Kamboja Kehilangan Turis Korea Karena Kekhawatiran Kejahatan

Silakan Share

Kekhawatiran atas meningkatnya kasus kejahatan membuat banyak wisatawan asal Korea Selatan membatalkan rencana liburan mereka ke Kamboja.

Kamboja Kehilangan Turis Korea Karena Kekhawatiran Kejahatan

Perjalanan adalah impian, namun bagi turis Korea Selatan, pesona Asia Tenggara kini sedikit memudar. ​Isu keamanan, terutama terkait penipuan pekerjaan dan penculikan di beberapa negara, telah menimbulkan gelombang kekhawatiran yang signifikan.​ Fenomena ini tidak hanya mengubah rencana liburan individu, tetapi juga memengaruhi tren pariwisata regional secara keseluruhan.

Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang seputaran Berita Indonesia Kamboja.

Lonjakan Kekhawatiran Dan Pembatalan Perjalanan

Kecemasan publik di Korea Selatan memuncak setelah kasus tragis seorang mahasiswa yang disiksa dan dibunuh di Phnom Penh, Kamboja. Peristiwa ini memicu ketakutan luas dan mendorong pemerintah Korea Selatan mengambil langkah darurat untuk melindungi warganya. Situasi tersebut menunjukkan dampak serius pada persepsi keamanan regional.

Seorang warga bernama Son membatalkan rencana perjalanan golf ke Phnom Penh bersama teman-temannya. Meskipun ada biaya pembatalan yang harus ditanggung, ia merasa tidak sanggup untuk tetap berangkat di tengah kondisi yang tidak menentu. Pembatalan ini menjadi cerminan dari perasaan tidak nyaman yang dialami banyak turis Korea lainnya.

Data menunjukkan penurunan drastis keberangkatan dari Korea Selatan ke negara-negara Asia Tenggara pada Oktober 2025. Kamboja mengalami penurunan paling tajam, sebesar 15,4 persen, dari 13.727 kunjungan pada September menjadi 11.613 pada Oktober. Ini mengindikasikan bahwa persepsi keamanan menjadi faktor dominan dalam pengambilan keputusan perjalanan.

Dampak Regional Yang Meluas

Efek dari isu keamanan ini tidak hanya terbatas pada Kamboja. Filipina dan Thailand, destinasi populer lainnya, juga merasakan dampaknya. Kunjungan turis Korea Selatan ke Filipina turun 18,9 persen menjadi 120.175, sementara kunjungan ke Thailand turun 5 persen menjadi 157.402 pada Oktober 2025.

Penurunan ini mengisyaratkan bahwa kekhawatiran telah menyebar luas ke seluruh wilayah Asia Tenggara, tidak hanya terpaku pada satu negara. Respons kolektif dari turis Korea menunjukkan adanya perubahan sentimen secara menyeluruh terhadap destinasi di kawasan ini.

Para agen perjalanan besar turut menyuarakan kekhawatiran mereka. Meskipun belum ada penurunan signifikan pada pemesanan di luar Kamboja, mereka memantau situasi dengan cermat. Hal ini menunjukkan bahwa industri pariwisata sangat sensitif terhadap isu keamanan dan perubahan persepsi publik.

Baca Juga: WNI Jadi Korban Penipuan di Kamboja, Warlok Tersentuh Bantu Uang

Survei Publik

Kamboja Kehilangan Turis Korea Karena Kekhawatiran Kejahatan

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Realmeter pada 21 Oktober mengungkapkan bahwa 82,4 persen responden Korea Selatan merasakan dampak kejahatan di Kamboja terhadap pandangan mereka tentang perjalanan ke Asia Tenggara. Angka ini melonjak tajam hingga 88,3 persen di kalangan responden berusia 20-an.

Ini berarti generasi muda Korea Selatan, yang seringkali menjadi pelopor dalam tren perjalanan, menunjukkan tingkat kekhawatiran yang lebih tinggi. Hasil survei ini menggarisbawahi betapa seriusnya isu ini di mata publik Korea, terutama bagi segmen demografi yang paling aktif bepergian.

Jajak pendapat ini mengkonfirmasi bahwa isu keamanan bukan lagi sekadar berita lokal, melainkan telah menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan liburan internasional bagi sebagian besar warga Korea Selatan. Persepsi keamanan yang negatif dapat mengubah preferensi destinasi secara fundamental.

Upaya Pemulihan Kepercayaan

Pemerintah negara-negara di Asia Tenggara perlu mengambil langkah proaktif untuk memulihkan kepercayaan turis Korea. Koordinasi antarnegara dalam memerangi kejahatan transnasional dan penegakan hukum yang tegas sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman. Transparansi dalam penanganan kasus juga akan membantu meredakan kekhawatiran.

Kampanye promosi yang menekankan upaya peningkatan keamanan dan pengalaman positif dari turis yang berkunjung dapat membantu mengembalikan citra positif. Kolaborasi dengan pemerintah Korea Selatan dalam menyebarkan informasi yang akurat juga krusial untuk mengatasi mispersepsi yang mungkin timbul.

Dengan langkah-langkah strategis dan komitmen kuat terhadap keamanan, Asia Tenggara dapat kembali menjadi destinasi pilihan utama bagi turis Korea. Mengembalikan kepercayaan adalah kunci untuk memastikan keberlanjutan sektor pariwisata yang vital bagi banyak negara di kawasan ini.

Untuk kalian yang mencari berita terbaru, terupdate, dan pastinya terpercaya, temukan semuanya di Berita Indonesia Kamboja.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari web.facebook.com
  2. Gambar Kedua dari vietnam.vn