4.725 WNI Terdampar di Kamboja, Jadi Korban atau ‘Tentara Bayaran Digital’?
Sebanyak 4.725 WNI terdampar di Kamboja setelah terjerat sindikat online scam dan kini menanti proses pemulangan pemerintah Indonesia.
Tahun 2026 dibuka dengan kabar mengejutkan dari Kamboja. Sebanyak 4.725 WNI terjerat sindikat penipuan daring, atau online scam, dan kini memohon dipulangkan ke Tanah Air. Lonjakan ini dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan betapa seriusnya ancaman online scam serta kompleksitas upaya penyelamatan pemerintah Indonesia.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Berita Indonesia Kamboja.
Lonjakan Kasus Online Scam di Awal Tahun 2026
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui KBRI Phnom Penh mencatat peningkatan signifikan WNI korban online scam. Dari 16 Januari hingga 22 Februari 2026, 4.725 WNI meminta bantuan dipulangkan dari Kamboja, mencapai 92% dari total kasus sepanjang 2025.
Total kasus online scam yang melibatkan WNI di Kamboja pada tahun 2025 adalah 5.088 WNI. Dengan demikian, lonjakan di awal tahun 2026 ini menunjukkan bahwa sindikat penipuan daring semakin aktif dan menjerat lebih banyak korban. Fenomena ini memerlukan perhatian serius dan langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif.
Tingginya angka ini mengindikasikan bahwa para pelaku online scam semakin canggih dalam merekrut korban, seringkali dengan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi yang ternyata adalah penipuan. Situasi ini menjadi tantangan besar bagi KBRI Phnom Penh dalam menangani kasus-kasus yang terus bertambah.
Upaya Repatriasi Dan Bantuan KBRI Phnom Penh
Dalam satu minggu terakhir, terhitung dari 16 hingga 22 Februari 2026, sebanyak 462 WNI yang sebelumnya terjerat sindikat penipuan daring telah berhasil dipulangkan ke Indonesia. Para korban ini membeli tiket kepulangan secara mandiri, setelah mendapatkan berbagai fasilitasi dan bantuan dari KBRI Phnom Penh.
KBRI Phnom Penh berperan aktif dalam memberikan perlindungan dan bantuan kepada para korban, mulai dari proses identifikasi, pendampingan hukum, hingga memfasilitasi kepulangan mereka. Bantuan ini sangat krusial mengingat banyak korban yang kehabisan uang dan terdampar di Kamboja.
Puncak kepulangan terjadi pada 22 Februari 2026, dengan jumlah 131 WNI yang berhasil kembali ke Tanah Air. Meskipun demikian, masih banyak WNI lain yang menanti proses pemulangan, menunjukkan skala masalah yang dihadapi oleh KBRI Phnom Penh.
Baca Juga: Diplomasi Rasa: Dubes RI Luncurkan “Sertifikat Duta Rasa Nusantara” di Kamboja
Bukan Sekadar Korban, Tetapi Juga Tentara Bayaran Digital
Isu online scam ini tidak hanya sebatas penipuan, melainkan juga berpotensi menjebak WNI menjadi “tentara bayaran digital”. Ini berarti para korban tidak hanya ditipu, tetapi juga dipaksa untuk bekerja dalam sindikat penipuan tersebut, menjadi pelaku penipuan terhadap orang lain.
Keterlibatan WNI dalam sindikat ini seringkali terjadi di luar kehendak mereka, di mana mereka dipaksa untuk melakukan tindakan ilegal di bawah ancaman atau tekanan. Hal ini menambah kompleksitas kasus, karena korban juga bisa menjadi tersangka dalam kejahatan transnasional.
Kasus-kasus seperti ini menyoroti perlunya peningkatan kesadaran masyarakat akan modus-modus online scam yang semakin beragam. Pencegahan adalah kunci utama agar lebih banyak WNI tidak jatuh ke dalam perangkap sindikat-sindikat kejahatan ini.
Peringatan Dan Pencegahan Untuk WNI
Melihat lonjakan kasus yang drastis, pemerintah Indonesia terus mengimbau WNI agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang terlalu menggiurkan. Penting untuk selalu memverifikasi keabsahan tawaran kerja melalui kanal resmi seperti Kementerian Ketenagakerjaan atau Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Masyarakat harus memahami risiko besar yang mengintai di balik janji-janji manis gaji besar tanpa kejelasan pekerjaan. Edukasi mengenai bahaya online scam perlu ditingkatkan di seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi mereka yang rentan terhadap tawaran kerja ilegal.
Kasus 4.725 WNI yang terjerat online scam di Kamboja ini adalah peringatan serius bagi kita semua. Dengan kewaspadaan dan informasi yang cukup, diharapkan jumlah korban dapat diminimalisir di masa mendatang.
Jangan lewatkan Berita Indonesia Kamboja beserta informasi inspiratif lain untuk menambah wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari nasional.sindonews.com
- Gambar Kedua dari suarakalbar.co.id