Kamboja Minta Malaysia Untuk Bantu Bebaskan 18 Tentara Ditawan Thailand

Silakan Share

Ketegangan konflik di perbatasan Kamboja dan Thailand membawa dampak serius, termasuk 18 tentara Kamboja yang ditawan oleh militer Thailand.

Kamboja-Minta-Malaysia-Untuk-Bantu-Bebaskan-18-Tentara-Ditawan-Thailand

Dalam upaya diplomatik terbaru, pemerintah Kamboja secara resmi meminta Malaysia sebagai Ketua ASEAN untuk membantu memfasilitasi pembebasan para tentara yang saat ini ditawan di Thailand. Permintaan ini menjadi bagian dari upaya penyelesaian damai dan penguatan hubungan regional di Asia Tenggara.

Dibawah ini Berita Indonesia Kamboja akan memberikan ulasan mengenai aksi Kamboja minta Malaysia untuk bantu bebaskan 18 tentara ditawan Thailand.

Konflik Militer di Perbatasan Kamboja-Thailand

Konflik bersenjata antara Kamboja dan Thailand meletus di kawasan perbatasan yang telah menjadi sumber perebutan wilayah selama bertahun-tahun. Pada Juli 2025, bentrokan mematikan mewarnai geografis perbatasan, menewaskan puluhan orang dan menyebabkan ratusan ribu warga mengungsi.

Penahanan tentara Kamboja oleh militer Thailand terjadi dalam konteks meningkatnya ketegangan dan aktivitas militer di zona tersebut. Konflik ini memaksa negara-negara ASEAN mencari cara meredakan ketegangan demi stabilitas kawasan.

Penahanan 18 Tentara Kamboja Oleh Thailand

Sebanyak 18 tentara Kamboja ditahan oleh pihak militer Thailand setelah terjadinya bentrokan di wilayah perbatasan. Penahanan ini menyebabkan kegelisahan di pemerintahan Phnom Penh yang menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran hak-hak personel militer dan mengganggu proses perdamaian yang tengah dibangun.

Sebelumnya, militer Thailand telah memulangkan dua tentara Kamboja sebagai tanda goodwill, namun sebagian besar tentara masih ditahan dengan alasan hukum imigrasi.

Peran Malaysia Sebagai Koordinator Gencatan Senjata

Malaysia, sebagai Ketua ASEAN saat ini, memegang peranan penting dalam mediasi dan koordinasi penyelesaian konflik antara dua negara tetangga ini. Malaysia bertindak sebagai pengawas gencatan senjata yang disepakati pada pertemuan di Malaysia, dengan mendorong jalannya negosiasi politik dan militernya.

Permintaan resmi dari Panglima Angkatan Bersenjata Kamboja untuk Malaysia menekan Thailand agar membebaskan tentara tersebut merupakan bagian dari strategi diplomasi yang melibatkan negara ketiga untuk memastikan efektivitas gencatan senjata.

Baca Juga:

Pernyataan Resmi Pemerintah Kamboja

Pernyataan-Resmi-Pemerintah-Kamboja

Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, melalui media sosialnya pada 31 Juli 2025 menyampaikan harapannya agar Thailand segera memulangkan semua tentara Kamboja yang masih ditahan.

Hun Manet menegaskan bahwa keselamatan tentara dan warga sipil di daerah konflik adalah prioritas utama pemerintahannya.

Selain itu, pemerintah Kamboja terus melakukan komunikasi intensif dengan pihak Thailand untuk mendesak pembebasan tanpa syarat demi terciptanya stabilitas dan perdamaian.

Reaksi dan Tanggapan Pemerintah Thailand

Pemerintah Thailand menyatakan bahwa personel militer Kamboja yang ditahan diperlakukan sesuai dengan prinsip kemanusiaan dan hukum yang berlaku. Thailand mengindikasikan bahwa penahanan tersebut terkait isu imigrasi dan keamanan perbatasan.

Namun, Thailand juga membuka peluang untuk melakukan dialog dan proses hukum yang adil sesuai kesepakatan gencatan senjata. Upaya diplomasi terus berjalan guna menjaga hubungan baik dan mencegah konflik meluas.

Peluang Perdamaian dan Stabilitas Regional

Kesepakatan gencatan senjata tanpa syarat yang dicapai pada 25 Juli 2025 di Malaysia menjadi momentum penting bagi perdamaian di kawasan ini. Dengan adanya keterlibatan Malaysia sebagai mediator, harapan besar diletakkan pada penyelesaian segera isu penahanan tentara Kamboja agar dapat memperkuat kepercayaan dan kerjasama dalam ASEAN.

Stabilitas kawasan Asia Tenggara sangat bergantung pada langkah nyata penyelesaian sengketa antara negara anggota, termasuk isu kemanusiaan dan keamanan di perbatasan.

Kesimpulan

Penahanan 18 tentara Kamboja di Thailand menjadi isu krusial yang membutuhkan solusi diplomatik cepat dan tepat. Permintaan Kamboja kepada Malaysia sebagai Ketua ASEAN untuk membantu membebaskan tentara yang ditahan.

Hal ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketegangan dan memfasilitasi proses perdamaian. Dengan didukung gencatan senjata yang tengah berlangsung dan komunikasi intensif antar pihak terkait.

Diharapkan konflik perbatasan ini tidak berlanjut dan stabilitas kawasan Asia Tenggara dapat terjaga. Keberhasilan diplomasi ini juga menjadi contoh penting bagi penyelesaian konflik regional melalui mekanisme ASEAN yang kooperatif.

Buat kalian yang ingin mendapatkan berita terbaru dan terupdate setiap hari, kalian bisa kunjungi Berita Indonesia Kamboja, yang dimana akan selalu memberikan informasi menarik lainnya.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari antaranews.com
  2. Gambar Kedua dari arahkita.com