WNI Terjebak Kerja Scam di Kamboja, Paspor Disita 8 Bulan Gaji Tak Dibayar
Seorang WNI mengalami nasib tragis saat bekerja di Kamboja, menjadi korban kerja scam, paspornya disita oleh pihak perusahaan.
sementara janji gaji sebesar Rp10 juta per bulan tidak pernah dibayarkan selama 8 bulan penuh. Korban harus menghadapi tekanan dan keterbatasan kebebasan, hingga akhirnya berhasil melarikan diri. Kasus ini menjadi peringatan bagi pekerja Indonesia.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Berita Indonesia Kamboja.
WNI Selamat dari Jaringan Penipuan Online di Kamboja
Seorang pemuda asal Sumatera berusia 18 tahun terpaksa melarikan diri dari sebuah kompleks di Kota Bavet, Kamboja, setelah delapan bulan dipaksa menjalankan kegiatan online scam tanpa menerima gaji. Ia awalnya dijanjikan upah sebesar 600 dollar AS per bulan atau sekitar Rp 10 juta oleh atasannya yang ia sebut sebagai “bos China”.
Pemuda tersebut bercerita bahwa keputusan melarikan diri muncul setelah ia mendengar kabar bahwa polisi Kamboja akan melakukan penggerebekan di lokasi tempat ia bekerja. “Saya dengar polisi mau masuk, lalu semua orang dilepas,” ujarnya kepada Kantor Berita AFP pada Senin (19/1/2026).
Setelah melarikan diri, ia berhasil tiba di Phnom Penh pada Minggu (18/1/2026) dan mendatangi Kedutaan Besar RI untuk mengurus paspor baru, karena dokumen miliknya masih dikuasai oleh atasannya. Kisah ini menjadi salah satu dari banyak kasus pekerja WNI yang menjadi korban sindikat online scam di Kamboja.
WNI Berbondong-Bondong Bebas dari Sindikat Online Scam
Sepanjang periode 1-18 Januari 2026, tercatat sebanyak 440 WNI mendatangi Kedutaan Besar RI di Phnom Penh setelah dilepaskan oleh jaringan penipuan daring di Kamboja. Fenomena ini muncul setelah aparat Kamboja melakukan tindakan penindakan terhadap sindikat-sindikat scam yang beroperasi di wilayah tersebut.
Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menjelaskan bahwa langkah aparat Kamboja membuat banyak sindikat membebaskan para pekerjanya. “Banyak sindikat online scam membebaskan para pekerjanya,” ujarnya melalui video yang diunggah di media sosial pada Senin (19/1/2026).
Menurut Santo, latar belakang para WNI yang dilepas sangat beragam. Ada yang sudah bertahun-tahun terlibat dalam aktivitas scam, tetapi sebagian baru beberapa bulan bekerja di Kamboja. Kondisi mereka pun berbeda-beda, mulai dari kepemilikan paspor hingga status izin tinggal.
Baca Juga: Ramai-Ramai WNI di Kamboja Minta Deportasi Usai Bisnis Scam Diberantas
Kondisi Para WNI Setelah Dilepas
Santo Darmosumarto menjelaskan, beberapa pekerja masih memegang paspor mereka sendiri, sedangkan yang lain paspornya disita oleh sindikat. Beberapa juga memiliki izin tinggal yang sudah habis, sementara lainnya masih berlaku dan berharap bisa mencari pekerjaan lain di Kamboja atau kembali ke Indonesia.
“Kami memastikan mereka mendapatkan perlindungan dan bantuan administrasi melalui Kedutaan Besar RI,” jelas Santo. Kedutaan telah menyiapkan tim khusus untuk menangani WNI yang terdampak, termasuk pengurusan dokumen, akomodasi sementara, dan pendampingan hukum jika diperlukan.
Langkah ini juga bertujuan agar para WNI yang pernah terjebak dalam jaringan scam dapat kembali ke jalur kehidupan normal, sekaligus memberikan edukasi tentang risiko bekerja di luar negeri tanpa prosedur resmi dan perlindungan hukum yang jelas.
Langkah Strategis Pemerintah untuk Masa Depan Aman
Kedutaan Besar RI di Phnom Penh terus berkoordinasi dengan pemerintah Kamboja untuk memastikan tidak ada WNI yang kembali menjadi korban sindikat online scam. Koordinasi ini mencakup pemantauan lokasi rawan, pendataan WNI yang bekerja di Kamboja, dan edukasi mengenai hak-hak pekerja migran.
Selain itu, pemerintah Indonesia mendorong masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima tawaran kerja di luar negeri, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan daring yang mencurigakan. Edukasi ini dilakukan melalui kampanye informasi, sosialisasi di sekolah, universitas, serta melalui media sosial dan platform digital resmi pemerintah.
Duta Besar Santo menekankan pentingnya sinergi lintas instansi untuk mencegah kasus serupa di masa depan. “Langkah preventif sangat penting agar WNI tidak menjadi korban eksploitasi sindikat online scam. Kami bekerja sama dengan pemerintah Kamboja untuk memastikan keamanan dan perlindungan warga negara kita,” tegasnya.
Dapatkan informasi paling lengkap dan terbaru hanya di Indonesia Kamboja, yang dimana akan selalu memberikan informasi menarik lainnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari kompas.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com