Thailand–Kamboja Memanas Lagi, Malaysia Tawarkan Jalan Damai Baru
Ketegangan antara Thailand dan Kamboja kembali memanas setelah bentrokan militer di wilayah perbatasan.

Insiden terakhir melibatkan ledakan ranjau di wilayah Sisaket, Thailand, yang menimbulkan korban dan meningkatkan kecurigaan terhadap aktivitas militer baru di garis batas kedua negara.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Berita Indonesia Kamboja.
Ketegangan yang Kembali Mencuat di Perbatasan
Hubungan antara Thailand dan Kamboja kembali berada di ujung tanduk setelah insiden terbaru di perbatasan memicu eskalasi militer.
Bentrokan antara pasukan kedua negara berlangsung setelah ledakan ranjau darat di wilayah Sisaket, Thailand, yang melukai prajurit Thailand dan memicu kecurigaan atas aktivitas militer di kawasan sengketa.
Di sisi lain, militer Thailand menyatakan kesiapan melancarkan “operasi tingkat tinggi” jika situasi tidak mereda.
Pernyataan ini menegaskan betapa seriusnya potensi konflik jika diplomasi gagal meredam ketegangan yang terus menumpuk.
Perjanjian Gencatan Senjata yang Terancam
Sebelumnya, Thailand dan Kamboja telah menyepakati gencatan senjata “segera dan tanpa syarat” dalam sebuah pertemuan di Kuala Lumpur yang difasilitasi Malaysia.
Kesepakatan tersebut diyakini menjadi langkah penting untuk menahan laju konflik yang sempat mengakibatkan korban dan pemindahan massal warga di perbatasan.
Namun kini, implementasi perjanjian tersebut mengalami gangguan setelah insiden ranjau baru dan tuduhan pihak Thailand menunda beberapa komitmen.
Ketidakpastian ini memicu keraguan atas efektivitas perjanjian damai yang sebelumnya disambut harapan oleh komunitas internasional.
Baca Juga: Konflik Perbatasan Kembali Memanas, Ranjau Darat Lukai 4 Tentara Thailand
Malaysia Sebagai Mediator Perdamaian

Dalam situasi ketegangan yang berulang, Malaysia kembali menawarkan diri sebagai mediator perdamaian.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan bahwa negaranya siap memfasilitasi perundingan baru antara Thailand dan Kamboja agar kedua pihak dapat kembali berdialog dengan tenang dan menghormati komitmen yang sudah dibuat.
Malaysia sebagai tuan rumah dan perwakilan ASEAN menegaskan perannya sebagai penengah yang netral.
Ia menegaskan bahwa penegakan perdamaian harus dilakukan dengan landasan dialog konstruktif dan menghormati hukum internasional.
Harapan Jalan Damai Baru
Tawaran perundingan baru dari Malaysia membawa harapan bagi kedua negara untuk kembali mengedepankan dialog, bukan senjata.
Jika kesepakatan baru tercapai, hal itu bisa menjadi tonggak pemulihan hubungan bilateral yang sempat memanas.
Langkah de-eskalasi militer dan penempatan pengamat ASEAN di perbatasan bisa menjadi bagian dari upaya pengawasan damai yang lebih efektif.
Namun, risiko kegagalan masih nyata. Ranjau yang belum sepenuhnya dievakuasi serta tuduhan pelanggaran kesepakatan damai menimbulkan kecemasan bahwa konflik bisa kembali meletus.
Di sisi lain, sikap keras militer Thailand dalam mempertahankan kedaulatan wilayahnya menjadi tantangan tersendiri.
Kesimpulan
Ketegangan antara Thailand dan Kamboja kembali mengemuka di perbatasan setelah insiden serius yang mengguncang kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.
Dalam dinamika ini, Malaysia menegaskan perannya sebagai mediator, menawarkan platform perundingan damai baru agar kedua negara bisa menyelesaikan sengketa lewat dialog, bukan konfrontasi.
Upaya perdamaian yang digagas memiliki potensi besar untuk menghindari eskalasi militer lebih jauh, tetapi jalan menuju stabilitas penuh masih dipenuhi tantangan.
Keberhasilan mediasi akan sangat bergantung pada niat kedua negara untuk benar-benar menghormati komitmen mereka, sementara negara-negara ASEAN harus terus memainkan peran diplomatik aktif demi menjaga keamanan regional.
Buat kalian yang ingin mendapatkan berita terbaru dan terupdate setiap hari. Kalian bisa kunjungi Indonesia Kamboja, yang dimana Akan selalu memberikan informasi menarik lainnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari www.cna.id
- Gambar Kedua dari www.melansir.com