Kamboja-Thailand Bentrok, Turis Menjauhi Angkor Wat

Silakan Share

Bentrok antara Kamboja dan Thailand memicu turunnya kunjungan wisatawan ke Angkor Wat, salah satu situs warisan dunia UNESCO yang ikonik.

Kamboja-Thailand Bentrok, Turis Menjauhi Angkor Wat

Taman arkeologi Angkor Wat, ikon wisata Kamboja, mencatat penurunan kunjungan pada 2025. Sebanyak 955.131 turis berkunjung, turun 6,7 persen dibanding tahun sebelumnya, menurut laporan Angkor Enterprise yang mengawasi penjualan tiket. Penurunan ini dipengaruhi oleh ketegangan Kamboja-Thailand, yang membuat wisatawan menunda atau membatalkan perjalanan ke situs warisan dunia UNESCO tersebut.

Disini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Situasi Terkini Kamboja–Thailand.

Ketegangan Kamboja-Thailand Tekan Pendapatan

Pendapatan dari penjualan tiket masuk Angkor Wat mencapai hampir $44,7 juta pada 2025, turun 6,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan turunnya jumlah wisatawan asing yang mulai terlihat sejak meningkatnya ketegangan perbatasan antara Kamboja dan Thailand.

Chhay Sivlin, Presiden Asosiasi Agen Perjalanan Kamboja, menyatakan keprihatinannya atas kondisi ini. Ia menyoroti bahwa konflik perbatasan menciptakan suasana ketidakpastian, sehingga banyak wisatawan menunda atau membatalkan perjalanan ke Angkor Wat.

Dampak ini dirasakan langsung oleh sektor pariwisata lokal yang bergantung pada kunjungan internasional, menekankan perlunya stabilitas politik dan keamanan agar destinasi wisata ikonik tersebut kembali ramai dan pendapatan pariwisata pulih.

Ketegangan Perbatasan Turunkan Wisatawan Asing

Penutupan gerbang perbatasan darat di sepanjang perbatasan Kamboja-Thailand berdampak langsung pada pariwisata regional, menyebabkan penurunan signifikan jumlah wisatawan internasional yang masuk ke Kamboja.

Menurut laporan Kementerian Pariwisata (MoT), wisatawan Thailand menempati posisi ketiga dalam daftar pasar wisata utama. Setelah wisatawan Vietnam dan Tiongkok yang berada di posisi pertama dan kedua.

Data MoT menunjukkan bahwa dari total 5,17 juta wisatawan asing yang tiba di Kamboja dalam 11 bulan pertama 2025, sekitar 2,48 juta turis masuk melalui perbatasan darat, turun drastis 32 persen dibandingkan 3,77 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Wisata Udara dan Air Dorong Kunjungan ke Angkor Wat

Meski kedatangan wisatawan melalui perbatasan darat menurun drastis akibat ketegangan Kamboja-Thailand, sektor transportasi udara dan jalur air justru menunjukkan tren positif. Sekitar 2,6 juta wisatawan asing memasuki Kamboja melalui transportasi udara. Meningkat 21 persen dibandingkan 2,15 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Taman Arkeologi Angkor, yang terletak di barat laut provinsi Siem Reap. Menjadi magnet utama wisatawan dengan luas mencapai 401 kilometer persegi dan dihuni oleh 91 kuil kuno yang dibangun dari abad ke-9 hingga ke-13.

Meski menghadapi tantangan dari penutupan perbatasan darat, peningkatan kunjungan melalui udara dan jalur air. Menunjukkan bahwa daya tarik Angkor Wat tetap kuat, membantu sektor pariwisata lokal tetap bertahan di tengah ketidakpastian regional.

Baca Juga: Teknologi Modern Mengubah Wajah Pendidikan di Kamboja, Kontribusi Tak Terduga Dari Indonesia!​

Angkor Wat Tetap Menjadi Magnet Wisata

Angkor Wat Tetap Menjadi Magnet Wisata

Taman Arkeologi Angkor, yang masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO sejak 1992, tetap menjadi destinasi wisata paling populer di Kamboja dan Asia Tenggara. Meskipun sempat terdampak ketegangan perbatasan dengan Thailand. Angkor Wat terus menarik perhatian wisatawan berkat nilai sejarah, budaya, dan keindahan arsitekturnya.

Selain itu, pemerintah Kamboja menyiapkan strategi pendukung untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Termasuk kebijakan uji coba bebas visa bagi warga Tiongkok yang berlangsung dari Juni hingga Oktober 2026.

Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak kunjungan turis, memperkuat ekonomi lokal, dan memastikan Angkor Wat tetap menjadi ikon pariwisata internasional yang aman dan menarik bagi wisatawan dari seluruh dunia.

Pariwisata Kamboja Tetap Aman

Meski ketegangan perbatasan dengan Thailand masih berlangsung, Kementerian Pariwisata Kamboja menegaskan bahwa negara ini tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan ramah bagi pengunjung.

Pemerintah menekankan bahwa langkah-langkah proteksi telah diambil secara menyeluruh, mulai dari koordinasi antara otoritas nasional dan lokal hingga pengawasan ketat terhadap situasi keamanan di seluruh negeri.

Upaya ini bertujuan memberikan rasa aman bagi wisatawan yang ingin mengunjungi ikon pariwisata seperti Angkor Wat dan destinasi lainnya. Sekaligus memastikan sektor pariwisata tetap berjalan meski ada ketegangan regional.

Kalian bisa kunjungi Indonesia Kamboja, yang dimana Akan selalu memberikan informasi menarik lainnya.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari Tempo.co
  • Gambar Kedua dari detikTravel