Heboh! 1.618 WNI Yang Pernah Terjerat Online Scam di Kamboja Kini Kembali

Silakan Share

Heboh! Sebanyak 1.618 WNI yang pernah terjerat sindikat online scam di Kamboja kini telah kembali ke Tanah Air.

Terjerat Online Scam di Kamboja Kini Kembali

Kepulangan ini terjadi setelah pemerintah Kamboja menutup pusat-pusat scam dan menindak pengelolanya. KBRI Phnom Penh melakukan pendataan, asesmen, dan koordinasi untuk memastikan proses pemulangan WNI aman. Fenomena ini menunjukkan gelombang besar WNI eks scam center.

Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Berita Indonesia Kamboja.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVELIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Ribuan WNI Eks Online Scam Pulang ke Indonesia

Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang keluar dari kamp sindikat penipuan daring (online scam) di Kamboja dan kembali ke Tanah Air telah menembus 1.618 orang. Fenomena ini terjadi sejak pemerintah Kamboja mulai menindak pusat-pusat online scam pada pertengahan Januari 2026.

Kedatangan WNI ke KBRI Phnom Penh mengalami lonjakan signifikan karena banyak warga yang ingin melapor diri. Sampai 5 Maret 2026, tercatat sebanyak 5.397 WNI telah melakukan lapor diri, dengan 5.352 orang sudah menjalani asesmen awal oleh pihak kedutaan.

Duta Besar RI untuk Kamboja periode 2023-2026, Dubes Santo, menjelaskan bahwa lonjakan ini merupakan dampak langsung dari penegakan hukum oleh otoritas Kamboja. Sebagian besar WNI yang kembali ke Indonesia berasal dari wilayah kamp scam center yang telah ditutup.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Penutupan Scam Center Dorong WNI Pulang

Pemerintah Kamboja melakukan penangkapan terhadap beberapa mastermind dan pengelola pusat scam sejak Januari 2026. Akibatnya, banyak scam center tutup, memaksa pekerja asing termasuk WNI mencari cara untuk pulang ke negara asal.

Selain Indonesia, pekerja asing dari China, Vietnam, Filipina, Myanmar, Pakistan, India, Jepang, Korea Selatan, bahkan Turki juga terdampak. Fenomena ini menunjukkan bahwa penutupan scam center bersifat internasional dan berdampak pada banyak warga negara asing.

Beberapa scam center berlokasi di Phnom Penh, sekitarnya, Sihanoukville, Kampot, hingga Mondulkiri yang dekat dengan perbatasan Vietnam. Kondisi ini membuat koordinasi antara KBRI Phnom Penh dan otoritas Kamboja menjadi penting untuk menangani pengungsi WNI secara cepat dan aman.

Baca Juga: Polda Riau Buru Sindikat TPPO Usai Warga Siak Hilang di Kamboja!

KBRI Sinergi Dengan Otoritas Kamboja

KBRI Sinergi dengan Otoritas Kamboja

KBRI Phnom Penh secara aktif berkoordinasi dengan otoritas Kamboja terkait penanganan WNI eks sindikat online scam. Dubes Santo tercatat melakukan pertemuan penting, termasuk dengan Presiden Senat dan mantan Perdana Menteri Kamboja, Samdech Techo Hun Sen, untuk membahas langkah penanganan.

Selain itu, Dubes Santo juga bertemu Senior Minister sekaligus Ketua Sekretariat Commission for Combating Online Scam (CCOS) Kamboja, Chhay Sinarith, pada 19 Januari 2026. Pertemuan ini membahas prosedur evakuasi, perlindungan, dan pendataan WNI yang masih berada di penampung.

Pendekatan diplomatik ini memastikan proses pemulangan WNI berjalan lancar. Selain itu, KBRI melakukan asesmen awal terhadap ribuan WNI untuk menentukan prioritas pemulangan dan kebutuhan pendampingan psikologis serta administrasi selama transit di Kamboja.

Tantangan dan Fakta di Lapangan

Dubes Santo menekankan bahwa lonjakan WNI yang melapor bukan rekrutan baru. Beberapa di antaranya bahkan sudah berulang kali datang ke Kamboja untuk bekerja di scam center. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian WNI sudah lama terlibat dalam operasional online scam sebelum pemerintah Kamboja melakukan penegakan hukum.

Saat ini, masih terdapat 635 WNI yang berada di penampung Pochentong dan Sensok. Pihak kedutaan terus memantau kondisi mereka agar hak-hak dasar dan keselamatan tetap terjamin. Proses pemulangan dilakukan secara bertahap, dengan prioritas untuk WNI yang paling membutuhkan bantuan segera.

Fenomena ini menjadi peringatan bagi masyarakat Indonesia terkait risiko bekerja di luar negeri dalam industri ilegal. Pemerintah Indonesia terus menekankan pentingnya keamanan, legalitas, dan perlindungan warga negara agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari voi.id
  • Gambar Kedua dari voi.id