
Petugas juga menyita sejumlah barang bukti penting selama operasi, termasuk puluhan telepon, komputer desktop, dan dua unit mobil. Barang bukti ini diyakini digunakan sebagai sarana operasional bagi jaringan penipuan daring tersebut. Penyitaan ini diharapkan dapat membantu mengungkap lebih jauh modus operandi dan pihak-pihak yang terlibat.
Komitmen Kamboja Berantas Kejahatan Siber
Komite Ad Hoc Penanggulangan Penipuan Daring Kamboja menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam memberantas kejahatan siber. Mereka menyatakan akan mengambil tindakan hukum paling tegas terhadap semua dalang penipuan, tanpa pengecualian. Penegasan ini mencerminkan sikap tanpa kompromi terhadap kejahatan lintas batas.
Kampanye pembersihan nasional ini digelar untuk menjaga keamanan, ketertiban umum, dan keselamatan sosial di Kamboja. Pemerintah memandang kejahatan siber sebagai ancaman serius yang merusak stabilitas sosial dan ekonomi. Upaya ini menunjukkan kesadaran akan dampak luas dari praktik ilegal tersebut.
Dalam empat bulan terakhir, otoritas Kamboja telah menangkap lebih dari 3.400 tersangka penipuan daring dari 20 kewarganegaraan berbeda. Angka ini menunjukkan skala besar masalah penipuan siber yang dihadapi Kamboja. Ini juga menegaskan Kamboja sebagai salah satu pusat operasi kejahatan siber regional.
Baca Juga: Lap Khmer, Salad Daging Segar Khas Kamboja Yang Kaya Rempah
Detail Operasi Dan Tersangka Lain

Media lokal Khmer Times mengungkap detail operasi yang didukung oleh Wakil Jaksa Penuntut Umum. Target penggerebekan adalah sebuah gedung di Jalan 255 Nomor 17, Kelompok 14, Desa 5, Komune Boeung Salang. Lokasi ini diduga kuat menjadi pusat kendali operasi penipuan tersebut.
Selain 106 WNI, petugas juga mengamankan lima warga Kamboja yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut. Dengan demikian, total individu yang ditangkap dalam operasi ini mencapai 111 orang. Kehadiran warga lokal menunjukkan adanya kolaborasi antara sindikat internasional dengan pihak domestik.
Polisi menyita dua mobil Hyundai Staria berpelat nomor Phnom Penh 2CB-5952 (putih) dan 2CB-1921 (hitam) sebagai barang bukti. Kendaraan ini diduga digunakan untuk mendukung logistik operasi penipuan. Semua tersangka dan barang bukti telah diserahkan ke Komisariat Kepolisian Munisipal Phnom Penh untuk proses hukum lebih lanjut.
Inspeksi Berkelanjutan Dan Penyelidikan Mendalam
Pada hari yang sama, tim terpisah dari Komando Terpadu, atas perintah Gubernur Phnom Penh, melakukan inspeksi di lokasi mencurigakan lain. Lokasi tersebut berada di Menara IOS Nomor 65, Jalan 95, Desa 8, Komune Boeung Keng Kang III, Distrik Boeung Keng Kang. Ini menunjukkan cakupan luas penyelidikan yang sedang berlangsung.
Inspeksi ini merupakan bagian dari penyelidikan berkelanjutan terhadap jaringan penipuan daring yang beroperasi di wilayah tersebut. Otoritas Kamboja tidak hanya menargetkan satu lokasi, melainkan berupaya membongkar seluruh jaringan. Pendekatan komprehensif ini diharapkan dapat memutus rantai kejahatan siber secara efektif.
Upaya-upaya ini menegaskan kembali bahwa Kamboja serius dalam memerangi kejahatan siber. Masyarakat internasional, termasuk Indonesia, diharapkan dapat terus bekerja sama untuk melindungi warganya dari praktik penipuan semacam ini. Penyelamatan 106 WNI menjadi pengingat penting akan bahaya yang mengintai di dunia maya.
Buat kalian yang ingin mendapatkan berita terbaru dan terupdate setiap hari. Kalian bisa kunjungi Indonesia Kamboja, yang dimana Akan selalu memberikan informasi menarik lainnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari kompas.com
- Gambar Kedua dari kompas.com