WNI Terjebak di Kamboja, Laporan Permintaan Pulang Kini Menurun Signifikan
Ribuan WNI yang terjebak di Kamboja kini mulai melihat titik terang, setelah laporan permintaan pulang mengalami penurunan signifikan.
Situasi WNI yang minta kepulangan dari Kamboja mulai menunjukkan titik terang. Setelah sempat membludak ribuan orang, data terbaru KBRI Phnom Penh menunjukkan penurunan laporan harian. Fenomena ini mencerminkan dinamika yang berubah di tengah upaya pemberantasan sindikat penipuan daring di negara tersebut.
Temukan beragam informasi seru dan update paling hangat seputar Situasi Terkini Kamboja di bawah ini!
Tren Penurunan Laporan
Pada tanggal 24 Januari 2026, jumlah WNI yang melapor ke KBRI Phnom Penh tercatat 122 orang. Angka ini merupakan penurunan yang cukup drastis jika dibandingkan dengan tiga hari sebelumnya, di mana laporan harian bisa mencapai lebih dari 200 aduan.
Meski demikian, KBRI Phnom Penh tidak lantas lengah. Mereka justru terus memperkuat upaya penanganan kasus-kasus WNI yang masih membutuhkan bantuan. Penurunan ini memberikan sedikit ruang bagi KBRI untuk fokus pada penanganan yang lebih terarah.
Secara akumulatif, sejak 16 Januari hingga 24 Januari 2026 pukul 23.59 waktu setempat, total 2.277 WNI telah melapor. Angka ini mencerminkan lonjakan besar akibat operasi pemerintah Kamboja terhadap pusat-pusat penipuan daring.
Dampak Pemberantasan Scam Online
Lonjakan laporan kasus WNI yang ingin pulang ke Tanah Air terjadi pasca operasi besar-besaran yang dilakukan Pemerintah Kamboja. Operasi ini menargetkan pusat-pusat penipuan daring (online scam) yang tersebar di berbagai wilayah Kamboja.
KBRI Phnom Penh mengonfirmasi bahwa operasi inilah yang menjadi pemicu utama meningkatnya jumlah WNI yang teridentifikasi dan membutuhkan bantuan. Banyak dari mereka mungkin sebelumnya bekerja di sektor tersebut tanpa menyadari risiko atau terjebak dalam kondisi kerja yang eksploitatif.
Dengan diberantasnya pusat-pusat scam ini, banyak WNI yang sebelumnya terlibat atau terperangkap di dalamnya kini berkesempatan untuk kembali ke Indonesia. Hal ini menunjukkan efektivitas tindakan pemerintah Kamboja dalam menindak kejahatan siber.
Baca Juga: Modus Penipuan Online Makin Canggih, RI-Kamboja Perkuat Kerja Sama
Koordinasi Dan Bantuan Intensif
Memasuki hari kesembilan sejak lonjakan kasus terjadi, KBRI Phnom Penh terus mengintensifkan koordinasi. Kerja sama erat dilakukan dengan kementerian dan lembaga terkait di Indonesia untuk mempercepat proses kepulangan.
Selain itu, koordinasi juga dijalin dengan otoritas Pemerintah Kamboja. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran seluruh tahapan, mulai dari pendataan hingga proses keberangkatan WNI kembali ke Tanah Air.
Pada Sabtu, 24 Januari 2026, tim perbantuan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kementerian Imigrasi RI tiba di Phnom Penh. Tim ini bertugas membantu pendataan, asesmen kasus, dan menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor bagi WNI yang tidak memiliki dokumen perjalanan.
Penampungan Dan Pemantauan
Selama menunggu proses kepulangan, mayoritas WNI saat ini tinggal secara mandiri. Mereka menyebar di berbagai guest house yang tersedia di kota Phnom Penh, berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi setempat. Hal ini menunjukkan adanya upaya adaptasi mandiri dan kesigapan para WNI dalam menghadapi situasi yang sementara ini mereka jalani.
Meskipun tinggal secara mandiri, keberadaan mereka terus dipantau secara ketat oleh KBRI Phnom Penh. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, serta kesiapan mereka selama menunggu proses kepulangan yang sedang berlangsung dengan prosedur yang teratur dan aman.
Dukungan penuh dari tim perbantuan diharapkan dapat mempercepat semua proses di lapangan. Dengan begitu, WNI dapat segera kembali berkumpul dengan keluarga mereka di Indonesia dalam waktu yang tidak terlalu lama, sekaligus memulihkan kondisi mereka setelah berada jauh dari rumah.
Sebagai penutup, tetap ikuti Situasi Terkini Kamboja untuk update terbaru, fakta mengejutkan, dan informasi paling menarik setiap harinya!
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari kemlu.go.id
- Gambar Kedua dari kemlu.go.id