Terungkap! Gadis Siak Tertipu Janji Kerja, Kini Kritis di Kamboja
Terungkap! Gadis asal Siak, Riau, Susi Yanti Br Sinaga, tertipu janji kerja dan kini dalam kondisi kritis di Kamboja.
Korban awalnya dijanjikan pekerjaan di Malaysia, namun dibawa ke Kamboja oleh rekannya. Keluarga panik dan telah melapor ke KBRI serta BP3MI Riau, berharap Susi segera dipulangkan dengan selamat.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Berita Indonesia Kamboja.
Gadis Siak Terjebak di Kamboja, Heboh di Media Sosial
Kabar mengejutkan datang dari Siak, Riau, setelah video seorang gadis diduga ‘tersandera’ di Kamboja viral di media sosial. Korban disebut dibawa ke luar negeri atas janji pekerjaan di Malaysia, namun ternyata dibawa ke Kamboja. Kejadian ini memicu keprihatinan luas dari masyarakat, terutama warganet yang menyebarkan informasi agar korban segera dibantu.
Korban adalah Susi Yanti Br Sinaga, wanita kelahiran 2003 asal Lubuk Dalam, Siak. Susi berangkat ke Kamboja pada 12 Desember lalu dengan tujuan bekerja di sektor industri daring, yang ternyata terkait praktik penipuan online (scammer), bersama kenalannya berinisial BS.
Keluarga korban menyebut, sejak tiba di Kamboja, Susi mengalami berbagai kesulitan dan terjebak dalam situasi yang tidak diharapkan. Kejadian ini menjadi sorotan karena menimbulkan kekhawatiran terkait praktik penempatan pekerja migran ilegal dan modus penipuan yang merugikan warga.
Kondisi Korban di Kamboja Memburuk
Selama berada di Kamboja, Susi mengalami persoalan kesehatan yang memerlukan perawatan intensif di salah satu rumah sakit setempat. Biaya pengobatan dilaporkan mencapai puluhan juta rupiah, menjadi beban tambahan bagi keluarga korban.
Foto dan video yang beredar menunjukkan Susi dalam kondisi terbaring di ranjang rumah sakit. Mulut dan hidungnya terpasang selang sebagai bagian dari penanganan medis, sementara ia melakukan video call dengan keluarga untuk memastikan keselamatan dirinya.
Kondisi ini memicu rasa panik di keluarga dan masyarakat luas. Banyak pihak berharap agar korban segera mendapatkan pertolongan maksimal dan dapat dipulangkan dengan selamat ke Indonesia secepatnya.
Baca Juga: Heboh! Ribuan Korban Bisa Jadi Target, 590 Penipu Online Pulang Dari Kamboja!
Keluarga Korban Laporkan ke KBRI dan BP3MI
Atas insiden ini, pihak keluarga telah melaporkan peristiwa yang menimpa Susi ke KBRI Kamboja dan BP3MI Riau. Tujuan utama laporan ini adalah memastikan keselamatan korban serta memproses pemulangan dengan prosedur yang aman dan cepat.
Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, pihaknya telah menindaklanjuti laporan keluarga dengan surat resmi ke pimpinan pusat dan diteruskan ke perwakilan Indonesia di Kamboja.
“BP3MI Riau sudah menerima laporan dari keluarga. Sudah ditindaklanjuti dengan surat ke pimpinan pusat dan disurati ke perwakilan RI,” ujar Fanny, Selasa (3/3/2026). Langkah ini dilakukan agar koordinasi pemulangan dan pengecekan kondisi korban berjalan maksimal.
Koordinasi Pemerintah Untuk Pemulangan Korban
Saat ini, perwakilan RI melalui KBRI Phnom Penh tengah melakukan pengecekan kondisi korban di rumah sakit. BP3MI terus memantau perkembangan terbaru dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar proses pemulangan dapat dilakukan segera.
Langkah koordinasi ini mencakup verifikasi kondisi kesehatan korban, identifikasi lokasi, dan memastikan keamanan selama pemulangan. Pemerintah menegaskan komitmen melindungi warga Indonesia yang menjadi korban praktik perdagangan manusia atau penempatan pekerja migran ilegal.
Keluarga korban berharap proses ini berjalan lancar sehingga Susi dapat kembali ke Indonesia dengan selamat. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja luar negeri melalui jalur tidak resmi atau yang menjanjikan keuntungan cepat.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com