AS Tawarkan Rp758 M Ke Thailand-Kamboja, Ogah Kalah Dari China

Silakan Share

​Di tengah meningkatnya pengaruh China di Asia Tenggara, Amerika Serikat kembali menegaskan komitmennya penuh terhadap stabilitas regional.​

AS Tawarkan Rp758 M Ke Thailand-Kamboja, Ogah Kalah Dari China

Dengan janji bantuan finansial sebesar Rp758 miliar untuk Thailand dan Kamboja, AS berupaya memperkuat gencatan senjata antara kedua negara. Langkah ini bukan sekadar bantuan kemanusiaan, melainkan sebuah manuver strategis untuk menjaga keseimbangan kekuatan dan menegaskan kehadirannya di kawasan yang semakin kompetitif ini, sekaligus menyaingi peran mediasi yang telah dimainkan oleh Beijing.

Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Situasi Terkini Kamboja–Thailand.

Dana Stabilisasi, Memperkuat Perdamaian Di Perbatasan

Amerika Serikat telah mengalokasikan dana sebesar US$45 juta, setara dengan sekitar Rp758 miliar, untuk mendukung stabilitas di perbatasan Thailand dan Kamboja. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya Washington untuk memperdalam keterlibatannya dalam menyelesaikan konflik regional yang telah berlangsung lama, menyaingi inisiatif serupa dari China.

Dana tersebut akan dialokasikan untuk beberapa inisiatif kunci. Sebanyak US$15 juta akan digunakan untuk program stabilisasi perbatasan, yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan dan mencegah eskalasi konflik di wilayah sengketa. Fokus ini menunjukkan komitmen AS terhadap resolusi damai dan keamanan regional.

Selain itu, US$10 juta akan didedikasikan untuk upaya pembersihan ranjau darat dan amunisi yang belum meledak. Wilayah perbatasan kedua negara masih dipenuhi dengan sisa-sisa konflik masa lalu, yang menjadi ancaman serius bagi warga sipil. Program ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan memungkinkan pembangunan kembali di area tersebut.

Memerangi Kejahatan Lintas Batas, Inisiatif Anti-Penipuan dan Narkoba

Bagian terbesar dari bantuan finansial, yaitu US$20 juta, akan digunakan untuk inisiatif melawan kejahatan lintas batas. Dana ini akan membantu Thailand dan Kamboja dalam memerangi operasi penipuan dan perdagangan narkoba, yang seringkali merusak stabilitas dan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

Perdagangan narkoba dan penipuan seringkali berkaitan erat dengan jaringan kejahatan transnasional yang kompleks. Dengan mendukung upaya penegakan hukum di kedua negara, AS berharap dapat melemahkan jaringan-jaringan ini dan mengurangi dampaknya terhadap keamanan regional.

Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik, Michael DeSombre, menyampaikan rincian alokasi dana ini di Bangkok pada Jumat (9/1/2026). Pernyataan DeSombre menegaskan keseriusan AS dalam mendukung stabilitas dan keamanan di Asia Tenggara, menunjukkan komitmen Washington dalam jangka panjang.

Baca Juga: Ledakan Bom Guncang 11 Pom Bensin di Thailand, 4 Orang Terluka

Dinamika Gencatan Senjata, Antara Harapan Dan Tantangan

Dinamika Gencatan Senjata, Antara Harapan Dan Tantanga

Gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja berhasil disepakati pada 27 Desember, menyusul runtuhnya perjanjian sebelumnya pada akhir Juli. Meskipun masih ada tuduhan saling melanggar di sepanjang perbatasan. Gencatan senjata ini sebagian besar bertahan, memberikan sedikit ruang untuk upaya perdamaian yang lebih berkelanjutan.

Gencatan senjata ini sangat krusial untuk membuka jalan bagi solusi jangka panjang terhadap perselisihan perbatasan. Dukungan finansial dari AS diharapkan dapat memperkuat fondasi gencatan senjata ini. Memberikan insentif bagi kedua belah pihak untuk mematuhi kesepakatan yang telah dibuat.

Namun, tantangan tetap ada. Sejarah konflik di perbatasan ini menunjukkan betapa rapuhnya perdamaian tanpa adanya kepercayaan dan mekanisme penyelesaian sengketa yang kuat. Bantuan AS diharapkan dapat membantu membangun kembali kepercayaan dan memfasilitasi dialog yang konstruktif antara kedua negara.

Persaingan Geopolitik, Peran AS Melawan Pengaruh China

Langkah AS ini secara jelas menunjukkan keinginan pemerintahan Donald Trump untuk memperdalam keterlibatannya di Asia Tenggara. Ini adalah bagian dari strategi yang lebih luas untuk menahan laju pengaruh China yang semakin dominan di kawasan tersebut, terutama dalam peran mediasi konflik.

China telah lama berusaha untuk memposisikan dirinya sebagai mediator utama di Asia Tenggara, memperluas jangkauan diplomatik dan ekonominya. Dengan tawaran bantuan ini, AS berusaha menunjukkan bahwa mereka juga merupakan mitra yang berkomitmen untuk stabilitas dan keamanan regional, bukan hanya China.

Persaingan antara AS dan China di Asia Tenggara bukan hanya tentang bantuan finansial, tetapi juga tentang narasi dan model pembangunan yang ditawarkan. Melalui inisiatif seperti ini, AS berupaya untuk memperkuat citranya sebagai kekuatan penyeimbang yang kredibel di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah.

Buat kalian yang ingin mendapatkan berita terbaru dan terupdate setiap hari. Kalian bisa kunjungi Situasi Terkini Kamboja–Thailand, yang dimana Akan selalu memberikan informasi menarik lainnya.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari bloombergtechnoz.com
  • Gambar Kedua dari sulteng.pikiran-rakyat.com