Topan Kalmaegi Hantam Kamboja, 193 Tewas di Filipina dan Vietnam
Typhoon Kalmaegi (dikenal juga sebagai “Tino” di Filipina) telah meluluhlantakkan wilayah di Asia Tenggara dengan kekuatan dahsyatnya.

Badai ini telah menimbulkan kerusakan besar sekaligus korban jiwa yang sangat banyak, khususnya di Filipina dan Vietnam, ketika selanjutnya bergerak menuju Kamboja dan kawasan Indochina lainnya.
Dibawah ini Berita Indonesia Kamboja Akan membahas lintasan badai, dampak utama di masing‑wilayah, upaya tanggap darurat, serta pelajaran yang dapat diambil dari tragedi ini.
Lintasan dan Intensitas Badai
Kalmaegi bermula sebagai sistem tekanan rendah di Laut Filipina sebelum berkembang menjadi badai tropis dan kemudian badai tropis besar.
Pada tanggal awal November 2025, badai ini mulai memasuki wilayah tanggung jawab meteorologi Filipina, kemudian mencapai kategori badai dengan kecepatan angin yang sangat tinggi.
Setelah melewati Filipina. Kalmaegi bergerak ke Laut Cina Selatan dan kembali memperkuat diri sebelum menumbangkan wilayah Vietnam Tengah dan kemudian memasuki kawasan selatan Kamboja ataupun Laos.
Di wilayah darat yang ia lalui, hujan lebat dan angin kencang memicu banjir, tanah longsor, dan gelombang tinggi sebuah kombinasi yang sangat berbahaya bagi wilayah pesisir dan lereng bukit.
Dampak di Filipina
Di Filipina, kerusakan yang ditimbulkan oleh Kalmaegi sangat parah. Menurut laporan terkini, jumlah korban tewas telah mencapai setidaknya 188 jiwa. Dengan lebih dari seratus orang masih hilang.
Provinsi‐provinsi seperti Cebu menjadi episentrum bencana, di mana banyak rumah hancur, jalanan terendam, dan sungai meluap secara cepat.
Arus penyelamatan dan evakuasi sempat terganggu karena akses jalan tertutup oleh lumpur dan puing.
Pemerintah Filipina juga telah mengumumkan keadaan darurat nasional guna mempercepat penanganan dan bantuan bagi warga yang terdampak.
Kehilangan harta benda, infrastruktur dan mata pencaharian membuat komunitas lokal menghadapi krisis berkepanjangan.
Baca Juga: Pesona Candi Bayon, Ikon Wisata Spiritual Dan Sejarah Di Jantung Kamboja
Upaya Tanggap Darurat

Tanggap darurat yang dilakukan mencakup evakuasi massal, penyediaan shelter sementara, distribusi bantuan makanan dan air bersih, serta pemulihan akses jalan dan listrik. Di Filipina, lebih dari setengah juta orang telah dipindahkan ke lokasi aman ketika badai melanda.
Namun pelaksanaan di lapangan menghadapi banyak kendala puing menumpuk, banjir menghambat akses. Serta cuaca yang masih buruk membuat operasi penyelamatan sulit.
Di Vietnam, rembesan air pada lereng bukit memicu risiko longsor, menambah tekanan bagi petugas penanganan bencana.
Tantangan ke depan adalah mempercepat pemulihan, menjaga kesehatan masyarakat yang terdampak, dan membangun kembali infrastruktur yang lebih tahan bencana.
Dampak di Vietnam
Setelah Filipina, Kalmaegi kemudian mendarat di Vietnam Tengah. Dari laporan, sedikitnya lima orang tewas akibat badai ini di Vietnam, dengan kerusakan meluas pada rumah‑rumah, jaringan listrik, dan sistem transportasi.
Di Provinsi seperti Gia Lai dan Dak Lak, atap rumah banyak terbang, pohon tumbang, dan sekitar 1,6 juta rumah tangga kehilangan aliran listrik.
Sementara itu, jika badai terus bergerak ke arah Kamboja atau Laos. Maka wilayah tersebut harus siap menghadapi hujan lebat dan banjir lanjutan karena tanah yang sebelumnya sudah jenuh oleh curah hujan. Dengan demikian, upaya mitigasi dini sangat penting untuk mengurangi dampak lebih lanjut.
Buat kalian yang ingin mendapatkan berita terbaru dan terupdate setiap hari. Kalian bisa kunjungi Indonesia Kamboja, yang dimana Akan selalu memberikan informasi menarik lainnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari news.okezone.com
- Gambar Kedua dari www.liputan6.com