Terkuak! Jaringan Penipuan Siber Skala Besar Dibongkar Pihak Berwenang
Pihak berwenang membongkar jaringan penipuan siber besar, ribuan korban diselamatkan, pelaku ditangkap dalam operasi tegas.
Operasi terbaru aparat berhasil mengungkap jaringan penipuan siber berskala besar. Ribuan korban kini terbebas, sementara pelaku diusut tuntas.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Situasi Terkini Kamboja–Thailand.
Jaringan Penipuan Siber Besar-besaran Terungkap Di Vietnam Dan Kamboja
Pihak berwenang berhasil membongkar jaringan penipuan daring berskala besar yang menjerat ribuan korban di Vietnam. Total kerugian yang diakibatkan oleh para tersangka dilaporkan mencapai lebih dari 2,5 triliun VND, dengan ratusan korban di provinsi Dong Nai.
Menurut Kementerian Keamanan Publik Vietnam, operasi ini telah berlangsung hampir lima bulan, melibatkan pengumpulan dokumen, verifikasi data, dan koordinasi lintas negara. Pada 16 Desember 2025, Kepolisian Provinsi Dong Nai bersama Departemen Keamanan Siber membentuk kasus khusus untuk menangkap para pelaku.
Para tersangka menggunakan taktik kompleks, memanfaatkan platform e-commerce palsu untuk menipu korban. Modus operandi mereka menargetkan individu kaya yang percaya dengan akun-akun palsu yang menyamar sebagai mahasiswi internasional dari Jepang, Korea, Prancis, dan Swiss.
Modus Operandi Penipuan Dan Manipulasi Korban
Para penipu membujuk korban untuk “menghasilkan uang secara online” melalui aplikasi Ozon dan Mercado palsu. Korban diminta membuat akun, melakukan pemesanan, dan membayar sejumlah uang untuk mendapat komisi.
Semakin besar nilai transaksi yang dilakukan korban, semakin tinggi komisi yang dijanjikan. Namun, ketika korban tidak dapat menyetorkan lebih banyak dana, komunikasi dengan mereka langsung diblokir. Semua uang yang sudah disetor kemudian dicuri.
Para tersangka menggunakan warga Tiongkok di Kamboja untuk mencuci uang melalui transfer rekening perantara. Selanjutnya, dana tersebut dikonversi ke mata uang kripto USDT agar sulit dilacak pihak berwenang.
Baca Juga: Kamboja Bergerak, Melawan Geliat Penipuan Online Miliar Dolar
Penangkapan Pemimpin Jaringan Penipuan
Operasi penegakan hukum berlangsung antara 18 hingga 23 Desember 2025. Kepolisian Provinsi Dong Nai bersama Departemen Keamanan Siber dan Pencegahan Kejahatan Teknologi Tinggi menangkap tiga pemimpin utama di Dong Nai, Tay Ninh, dan Kota Ho Chi Minh.
Tersangka utama adalah Nguyen Thi Van, lahir 1996, sebagai operator utama. Dua tersangka lain, Nguyen Van Bao dan Pham Van Quy, bertugas sebagai wakil operator dan manajer teknis pengoperasian aplikasi penipuan.
Penangkapan ini menandai titik awal pemutusan operasi jaringan penipuan yang telah berlangsung lintas negara. Polisi menyita bukti digital dan fisik untuk mendukung proses hukum.
Penangkapan Anggota Lain Dan Penyitaan Aset
Dari 23 Desember 2025 hingga 23 Januari 2026, satuan tugas menangkap 11 individu lain yang terlibat langsung. Mereka berasal dari berbagai provinsi, termasuk Tay Ninh, Dak Lak, Ca Mau, dan Ho Chi Minh.
Barang bukti yang disita termasuk 13 cincin emas, 1 gelang logam putih, jam tangan mewah, uang tunai lebih dari 700 juta VND dan 292.722 USD, sertifikat tanah, komputer, iPad, 15 telepon seluler, mobil, dan sepeda motor. Total nilai aset diperkirakan melebihi 50 miliar VND.
Penyitaan ini memastikan para pelaku kehilangan akses ke hasil penipuan mereka. Polisi menegaskan bahwa penggelapan dana lebih dari 2,5 triliun VND merupakan kasus besar pertama yang melibatkan dalang asal Vietnam berinvestasi di Kamboja.
Langkah Lanjutan Dan Imbauan Untuk Korban
Satuan tugas khusus telah menangkap 14 tersangka dan masih mengidentifikasi 111 individu lain yang terlibat. Penyelidikan berlanjut untuk menangkap semua pelaku dan menghentikan jaringan penipuan.
Pihak kepolisian meminta para tersangka menyerahkan diri untuk mendapat keringanan hukuman. Selain itu, semua korban yang menjadi target metode penipuan ini diminta melapor ke Kepolisian Provinsi Dong Nai di nomor 0251.3685134.
Langkah ini diharapkan membantu polisi memulihkan dana, menyelesaikan kasus, dan mencegah munculnya jaringan penipuan serupa di masa depan. Aparat juga menekankan pentingnya kesadaran publik terhadap modus penipuan daring agar tidak mudah tertipu.
Jangan lewatkan berita terbaru Indonesia Kamboja beserta informasi inspiratif lain untuk menambah wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari vietnam.vn
- Gambar Kedua dari vietnam.vn