Kuil Preah Vihear Hancur Parah, Kamboja Salahkan Thailand

Silakan Share

Kuil Preah Vihear, warisan budaya Khmer yang menjadi situs UNESCO, mengalami kerusakan parah akibat konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja.

Kuil Preah Vihear Hancur Parah

Pecahan batu dan bekas peluru memenuhi kompleks kuno ini setelah bentrokan yang melibatkan artileri, tank, dan jet tempur. Kamboja menuding pasukan Thailand sebagai penyebab kerusakan. Pemerintah kini bekerja sama dengan UNESCO untuk menilai dampak dan memulai proses restorasi.

Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya tentang Berita Indonesia Kamboja.

Kuil Preah Vihear Hancur Akibat Perang

Kuil Preah Vihear, mahakarya arsitektur Khmer yang menghadap ke dataran utara Kamboja, kini tampak berantakan. Situs bersejarah ini menjadi zona perang ketika sengketa perbatasan yang telah lama berlangsung meletus menjadi pertempuran bersenjata tahun lalu, melibatkan jet tempur, artileri, tank, dan pasukan darat.

Pecahan batu pasir berserakan di seluruh kompleks kuil, sementara fasad berusia berabad-abad dipenuhi bekas luka peluru. Bentrokan yang berlangsung berminggu-minggu tersebut menyebabkan puluhan korban tewas dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi dari daerah konflik. AFP, media internasional pertama yang mengakses kuil setelah pertempuran, mendokumentasikan kerusakan yang luas pada bangunan kuno ini pada Sabtu (7/2/2026).

Pejabat Kamboja yang mengawal tim AFP menyatakan bahwa kerusakan terjadi akibat penembakan artileri berat dan pemboman udara oleh tentara Thailand. “Kerusakannya sangat serius,” kata Ea Darith, direktur konservasi dan arkeologi Otoritas Preah Vihear. Ia menekankan bahwa beberapa struktur kuil kini berada di ambang runtuh dan membutuhkan intervensi segera dari pihak berwenang.

Kerusakan Kuil dan Upaya Selamatkan

Ea Darith menyebutkan bahwa hingga Desember, 420 bagian kompleks kuil mengalami kerusakan, sementara 142 bagian lainnya rusak dalam bentrokan sebelumnya pada Juli. Dampak pertempuran membuat sebagian area kuil sulit diperbaiki, menimbulkan tantangan besar bagi upaya pelestarian budaya dan sejarah.

Otoritas Preah Vihear berencana berkonsultasi dengan UNESCO untuk menentukan langkah perbaikan yang tepat. Badan kebudayaan PBB ini sebelumnya menyatakan akan mengirim tim untuk menilai kerusakan dan membantu restorasi, sesuai permintaan pemerintah Kamboja.

Hem Sinath, wakil direktur Otoritas Preah Vihear, menambahkan bahwa beberapa bagian kuil yang rusak parah mungkin akan dijadikan situs museum. Tujuannya adalah untuk menunjukkan dampak konflik dan pentingnya perlindungan terhadap warisan budaya, sekaligus menjadi pengingat sejarah bagi generasi mendatang.

Baca Juga: Gerbang Kuil Mebon Timur Direstorasi, Sejarah Ratusan Tahun Kembali Bersinar

Latar Belakang Sengketa Perbatasan

Latar Belakang Sengketa Perbatasan

Perselisihan antara Kamboja dan Thailand bermula dari penetapan perbatasan sepanjang 800 km pada awal abad ke-20 selama masa kolonial Prancis. Kuil Preah Vihear sendiri telah menjadi titik perselisihan utama dan resmi masuk daftar warisan dunia UNESCO pada 2008.

Mahkamah Internasional memutuskan bahwa Kamboja memiliki kedaulatan atas kuil pada 1962, serta atas sebidang tanah di sekitarnya pada 2013. Namun, Thailand menolak mengakui yurisdiksi pengadilan internasional tersebut, sehingga sengketa tetap memicu ketegangan bersenjata di masa lalu.

Sejak bentrokan militer pada 2008, kawasan sekitar kuil terus mengalami kekerasan sporadis. Konflik tersebut menyebabkan kematian puluhan orang dan menimbulkan kerusakan berulang, yang kini diperparah oleh pertempuran tahun lalu. Wilayah yang diperebutkan di dekat kuil tetap menjadi titik panas keamanan regional.

Dampak Konflik dan Reaksi Thailand-Kamboja

Dalam pengamatan AFP, wartawan menemukan beberapa peluru yang belum meledak di lokasi kuil. Pada Desember lalu, tentara Thailand menuduh pasukan Kamboja memanfaatkan situs kuno sebagai pos militer, yang menurut mereka membuat status perlindungan kuil hilang.

Seorang petugas polisi yang ditempatkan di kuil mengatakan, “Tentara Thailand banyak menembaki kuil itu pada hari terakhir.” Pernyataan ini menegaskan bahwa situs bersejarah menjadi sasaran langsung selama bentrokan terakhir.

Meski begitu, upaya gencatan senjata yang disepakati kedua negara pada Desember lalu memberi harapan bagi stabilisasi kawasan. Pemerintah Kamboja kini bekerja sama dengan UNESCO untuk memulai proses restorasi dan memastikan Kuil Preah Vihear tetap menjadi simbol warisan budaya yang penting bagi dunia.

Luangkan waktu kamu untuk membaca informasi terbaru yang ada di Kamboja yang akan menambah wawasan kamu hanya ada di Indonesia Kamboja.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari travel.detik.com
  • Gambar Kedua dari detik.com