Chaos di Perbatasan! Thailand dan Kamboja Baku Tembak-Lempar Granat
Ketegangan di perbatasan Thailand dan Kamboja kembali memuncak setelah insiden baku tembak dan lempar granat terjadi Selasa (25/2/2026).
Thailand menuduh pasukan Kamboja melanggar gencatan senjata, sementara Phnom Penh membantah tuduhan tersebut. Konflik ini memperpanjang sengketa perbatasan yang telah berlangsung puluhan tahun, menewaskan puluhan orang.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Situasi Terkini Kamboja–Thailand.
Ketegangan Thailand-Kamboja Memanas Lagi
Tentara Thailand melaporkan aksi saling tembak dengan pasukan Kamboja di sepanjang perbatasan kedua negara pada Selasa (25/2/2026). Thailand menuduh Phnom Penh melanggar kesepakatan gencatan senjata sementara Kamboja membantah terjadinya penembakan.
Sengketa perbatasan yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini sebelumnya meletus beberapa kali sepanjang tahun lalu. Konflik tersebut menewaskan puluhan orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi antara Juli dan Desember 2025.
Meskipun kedua negara menandatangani perjanjian gencatan senjata pada akhir Desember, ketegangan tetap tinggi di wilayah perbatasan. Kedua belah pihak saling menuduh melakukan pelanggaran, yang membuat kawasan ini tetap rawan bentrokan.
Tembakan Granat Memicu Balasan Thailand
Menurut pernyataan resmi militer Thailand, pasukan Kamboja melepaskan tembakan granat 40 mm di dekat patroli Thailand di provinsi Sisaket pada hari Selasa. Tembakan tersebut memicu respons langsung dari tentara Thailand. Menyusul insiden itu, pasukan Thailand segera menembakkan M79 ke arah asal tembakan sebagai peringatan sekaligus bentuk pertahanan diri.
“Menyusul insiden tersebut, pasukan Thailand menembakkan M79 ke arah asal tembakan sebagai peringatan dan pertahanan diri,” tulis pernyataan militer Thailand, dikutip AFP. Insiden ini menambah daftar panjang gesekan militer yang terjadi meski gencatan senjata sudah berlaku.
Pihak Thailand menduga insiden terjadi karena adanya rotasi pasukan baru di kubu Kamboja. Personel baru ini diduga belum memahami regulasi atau protokol komando di lapangan, sehingga meningkatkan risiko kesalahpahaman yang berujung pada penembakan.
Baca Juga: Kamboja Bantah Keras! Kuil Preah Vihear Diklaim Jadi Pangkalan Militer!
Kamboja Tolak Tuduhan, Ancaman Ketegangan
Menanggapi tuduhan Thailand, Menteri Informasi Kamboja, Neth Pheaktra, menyatakan bahwa klaim tersebut sepenuhnya palsu dan bertujuan memprovokasi ketegangan. Ia menekankan tuduhan mengenai militernya hanyalah rekayasa yang memutarbalikkan fakta.
“Kamboja prihatin bahwa tuduhan sepihak yang dibuat tanpa verifikasi, konsultasi, atau pembuktian faktual berisiko menyalahartikan situasi di lapangan dan merusak rasa saling percaya,” tegas Neth Pheaktra. Pernyataan ini menunjukkan tingkat sensitivitas diplomatik kedua negara terkait perbatasan.
Berdasarkan ketentuan gencatan senjata Desember, Thailand dan Kamboja berjanji menghentikan tembakan, membekukan pergerakan pasukan, dan bekerja sama dalam pembersihan ranjau di sepanjang perbatasan. Namun, insiden terbaru menambah daftar dugaan pelanggaran, termasuk tuduhan penggunaan mortir lintas batas bulan lalu yang dibantah Phnom Penh.
Sejarah Sengketa dan Klaim Teritorial
Sejak putaran pertempuran terakhir, Kamboja mengklaim pasukan Thailand telah menduduki beberapa area di provinsi perbatasan yang bertentangan dengan perjanjian mereka. Sebaliknya, Bangkok bersikeras bahwa mereka hanya mengambil kembali lahan milik Thailand yang telah diduduki warga Kamboja selama bertahun-tahun.
Sengketa perbatasan antara Thailand dan Kamboja berusia lebih dari seabad. Konflik ini berakar dari demarkasi era kolonial Prancis pada garis perbatasan sepanjang 800 km, yang menimbulkan ketidakjelasan hak atas wilayah tertentu.
Para analis regional menilai insiden terbaru dapat memicu eskalasi ketegangan di Asia Tenggara. Baik Thailand maupun Kamboja kini menghadapi tekanan internasional untuk menahan diri, mengedepankan diplomasi, dan mencegah bentrokan berskala lebih besar yang dapat memengaruhi stabilitas kawasan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari cnbcindonesia.com
- Gambar Kedua dari cnbcindonesia.com