Tragis! Kisah 4 Warga Bengkulu Lolos Dari Penyiksaan Scam Kamboja, Pulang Trauma Berat!
Empat warga Bengkulu selamat dari penyiksaan brutal di Scam Kamboja, mengalami kelaparan, disetrum, dan pulang dengan trauma berat.
Empat warga Kota Bengkulu yang menjadi korban penipuan kerja (scam) di Kamboja akhirnya dijadwalkan tiba kembali di Tanah Air pada Selasa (24/2/2026). Mereka sebelumnya berhasil melarikan diri ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh setelah mengalami serangkaian tindakan kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi di tempat kerja mereka.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Berita Indonesia Kamboja.
Kepulangan Penuh Haru Para Korban
Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, mengonfirmasi bahwa proses pemulangan keempat warga tersebut sedang berlangsung. Sebuah kabar gembira yang dinantikan oleh keluarga dan masyarakat Bengkulu setelah perjuangan panjang membebaskan mereka dari jeratan penipuan di negeri orang.
“Hari ini keempatnya diterbangkan dari Kamboja ke tanah air, lalu, Rabu (25/2/2026), tiba di Bengkulu,” ujar Usin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. Kepulangan ini membawa harapan baru bagi Ardi, Deni Febriansyah, Imron, dan Engga, keempat korban yang telah melalui cobaan berat.
Setibanya di Kota Bengkulu, para korban akan diberikan waktu sejenak untuk melepas rindu dengan keluarga yang telah lama menanti. Momen emosional ini menjadi penutup babak kelam yang mereka alami, sekaligus menjadi awal dari pemulihan fisik dan mental mereka pasca-insiden traumatis tersebut.
Pengalaman Pahit di Kamboja
Kisah pilu keempat warga Bengkulu ini bermula dari tawaran pekerjaan di Vietnam yang ternyata adalah jebakan. Setibanya di sana, mereka justru dibawa ke Kamboja dan dipaksa bekerja sebagai operator scammer untuk judi online. Sebuah modus penipuan yang semakin marak terjadi di Asia Tenggara.
Selama “bekerja” sebagai operator scammer, mereka mengaku mendapatkan perlakuan yang sangat tidak manusiawi. Selain diberi jatah makan yang sangat terbatas, para korban juga kerap disiksa dengan alat setrum jika tidak mencapai target yang ditentukan. Kekerasan fisik dan mental menjadi santapan sehari-hari.
Beruntung, di tengah penderitaan tersebut, mereka berhasil melarikan diri dari cengkeraman para pelaku dan meminta perlindungan ke KBRI di Phnom Penh. Tindakan berani ini menjadi kunci penyelamatan mereka dari lingkaran setan penipuan dan eksploitasi yang kejam.
Baca Juga: Heboh! Kapal Nelayan Kamboja Ditangkap, Saat Curi Ikan di Perairan Thailand!
Koordinasi Dan Peran Berbagai Pihak
Upaya pemulangan keempat korban ini merupakan hasil koordinasi intensif dari berbagai pihak. Pemerintah Provinsi Bengkulu, DPRD, Baznas, serta instansi terkait lainnya bahu-membahu memfasilitasi biaya kepulangan mereka. Solidaritas ini menunjukkan betapa pentingnya kerja sama dalam melindungi warga negara dari kejahatan transnasional.
Setelah bertemu keluarga, keempat warga Bengkulu tersebut dijadwalkan langsung menuju Mapolda Bengkulu untuk memberikan keterangan resmi terkait kasus penipuan yang mereka alami. Keterangan dari para korban sangat dibutuhkan pihak kepolisian untuk mengusut jaringan perekrut tenaga kerja ilegal.
Keterangan ini diharapkan dapat membantu mengungkap dan menindak tegas para pelaku yang telah menjebak banyak warga Indonesia hingga ke luar negeri. Kasus ini menjadi momentum penting untuk membongkar sindikat penipuan kerja internasional dan mencegah korban-korban baru berjatuhan.
Tuntutan Hukum Dan Pencegahan
Pihak keluarga korban sebelumnya sudah melaporkan penipuan kerja ini ke Mapolda Bengkulu. Laporan tersebut menjadi dasar bagi pihak kepolisian untuk memulai penyelidikan dan mempersiapkan langkah-langkah hukum. Proses hukum ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi para korban dan efek jera bagi pelaku.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang terlalu menggiurkan. Verifikasi informasi dan legalitas perusahaan perekrut sangat penting untuk menghindari menjadi korban penipuan. Jangan mudah tergiur dengan janji gaji besar tanpa kejelasan.
Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk melapor ke pihak berwenang atau KBRI jika mencurigai adanya praktik penipuan kerja. Pencegahan adalah kunci utama untuk memerangi kejahatan transnasional seperti scam Kamboja ini. Perlindungan warga negara adalah prioritas utama.
Jangan lewatkan Berita Indonesia Kamboja beserta informasi inspiratif lain untuk menambah wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com