Terungkap! Markas Penipuan di Kamboja Palsukan Ruang Bareskrim Polri

Silakan Share

Markas sindikat penipuan di Kamboja terungkap menakjubkan karena memiliki ruang palsu ‘Bareskrim Polri’ untuk menipu korban, termasuk warga Indonesia.

Penipuan di Kamboja Palsukan Ruang Bareskrim Polri

Sindikat ini menggunakan dokumen dan identitas palsu agar terlihat resmi, menakuti korban, dan meminta transfer uang. Polisi Kamboja bekerja sama dengan Interpol dan Bareskrim Polri melakukan penggerebekan, menyita dokumen, perangkat elektronik, dan rekening terkait.

Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya tentang Berita Indonesia Kamboja.

Markas Penipuan di Kamboja Pakai Ruang ‘Bareskrim Polri’ Palsu

Sebuah markas sindikat penipuan internasional berhasil terungkap di Kamboja, menarik perhatian publik karena adanya ruang yang meniru identitas resmi Indonesia, termasuk plakat “Bareskrim Polri”. Polisi Kamboja bersama tim investigasi internasional menemukan sejumlah dokumen, perangkat komputer, dan identitas palsu yang digunakan untuk menipu korban.

Markas ini berlokasi di kawasan komersial Phnom Penh, tersembunyi di dalam bangunan perkantoran bertingkat. Dari hasil penggerebekan, tim menemukan ruang khusus yang menyerupai kantor resmi kepolisian, lengkap dengan atribut palsu agar korban percaya dengan legitimasi operasi mereka.

“Modus operandi mereka sangat rapi. Mereka membuat ruang seolah-olah bagian dari kepolisian Indonesia agar korban lebih mudah ditipu,” ujar salah satu petugas investigasi Kamboja. Sindikat ini disebut menargetkan warga Indonesia dan warga Asia Tenggara lainnya melalui panggilan telepon, pesan, dan media sosial.

Modus Operandi dan Penipuan Internasional

Sindikat ini memanfaatkan ruang “Bareskrim Polri” sebagai strategi psikologis. Para pelaku menghubungi korban, mengaku sebagai petugas resmi, dan menakut-nakuti dengan tuduhan palsu, termasuk kasus hukum atau penipuan online, agar korban mentransfer uang ke rekening yang mereka kontrol.

Selain itu, tim menemukan catatan transaksi dan bukti komunikasi dengan korban di Indonesia dan negara lain. Dari dokumen ini, polisi Kamboja menilai bahwa sindikat telah menipu ratusan korban dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.

Para pelaku juga menyiapkan alur kerja yang sistematis: dari panggilan telepon, percakapan via aplikasi pesan instan, hingga pembuatan dokumen palsu, termasuk stempel dan kartu nama resmi. Keberadaan ruang “Bareskrim Polri” merupakan salah satu cara untuk menimbulkan rasa takut sekaligus memperkuat kesan resmi.

Baca Juga: Apa Rencana PM Anutin Usai Menangkan Pemilu Thailand?

Tindakan Polisi dan Kolaborasi Internasional

Tindakan Polisi dan Kolaborasi Internasional=

Penggerebekan markas ini dilakukan berkat kerja sama antara polisi Kamboja, Interpol, dan Kepolisian Indonesia. Tim dari Bareskrim Polri turut memberikan informasi terkait modus penipuan yang kerap menimpa warga Indonesia sehingga operasi dapat dilakukan secara efektif.

Polisi menyita sejumlah perangkat elektronik, dokumen palsu, ponsel, dan rekening yang digunakan sindikat. Penyelidikan juga dilakukan untuk menelusuri jaringan internasional mereka, termasuk hubungan dengan sindikat lain di Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Selain penangkapan, tim kepolisian melakukan identifikasi korban untuk meminimalkan kerugian lebih lanjut. Polisi Kamboja menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap panggilan telepon dan pesan yang mengaku dari aparat resmi, terutama yang meminta transfer uang atau informasi pribadi.

Tips Waspada Untuk Masyarakat

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat Indonesia dan internasional agar lebih berhati-hati terhadap modus penipuan. Jangan mudah percaya pada klaim resmi yang meminta uang atau data pribadi melalui telepon maupun pesan singkat.

Bareskrim Polri dan Kementerian Luar Negeri juga menekankan pentingnya verifikasi terlebih dahulu. Korban sebaiknya menghubungi pihak resmi sebelum mengambil langkah apa pun, termasuk mentransfer dana atau menyerahkan dokumen penting.

Kasus ini menunjukkan bahwa sindikat penipuan internasional semakin profesional dengan membuat replika ruang resmi untuk menipu korban. Kolaborasi lintas negara menjadi kunci untuk membongkar jaringan ini, sekaligus memberi pelajaran agar masyarakat selalu waspada dan tidak menjadi korban penipuan serupa.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari cnbcindonesia.com
  • Gambar Kedua dari cnbcindonesia.com