Cemas Kasus Kejahatan, Turis Korea Marak Batalkan Liburan ke Kamboja
Di kalangan pelancong Korea Selatan, rencana perjalanan ke Kamboja dan negara-Asia Tenggara lainnya kini semakin sering dibatalkan.

Sejak laporan seorang mahasiswa Korea yang ditemukan tewas setelah mengalami perlakuan kekerasan di wilayah Kamboja menjadi beredar.
Pemerintah Korea Selatan mengeluarkan peringatan perjalanan tingkat paling tinggi untuk beberapa daerah di negara tersebut.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Berita Indonesia Kamboja.
Akar Masalah Kejahatan
Kejadian yang memicu kepanikan terjadi ketika sejumlah warga Korea menjadi korban operasional sindikat kejahatan di Kamboja termasuk skema pekerjaan palsu yang ternyata membawa mereka ke pusat scam atau penjagaan paksa di mana mereka dipaksa melakukan penipuan daring.
Satu di antaranya adalah mahasiswa Korea yang dikirim ke Kamboja dengan janji pekerjaan yang baik, namun kemudian ditemukan tewas dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.
Pemerintah Korea pun menaikkan status peringatan untuk beberapa wilayah Kamboja. Menunjukkan bahwa insiden ini bukan sekadar kasus tunggal, melainkan bagian dari tren yang lebih luas.
Selain dari kasus‐kekerasan fisik, persepsi masyarakat Korea terhadap keamanan di kawasan tersebut semakin tertimpa kekhawatiran.
Survei menunjukkan bahwa lebih dari 80% responden Korea merasa bahwa laporan kejahatan di Kamboja memengaruhi keputusan mereka untuk melakukan perjalanan ke Asia Tenggara.
Dunia pariwisata mulai merasakan dampak nyata dari kekhawatiran ini dengan agen perjalanan melaporkan pembatalan meningka. Terutama untuk paket tur ke Kamboja.
Dampak Pada Pariwisata Kamboja
Bagi Kamboja, yang dalam beberapa tahun terakhir mengandalkan wisatawan asing sebagai salah satu pilar ekonomi, kondisi ini menjadi pukulan keras.
Turis Korea yang biasanya begitu aktif kini memilih membatalkan atau menunda kunjungan.
Penurunan angka kedatangan ini turut dirasakan di sektor hotel, restoran, dan penyelenggara tur yang mulai menerima pembatalan mendadak atau minimnya pemesanan baru.
Lebih jauh, reputasi Kamboja sebagai destinasi yang aman dan ramah pun terancam. Ketika berita tentang kejahatan dan skema keberangkatan yang berbahaya tersebar di media sosial Korea dan internasional. Citra negara berubah secara signifikan dalam pandangan wisatawan luar negeri.
Sebuah usaha untuk membalikkan tren ini akan memakan waktu dan memerlukan langkah yang nyata dalam meningkatkan keamanan wisatawan dan transparansi penanganan kejahatan.
Baca Juga: Menelusuri Pesona Warisan Budaya di Museum Nasional Kamboja
Reaksi Pemerintah Korea dan Kamboja

Pemerintah Korea Selatan telah memutuskan untuk menanggapi secara serius kondisi ini dengan mengeluarkan larangan perjalanan ke sejumlah wilayah Kamboja yang dianggap sangat berisiko.
Serta mengaktifkan tim khusus untuk menangani warga Korea yang menjadi korban kasus scam atau kejahatan di sana.
Faktor Penentu yang Membuat Wisatawan Ragu
Rasa ragu yang melanda wisatawan Korea tidak muncul semata-mata karena satu insiden tunggal. Banyak faktor bersinergi pertumbuhan cepat kriminalitas terorganisir di beberapa zona Kamboja.
Persepsi keamanan yang memburuk, dan pemberitaan media yang menyoroti bagaimana warga asing bisa menjadi target.
Misalnya, beberapa korban penipuan kerja ditawari pekerjaan di Kamboja namun ternyata dijebak ke skema kriminal.
Kondisi tersebut diperburuk oleh langkah pemerintah Korea Selatan yang memperketat peringatan perjalanan, bahkan hingga pengiriman tim ke Kamboja untuk menangani pemulangan warganya yang terjebak situasi tersebut.
Buat kalian yang ingin mendapatkan berita terbaru dan terupdate setiap hari. Kalian bisa kunjungi Indonesia Kamboja, yang dimana Akan selalu memberikan informasi menarik lainnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari www.cnnindonesia.com
- Gambar Kedua dari www.bbc.com